banner 728x250

Penanganan Kurang Optimal, PKL dan Parkir Liar Masih Marak di Jakpus

  • Share

JAKARTA,  MEDIA TRANSPARANCY – Penanganan  Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir liar hingga saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR)  Pemeintah Kota Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) yang hingga kini belum dapat diselesaikan.

Di beberapa wilayah Jakarta Pusat masih ditemukan PKL maupun parkir liar yang sering kali membuat arus lalu lintas jadi mengganggu.

judul gambar

Pantauan Media Transparancy dibeberapa titik wilayah Jakarta Pusat, di Jalan Jati Pinggir, KH Mas Mansur, dan juga di kawasan pasar Tanah, Kacamatan Tanah Abang, keberadaan PKL masih menjamur.

Demikian juga parkir liar roda dua maupun roda tiga  di Jalan Pasar Senen, depan Gedung GOR Senen, Stasiun Kereta Api Senen, dan juga di kawasan Pasar Senen.

Ironisnya, aparat terkait, seperti Sapol PP tidak melakukan tindakan para PKL dan parkir liar yang sebahagian diantaranya sampai memakan badan jalan.

Salah seorang warga, Syarifuddin (54 tahun), yang dimintai komentarnya seputar keberadaan PKL dan parkir liar di sekitar Pasar Senen mengaku kecewa melihat kinerja aparat Pemda DKI akibat  penataan wilayah yang semakin tidak terurus.

“Jika melihat disejumlah ruas jalan, khususnya wilayah Kecamatan Tanah Abang dan Kecamatan Senen, terkesan adanya pembiaran terhadap PKL dan parkir liar. Sebab merekalah yang menikmati jalan pendestrian dan trotoar yang dibangun tersebut”, ujarnya.

Syarifuddin menyebutkan, tidak hanya di Tanah Abang dan Pasar Senen yang dipenuhi PKL dan parkir liar, tapi juga kawasan sepanjang Jalan Jati Pinggir hingga Jalan Jati Petamburan.

“Kurang lebih 800 meter wilayah tersebut dipenuhi lapak pedagang dan parkir kendaraan, yang membuat badan jalan makin sempit, sehingga mengganggu arus lalu lintas,”  ucapnya.

Banyaknya  pengaduan warga terkait keberadaan PKL dan parkir liar   di kawasan Jalan Jati Pinggir dan wilayah Tanah Abang, Asisten Pembangunan Setko Administrasi Jakarta Pusat, F. Bakwan Ginting, bersama sejumlah Kepala Suku Dinas (Kasudin) meninjau lokasi yang  semrawut tersebut. Namun sayangnya, tidak ada tindakan yang diberikan.

Sementara disepanjang jalan tersebut ada dua lokasi dipo yang setiap harinya menampung kurang lebih 30 M3 sampah yang ditumpuk setiap hari. Sampah tersebut diangkut tiap hari menggunakan truck milik Dinas lingkungan Hidup.

Hal itu dibenarkan Kasudin Lingkungan Hidup Jakarta Pusat, Marsigit.

“Pengangkutan sampah rutin warga di Jalan Jati Pinggir dan Jalan Jati Petamburan sedang ditinjau Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup,” ucapnya melalui pesan singkat.

Sementara itu, Lurah Petamburan, Setyanto mengaku, keberadaan PKL dan parkir di kawasan Jalan Jati Pinggir dan Jati Petamburan, memang sudah menjadi permasalahan wilayah Petamburan.

“Sebagai penanganannya akan diupayakan penataan dan pengaturan supaya tertata,” sebutnya.

Lurah mengaku kesulitan untuk melakukan penertiban. “Untuk penertiban jelas sulit dilakukan,” katanya. (P. Sianturi)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *