Home Berita Terbaru Pencabutan Kuasa Pdt Mh.Hosea Manjadi Tandatanya

Pencabutan Kuasa Pdt Mh.Hosea Manjadi Tandatanya

58
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Perkara dugaan pemalsuan Akta perkawinan dengan tiga terdakwa yakni Juniar alias Vero, Agus Butar butar dan Pdt Hosea saat ini masih disidangkan di pengadilan negeri jakarta utara dangan agenda keterangan saksi saksi.

Ketiga terdakwa disidangkan secara terpisah (di split). Terdakwa duduk di kursi pesakitan diduga merekayasa perkawinan antara Juniar dengan Basri Sudibyo sehingga seolah olah perkawinan tersebut sah dilakukan di suatu Gereja. Akan tetapi akta perkawinan antara Juniar dengan Basri Sudibyo diduga palsu.

Pada saat Sidang terdakwa Agus Butar butar dengan agenda keterangan saksi pelapor satu Martin Adam, dan keterangan saksi pelapor dua Suzane Liani, saksi menyatakan tidak melaporkan Agus Butar butar, tidak ada hubungan dengan Agus Butar butar, tidak kenal Agus Butar butar dan juga tidak mengetahui pekerjaan Agus Butar butar, dan hakim memeperlihatkan putusan pengadilan kepada pelapor yang di dalamnya tidak ada tertulis nama Agus Butar butar.

Saat sidang keterangan saksi tiga Notaris Grace Parulian Hutagalung dan saksi empat Supir Alm Basri Sudibyo juga menjawab pertanyaan Majelis Hakim menyatakan tidak mengenal Agus Butar butar, tidak ada hubungan saudara dengan Agus Butar butar, dan tidak pernah ketemu dengan Agus Butar butar.

Pada sidang ke-5 dan ke-6 saksi tidak datang dan disini sangat jelas keterangan saksi 1, 2, 3, 4, bertentangan dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sehingga Terdakwa Agus Butar butar patut bebas murni.

Agus Butar butar dan istri Juniar Saat adakan acara perkawinan di singapura

Saat dikonfirmasi wartawan, Agus Butar butar dan istrinya juniar menegaskan bahwa dirinya baru 1 kali di BAP sebagai saksi di Polda Metro Jaya dan belum pernah di berikan setatus sebagai tersangka dan pada malam hari kami pulang dari singapura sekitar jam 00:15 wib, sampai dirumah langsung di jemput oleh anggota polisi dari Polda Metro Jaya dengan surat penangkapan.”Ujar Agus Butar butar.

Agus Butar butar dan Juniar menegaskan bahwa saksi pelapor 1 Martin Adam meributkan dan meminta sertifikat tanahnya dikembalikan, padahal sertifikat tanah tersebut telah di berikan Basri Sudibyo pada 25-Agustus 2018, kepada juniar istri saya sebagai hadia kepada istrinya, dan di serahkan di rumah Juniar di pantai mutiara pluit jakarta utara dengan mempergunakan tanda terima yang berlogokan kantor Notaris Grace Parulian Hutagalung.

Agus Butar butar dan istrinya Juniar sepakat menbuat pernyataan di atas matrai untuk mengembalikan sertifikat tersebut dan kami berdua di panggil kanit Harda Polda Metro Jaya untuk damai dan datang juga Kuasa Hukum Martin Adam yaitu Hutagalung dan di situ kami menyatakan menyerahkan sertifikat tetapi pengecara Martin Adam meminta sertifikat di kembalikan, pembatalan penetapan pengadilan dan minta ganti rugi, karna tuntutan ini tidak memenuhi akal sehat maka kanit Harda Polda Metro Jaya menyatakan tidak terjadi damai.

Penyerahan Sertifikat tanah tersebut oleh Agus Butar butar dan istrinya Juniar di karnakan mempunyai prinsip bahwa dirinya berdua sudah tua dan tidak butuh apa apa yang penting hidup tenang dan harmonis.” ujar Agus Butar butar.

Agus butar butar sampai saat ini masih percaya kepada tuhan dan setiap pagi pada pukul 01:00 wib selalu berdoa untuk meminta pertolongan tuhan ikut campur tangan di dalam permasalahannya dan Juniar yang sedang di hadapi di pengadilan saat ini.

Martin Adam saat menjadi saksi di persidangan Juniar

“Tuduhan Pdt Mh, Hosea gadungan dan palsu, Pdt, Mh,Hosea adalah bukan pdt gadungan dan palsu karna di seluruh warga sekitar lokasi tempat Pdt mh, Hosea tinggal di daerah perumnas tangerang sejak lama dan juga sudah banyak orang di berkati perkawinanya termasuk keluarga saya pernah di situ juga, dan cerita itu bukan cerita bohong karna Pdt Hosea Benar benar Pendeta dan kalau ada yang bilang gadungan biarlah itu dosa mereka sendiri nantinya hukum yang membuktikan dan tuhan, kalau masalah tanah di dalam rumah tangga tidak ada istilah merebut atau kuasai dalam hukum karna seorang suami berhak memberikan pada istrinya apa saja yang di kasih itu syah syah saja, tinggal kita lihat di persidangan saja nantinya.”kata Agus.

“Di dalam hidup saya bercita cita jangan sampai anak cucu saya masuk BUI/PENJARA tapi semua ini sudah terjadi termasuk istri saya Juniar. Tuhan sudah memberikan saya seorang istri yang bernama Juniar saya harus bertanggung jawab menjaga dan melindungi dan kemanapun saya pergih istri saya Juniar harus ikut dengan saya, jadi saya berdoa setiap pagi pukul 01:00 wib, memohon tuhan kasih kami pencerahan kekuatan dan Tuhan juga turut campur tangan dalam perkara kami agar kami bisa pulang lebih cepat dari sini dan bisa Bebas murni.

Walaupun saya banyak teman tapi saya berharap tidak pernah meninggalkan tuhan, tuhan lah yang saya nomer satukan, dan yang menjadi nomer 2 ialah istri saya Juniar dimana doa seorang istri lebih sempurna dari pada doa seorang anak dan saudara.”ujar Agus Butar butar.

Dan pada saat ini saya Agus Butar butar dan istri saya Juniar dapat kabar dimana Pdt Mh,Hosea tiba tiba mencabut kuasanya dari Komarudin simanjuntak SH. ini terlihat sangat janggal dan aneh seperti ada permainan kotor yang di lakukan oleh pihak pihak yang tidak bertanggung jawab yang motifnya ingin menghancurkan pihak pihak terdakwa.

Dalam persidangan terdakwa Juniar saksi pelapor 1 Martin Adam saat dalam menjawab pertanyaan mejelis hakim, saksi pelapor 1 Martin Adam nampak bertele tele gugup serta glantur.

Penulis : Nurhadi
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here