banner 728x250

Pemilik KM Wijaya III Diduga Angkut BBM Bersubsidi Tanpa Document

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comMengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar, terdakwa Sodikin Nakhoda Kapal Motor (KM) Wijaya III harus berurusan dengan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), 16/11/2020..

Dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi, Sodikin didakwa bersama sama dengan bosnya pemilik kapal KM Wijaya III terdakwa Jimmy warga keturunan Keduanya duduk di kursi pesakitan guna pertanggung jawaban hukum atas perbuatannya sebagaimana dituangkan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

judul gambar

Jaksa penuntut umum, Siti dari Kejaksaan Agung RI, dalam dakwaannya yang dibacakan jaksa pengganti Imelda dan Irfano dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, mengatakan, kedua terdakwa di ancam pasal 53 Undang Undang Migas dan Undang Undang Pelayaran, tentang pengangkutan BBM yang diduga illegal.

Kedua terdakwa diduga membawa, mengangkut BBM bersubsidi pemerintah sebanyak 88 ton setara 88 ribu liter yang diisi dari Pelabuhan Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara, menuju Pelabuhan di Ambon.  terdakwa ditangkap aparat Kepolisian Mabes Polri di wilayah Pelabuhan Ambon saat mengangkut BBM jenis Solar menggunakan KM Wijaya III  yang dikemudikan terdakwa Sodikin.

Dimana pengangkutan BBM yang diduga illegal dan bersubsidi itu berdasarkan perintah bosnya yakni terdakwa Jimmy. Hal itu terungkap atas keterangan saksi S pengurus kapal dalam persidangan pimpinan majelis hakim DJuyamto SH MH, didampingi hakim anggota Taufan dan Srutopo Mulyono.

Kapal yang digunakan untuk menangkap dan mengakut ikan hasil tangkapan nelayan itu, ternyata digunakan untuk mengangkut BBM untuk keperluan kapal kapal penangkap ikan ditengah laut. Kapal Pengangkutan secara kolekting itu ditengarai disalah gunakan pemilik Kapal dan Nakhoda menjadi sarana untuk melakukan kejahatan untuk mengangkut BBM illegal.

Menurut Jaksa Imelda, perbuatan terdakwa tersebut, karena mengisi Palka KM Wijaya III,  dengan BBM, setelah tengki kapal diisi penuh lalu Palka KM Wijaya III dijadikan tempat tampungan BBM.
Sebagaimana fakta persidangan, “kedua tersakwa terkesan di istimewa kan Jaksa penuntut umum, sebab tidak dilakukan penahanan baik jaksa dan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara”

Terdakwa bebas menghirup udara segar diluar penjara, tidak seperti terdakwa lainnya yang dimasukkan kedalam rumah tahanan saat proses persidangan berlangsung.

Penulis  :  P.Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *