Home Berita Terbaru PENERAPAN KARTU TAP DAN PERESMIAN TAMAN SIM POLRES METRO BEKASI KOTA

PENERAPAN KARTU TAP DAN PERESMIAN TAMAN SIM POLRES METRO BEKASI KOTA

123
0

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Dalam rangka mendukung pemerintah melakukan transformasi sistem transaksi Indonesia melalui gerakan non tunai (Cashless). Polres Metro Bekasi Kota luncurkan penerapan sistem pembayaran non tunai atau Cashless Payment System (CPS) dengan pelayanan pembayaran kartu tap (Cashless Payment Service) untuk pembayaran PNBP SIM melalui sistem digital, sekaligus dirangkai dengan talkshow yang digelar diruang aula serbaguna Mapolres pada, Jum’at (2/11/2018) pagi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Drs. Indarto, SH, S.Sos, SIK, M.Si ketika memberikan kata sambutannya saat peluncuran penerapan cashless payment service (CPS) yang digelar diaula serbaguna Mapolres untuk pembayaran PNBP SIM melalui sistem digital, sekaligus dirangkai dengan talkshow interaktif yang dilaksanakan pada, Jum’at (2/11).dok-istimewa

Seperti diketahui, saat ini bukan hanya perkembangan tekhnologi yang semakin canggih dan sangat pesat, tekhnologi disektor keuangan pun semakin berkembang. Peralihan ke era kartu tap masyarakat Indonesia, akan banyak merasakan manfaat serta keuntungan, selain demi meningkatkan transparansi dalam rangka membangun zona integritas Polres Metro Bekasi Kota menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

Dengan berbagai inovasi melalui terobosan-terobosan yang dicanangkan Kapolres patut diapresiasi. Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Metro Bekasi Kota memperkenalkan inovasi melalui peralihan dari mengunakan uang fisik ke era kartu tap (CPS) tersebut. Menghadirkan layanan ini Satlantas menggandeng bank BRI dengan kartu Brizzi, sistem pembayaran Go-Pay dari Go Jek serta T-Cash dari provider telekomunikasi Telkomsel.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto saat dampingi perwakilan dari QR Bank BRI ketika memberikan keterangan terkait proses pembayaran masyarakat pengguna e-cashless, selanjutnya sambutan dari Ratih Aryanti selaku Head of Goverment Relation Go Pay dibawah naungan Go-Jek (paling kanan), serta Kurnia Hadhi selaku GM Digital Regional Expansion Telkomsel (T-Cash) Area Jabar (tengah).dok-istimewa

Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Drs. Indarto, SH, S.Sos, SIK, M.Si dengan didampingi Kasat Lantas, AKBP Harry, dan Kasubag Humas Polres Metro Bekasi Kota, AKP Erna Ruswing serta seluruh Kapolsek se-Kota Bekasi.

Tampak pula terpantau mediatransparancy.com, Dandim 0507/Bekasi, Letkol Abdi Wirawan, Wali Kota Bekasi, DR. Rahmat Effendi yang didampingi Pj. Sekda, Widodo Indrianto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH), Jumhana Luthfi, dan Kepala Dinas Perumahan, Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), Dadang Ginanjar serta tamu undangan yang meliputi tokoh masyarakat, komunitas digital, mahasiswa dan akademisi.

Dalam amanat sambutannya Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto mengatakan bahwa untuk menjadi pilot project sebagai Polres bebas korupsi pihaknya terus lakukan berbagai inovasi dan perbaikan pelayanan. “Sejak Februari 2018 kami langsung berbenah, dengan melakukan beberapa upaya-upaya perbaikan dan kegiatan-kegiatan inovasi,” tuturnya.

“Sudah banyak kita melakukan perubahan mindset, melakukan perbaikan pelayanan kita, dan melaksanakan menejemen sehat. Perubahan mindset kita lakukan, karena kita tahu bahwa yang dimaksudkan oleh pimpinan Polri, lalu oleh Kemenpan-RB dan oleh negara ini adalah betul-betul Polres yang jadi wilayah bebas korupsi secara substansial bukan hanya formalitas. Bukan hanya cover atasnya saja, luarnya saja bungkusnya saja tapi juga termasuk didalamnya. Maka kami merubah mindset, kita merubah cara pandang hedonis, glamor menjadi sederhana,” kata Indarto.

Dalam pemaparannya Kombes Pol Indarto juga menuturkan dengan melalui sistem pelayanan e-cashless demi menciptakan efisiensi dan petingkatan pelayanan publik dengan kemudahan selain keuntungan yang didapatkan dalam pembayaran serta tindakan pencegahan korupsi dengan dapat meminimalisir praktik pungutan liar (pungli).

“Kini masyarakat sudah tidak perlu lagi khawatir akan praktik pungli oleh petugas maupun calo, sekaligus mencegah praktik korupsi dalam layanan publik. Membayar PNBP SIM juga menjadi lebih mudah, tidak harus membawa uang tunai serta diuntungkan dengan adanya cashback sekitar 20 persen,” imbau Indarto.

“Bank BRI, Telkomsel dan Go Jek serta tidak menutup kemungkinan untuk penyedia layanan sejenis lainnya untuk ikut mensupport kami dalam mengimplementasikan layanan yang transparan, akuntabel sekaligus untuk meningkatkan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat Kota Bekasi,” pungkasnya.

Dilanjutkan sepatah dua patah dari perusahaan dan provider pendukung dalam penerapan Cashless Payment Service, yaitu disampaikan oleh perwakilan dari QR Bank BRI terkait proses pembayaran masyarakat pengguna e-cashless, selanjutnya sambutan dari Ratih Aryanti selaku Head of Goverment Relation Go Pay dibawah naungan Go-Jek, serta Kurnia Hadhi selaku General Manager Digital Regional Expansion Telkomsel (T-Cash) Area Jabar serta pemutaran testimoni dan video profile cashless payment yang dipersembahkan Polres Metro Bekasi Kota.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi DR. Rahmat Effendi saat didaulat memberikan sambutan mengatakan sangat mengapresiasi apa yang telah dicanangkan Kapolres Kombes Pol Indarto karena semua langsung dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Bekasi.

“Ini akan menjadi roll model di pelayanan publik Kota Bekasi. Polres Metro Bekasi Kota ini lebih maju selangkah dari Pemerintah Kota Bekasi, dengan penerapan e-cashless serta WBK, namun sinegritas melalui koordinasi dan komunikasi dua arah tetap kita tingkatkan. Seperti pelayanan-pelayanan yang kita jalin di Mall Pelayanan Publik Kota Bekasi. Polres bisa Pemkot juga harus bisa,” tegas Rahmat Effendi.

Talk Show dipandu moderator Nugroho dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dibidangnya. Yakni Deputi bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara (Kemenpan-RB), M. Yusuf Ateh, Akedemisi hukum pidana, Dwidja Priyatno, serta ketua Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jakarta Raya, Teguh P. Nugroho (diwakili).

Dalam keterangannya Ombudsman mengkritisi kelemahan sistem e-cashless terhadap kesiapan masyarakat sendiri dalam menerima penerapan cashless payment tersebut. Juga melalui mekanisme yang tepat jumlah, tepat bayar dan yang harus diperhatikan adalah adanya tepat orang.

Selain mengapresiasi Ombudsman RI juga mengingatkan, bahwa secara akumulasi institusi Kepolisian dirangking ke dua yang dilaporkan ke Ombudsman RI setelah BPN diperingkat ke tiga, sedangkan pemerintah daerah (Pemda) menempati rangking pertama.

Acara peluncuran penerapan cashless payment service tersebut diakhiri dengan pemotongan tumpeng secara bersama-sama sebagai simbol rasa syukur atas peluncuran cashless payment service dilanjutkan do’a penutup yang disampaikan oleh H.R Amiruddin AS, dan dirangkai dengan peresmian taman SIM dan simulasi dan kunjungan keruang satpas proses e-cashless pembayaran SIM oleh Kombes Pol Indarto.(*)

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Ahmad Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here