Home BERITA TERBARU PEMUDA PANCASILA JAKARTA TIMUR KUPAS TUNTAS GENCARNYA PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR DI DKI JAKARTA

PEMUDA PANCASILA JAKARTA TIMUR KUPAS TUNTAS GENCARNYA PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR DI DKI JAKARTA

391
0

JAKARTA,  MEDIATRANSPARANCY.COM – “Pancasila  Abadi, Sekali layar terkembang surut kita berpantang. ”

Organisasi  Kemasyarakatan  Pemuda  Pancasila mengadakan  diskusi  publik  pemuda  MPC Jakarta  Timur, dengan  mengusung tema KUPAS TUNTAS GENCARNYA PEMBANGUNAN INFRASTUKTUR di DKI Jakarta

Fenomena kecelakaan kerja, Sabotase atau kah Korupsi,    yang berlangsung pada hari selasa 27 Maret 2018,  bertempat Aula Gedung C kantor Walikota Jakarta Timur,

Hadir dalam  acara diskusi  yaitu, Walikota Jakarta Timur, Drs. Bambang Mursyawardana.  M.si,

Ketua MPW DKI Jakarta,  Thariq  Mahmud S. H,  Ketua MPC Jakarta Timur Norman Siltonga  S. H,  Dandim 505 Mayor Ali Akbar,  Kejari Jakarta  Timur Dhuakhmad Muklis ,  Ketua dan sekretaris  MPC Jakarta  Barat,  Ketua MPO Jak-Tim,  Pengurus MPC Jakarta Timur, Ketua Lembaga PP Jakarta Timur beserta Anggota, Ketua PAC se Jak-Tim beserta Anggota,  Ketua Ranting se Jak-Tim beserta  anggota ,  Simpatisan Pemuda Pancasila Se Jakarta Timur

dan para narasumber diskusi diantaranya,  Direktur Adi Karya, Direksi  yang mewakili  Jakarta  Property Ketua Gapensi DKI Jakarta,  Direktur Pemasaran BPJS dan Polres  Jakarta Timur serta dipandu  oleh moderator  Luhut Simandjuntak.

Acara  yang dibuka  oleh Walikota Jakarta Timur, Drs. Bambang Mursyawardana.  M.si, berharap pada peserta  diskusi   dapat  mengetahui  peran penting infrastruktur yang ada di Jakarta.  Masalah sosial  dan budaya sebagai penunjang ekonomi mempunyai  peran penting di dalam mendukung pembangunan infrastruktur.  Perlu adanya  pengawasan  yang berkelanjutan  untuk  meminimalisir masalah  kecelakaan  kerja.

Di Jakarta  Timur,  kejadian  kecelakaan  Kerja pada proyek pekerjaan  LRT di Rawamangun – Pulo mas,  Gunung Antang,  dan di jalan D. I Panjaitan adalah permasalahan yang harus terjawab dan terselesaikan. Peran Organisasi  Kemasyarakatan sebagai  elemen  masyarakat  turut membantu memberikan  pencerahan  dan mengupas  tuntas infrastruktur di DKI Jakarta.

Ketua Majelis  Pimpinan  Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DKI Jakarta,  Thariq  Mahmud S. H, menegaskan ” sudah  menjadi tugas kita sebagai Ormas Pemuda Pancasila untuk menjaga ideologi  Bangsa ini” . Pesatnya  Pembangunan dan Infrastruktur  LRT serta  kecelakaan  Kerja  yang  dibahas dalan diskusi akan menjelaskan  kepada  masyarakat untuk membantu menjembatani  persoalan Infrastruktur di  Jakarta  yang belakangan  ini banyak  terjadi .  Thariqh juga mengungkapkan sejarah  lahirnya Pemuda Pancasila pada tanggal 28 Oktober 1959, adalah satu satunya Ormas yang memakai logo Pancasila  Saat ini sudah mempuyai anggota  sebanyak 6.000.000  tercatat di suruh  Indonesia, Di DKI  Jakarta  tercatat keanggotaan  Pemuda Pancasila sebanyak  11.700. Diskusi  Publik  yang dilaksanakan  diharapkan dapat menambah  pemahaman seluruh Kader di Wilayah Jakarta  Timus dengan  menghadirkan  berbagai  narasumber yang terkait sehingga  dalam implementasi  kerja dilapangkan  para anggotanya  dapat saling bersinergi dan dapat terus mengawal setiap  pembangunan yang Ada.

Menurut Norman Siltonga S. H , Ketua Majelis  Pimpinan  Cabang (MPC) Jakarta Timur,  Diskusi  ini di gagas dari  amanat yang terkandung  dalam Undang-Undang Dasar 1945, Sebagai  anak Bangsa  yang cerdas dan mengerti atas perkembangan  dan fenomena  yang terjadi, harus  dapat  secara  nyata memandang  persoalan kecelakaan  kerja  pada  infrastruktur yang terjadi serta tidak  terbawa pada persoalan Pro dan kontra bersamaan dengan Bangsa ini yang sedang menghadapi  Pilkada  serentak,  Pemuda  Pancasila di Wilayah Jakarta  Timur  harus  dapat  menjaga  stabilitas  keamanan.  Banyak pihak terkait  dapat ditemui dan bersama sama turut berdiskusi  dalam  rangka mendukung keamanan  dan kenyamanan masyarakat,  Hadirnya BPJS dalam diskusi ini dapat  ditanyakan,  pada saat terjadi kecelakaan  kerja,  apa yang seharusnya  dilakukan.

Diskusi  publik bertujuan  menjembatani persoalan  pembangunan yang belakangan  ini banyak terjadi,  khususnya  di  wilayah  Jakarta  Timur.  Rasa terimakasih disampaikan kepada  Walikota  Jakarta  Timur  yang sudah mendukung  terselenggaranya acara diskusi ini.

Dari  Narasumber  Adi Karya,  Agus,Sebagai  Penanggung  Jawab Light  Rapid Transit  (LRT) menjelaskan  mengenai pembangunan  LRT  dI wilayah  Jakarta  Timur  akan ada rangkaian Kereta segera rampung dari  Cububur ke arah Duku Atas begitu  juga ke arah Bekasi yang berjalan  dari kota setiap  per tiga menit dengan kapasitas angkut  sebanyak  800 orang untuk satu kereta,  hal ini bertujuan  untuk  membantu  mengatasi  kemacetan  di Ibukota hal itu berarti  mengangkut arus lalu lintas  hingga 200 mobil tanpa mengurangi  kapasitas  jalan yang di oprasikan. Proyek  LRT otomatis  tanpa kemudi  masinis tetapi dapat mengendalikan gas dan rem dari pusat kontrol, sementara  untuk pembayaran  menggunakan Sistem  tiket E –  Money yang juga dapat  difungsikan  tiket tersebut untuk pengguna  LRT jarak jauh, untuk menggunakan  Bus Way, bahkan untuk kendaraan  Online.

Dari Jakarta  Property, Suharto yang mewakili Direksi Jakpro yang berhalangan hadir,   menjelaskan mengenai  pembangunan LRT mengalami  perkembangan dan pertumbuhan sehingga  tercatat pada tahun  ini ada 3(tiga) proyek yan sedang  menjalani prioritas  pembangunan  yaitu,  Velodrome – Gelanggang internasional yang ditargetkan  rampung  pada bulan April,  Wahana ketangkasan berkuda di lokasi  Pulomas hingga  saat  ini  pembangunannya  mencapai 98%,  Pembangunan LRT  sepanjang 5.8 Km dari jalan Nias,  kelapa gading hingga  Velodrome   dan semua  mencapai  pembangunan 6 (enam) stasiun.

Semua pekerjaan  Infrastruktur  ketiga proyek tersebut mencapai  66% dan harus selesai  menjelang Asean Games  guna keperluan  salah satunya adalah  sebagai  kendaraan  para atlet.

Pada  tanggal  10 April mendatang akan tiba kiriman bertahap ke Jakarta  yaitu Loading  Besi  buatan Korea  yang ditargetkan  pada  bulan Agustus  akan  selesai  tahap pengirimannya.

Peristiwa runtuhnya Box Girder antar  tiang pada pukul 12.40 dan runtuh pada pykul 1.00 dengan mitra kontraktor  P. T Wijaya Karya  di jalan DI. Panjaitan    pihak PT Wijaya  Karya baru dapat memberikan Informasi   pada pukul  10 pagi, yaitu meluruskan  kembali kejadian  kecelakaan kerja untuk tidak menjadi  isu yang menghambat. Berada di lingkungan wilayah  keja masih menjadi  tanggung Jawab  kontraktor, Saat  ini pembangunan sudah mengalami  masa normal  kembali.  Tugas pengerjaan  LRT baru mencapai  5,8 dari 148 ruas koridor yang menjadi target  pengerjaan  dalam minggu  ini hingg ke Velodrome hingga ke Duku Atas dan berlanjut  ke Tanah Abang. Pembangunan Dipo model  stasiun  yang menggunakan  fasilitas .lift,  Ekskalator,  dan ruang mekanik  du sekitar  rusunawa dan perkantoran.

Dari Gappensi,  Victor sebagai narasumber turut  memberikan  keterangan  bahwa target pekerjaan  menjelang  Asean Games perlu adanya seritivikat penjamin K3 yang semua prosedur  peraturan  wajib di ikuti oleh personal – personal  perusahaan terkait. Anggaran yang digunakan masih  menggunakan  dana APBN,  karena anggaran  APBD yang belum  turun. Tidak ada sabotase  atau terjadi  korupsi melainkan  target pekerjaan  yang harus di Laksanakan.

Polres Jakarta  Timur  menambahkan  bahwa kecelakaan  keja di wilayah  Jakarta  Timur  masih dalam proses  sidik dan lidik. Proses  sidik  yaitu dari Manggarai  dan kecelakaan kerja  di Jatinegara dengan koban berjumlah 4(empat) orang. Sementara  proses lidik diantaranya  adalah Becak Kayu di jalan Di Panjaitan  dan rusaknya  saluran pipa gas di jalan MT.  Haryono di ruas  jalan kantor  BNN. Faktor  human eror dan dugaan sabotase saat ini masih dalam berkas yg sedang diproses. Saat ini polres Jakarta  Timur  sedang membentuk  satgas infrastruktur di wilayah  Jakarta  Timur.

Kesimpulan  yang ada dari kontraktor  sudah mengabaikan  SOP dan kurang bekerja  sama dengan instansi  terkait terutama  dalam pengawasan  internal dan eksternal. Perlu adanya persetujuan  terhadap  3(tiga) Subkon terutama  pengawasan  pada saat pekerjaan  di shift malam hari.

Diskusi  publik diawali  dengan prosesi pengaugrahan  dan pemakaian  Seragam Pemuda Pancasila  dari Ketua MPW dan Ketua  MPC  Pemuda  Pancasila  kepada Walikota  Jakarta  Timur,  serta pemberian  cindera mata sebagai bentuk  apresiasi  terhadap keberlangsungan acara .

Jurnalis: (Dyan Jaman)

Editor: Romy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here