banner 728x250

Pemkot Jakpus Biarkan Bangunan Hotel 8 Lantai Yang Diduga Menyalahi Perizinan Hingga Merusak Rumah Sekitar

  • Share

MEDIATRANSPARANCY -Pemerintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus), dituding membiarkan bangunan bangunan melanggar aturan perizinan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta.

Jajaran Pemkot Jakarta Pusat yang dipimpin Dhanny Sukma itu, dituding warga hanya bekerja seremonial semata. Hanya selfi selfi saat kegiatan rutinitas penanganan pemakai Masker, seolah olah mengesampingkan kegiatan lain yang dikeluhkan warga terkait pelanggaran Perda ijin membangun.

judul gambar

Pemkot Jakarta Pusat, seolah olah bersenang hati adanya Covid -19, sebab dengan bekerja dari rumah sehingga gampang sekali membuat alasan bahwa penindakan terhadap bangunan bermasalah urung dilakukan karena masa Pandemi.

Hal itu terlihat dari keluhan warga Kelurahan Pasar Baru Jalan Krekot Bunder I, RT 02, 03, 04 di RW 05, Kecamatan Sawah Besar Jakarta Pusat.

Warga mengeluhkan pembangunan yang diduga bangunan Hotel setinggi 8 lantai, dimana pembangunan Hotel tersebut telah mengakibatkan kerusakan rumah sekitar.

Sebagaimana informasi yang diterima media ini, bahwa warga yang rumahnya rusak akibat pembangunan Hotel, sudah melaporkan kejadian tersebut ke Lurah Pasar Baru dan ke Camat Sawah Besar.

Namun laporan warga tidak mendapat tanggapan dan tanpa realisasi dari pihak Pemkot Jakarta Pusat.

Apalagi untuk membongkar dan merubuhkan bangunan bermasalah tersebut, tidak akan mungkin sebab pembangunannya sudah tahap finising.

Sebagainana dikeluhkan sejumlah warga Pasar Baru, pada wartawan mengatakan, “pembangunan gedung Hotel tersebut berdampak pada kerusakan rumah warga. Tembok rumah retak-retak dan atapnya hancur dan bolong. Karena keluhan warga tidak mendapat tanggapan sehingga mengirimkan surat ke Dewan Kota (Dekot) Jakarta Pusat, ucap warga 2/9/2021.

Menyikapi surat warga Ketua Dekot Jakarta Pusat, Dede Sulaeman mengaku adanya keluhan warga terkait pembangunan Hotel yang tidak sesuai dengan perizinan yang diatur dalam Perda tentang membangun atau mendirikan bangunan di DKI Jakarta. Dekot membenarkan keluhan warga yang berada di tiga RT di RW 05, Jalan Krekot Bundar 1 RW persisnya dibelakang pembangunan Hotel Heef warga melaporkan ke Dekot

” Warga sekitar menduga pembangunan Hotel tersebut tidak memliki Amdal dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau menyalahi aturan yang berlaku. Pengerjan bangunan bekerja hingga 24 jam  sehingga mengganggu kenyamanan dilingkungan”, ujarnya.

Menurut Delman, Dekot sudah mengirim surat ke Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) terkait perizinannya bangunan Hotel, apakah sudah sesuai memenuhi prosedur. Demikian juga ke Suku Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jakarta Pusat, pihaknya sudah mengirim surat mengenai pengawasan pembangunannya. Tindakan yang dilakukan Dinas terkait terhadap pembangunan hotel itu apa saja yang sudah dilakukan. “Jika ditemukan pelanggar dan tidak sesuai IMB, sesuai aturan Perda harus dibongkar,” ucapnya.

Sementara tanggapan dari Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Jakarta Pusat, Bernard Tambunan, akan memerintahkan jajarannya supaya meninjau dan ngecek lokasi, ungkapnya pada wartawan, 2/9/2021.

Berkaitan dengan hal tersebut Camat Sawah Besar mengatakan, “sudah dilakukan mediasi antara pihak, saat ini sedang diproses, kalau kirim surat atau ngadu ke Dewan Kota kan boleh saja”, kata Camat Sawah Besar Prasetyo Kurniawan, 4/9/2021. Sementara pihak pemilik bangunan Hotel belum dapat dikonfirmasi.

Penulis : P. Siantur

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *