banner 728x250

Pengadilan Negeri Jakarta Utara Sidangkan Perkara Pembunuhan Bos Agen Pelayaran,Pelaku Terancam Hukuman Mati

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Pelaku pembunuhan bos agen pelayaran korban Sugianto yang terjadi di Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan Kelapa Gading Jakarta Utara disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dua orang pelaku , terdakwa Mahfud dan Syahrul dengan berkas perkara terpisah dengan 10 terdakwa lainnya, terancam hukuman mati, atas pembunuhan berencana.

judul gambar

Dihadapan majelis hakim pimpinan Taufan Mandala, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Iqram Saputra menyebutkan, perbuatan pembunuhan terhadap korban dilakukan di Ruko Royal Squard Kelapa Gading, Jalan Pegangsaan pada 13 Agustus 2020 lalu.

Dalam dakwaan jaksa disebutkan, pembunuhan terhadap korban dilakukan atas perintah Nur Lutfi (sidang terpisah) karena unsur sakit hati. Lutfi sakit hati terhadap korban lantaran bosnya itu mengancam akan melaporkannya ke Polisi karena Lutfi diketahui melakukan penggelapan pajak sejak 2015. Nur Luthfi bagian keuangan di perusahaan korban seenak tahun 2O15 itu bertugas mengurus pajak. Nur Lutfi ditengarai tidak membayar semua pajak perusahaan, sehingga korban meminta pertanggungjawaban karyawannya tersebut.

Karena ancaman korban pelaku aktor pembunuhan Nur Lutfi membuat perencanaan untuk menghabisi jiwa bosnya yang berusia 51 tahun tersebut. Lutfi pun menghubungi Rosidi untuk mencarikan pembunuh bayaran dengan membuat skenario bahwa korban telah melecehkan dirinya dan sering mengajak hubungan suami istri di luar tugas kantor.

Lalu terdakwa Rosidi menawarkan kepada Mahfud, kenalannya. Awalnya Mahfud  menolak dengan alasan sudah bertobat. Namun, Rosidi merayunya dengan menyebut kalau tawaran itu merupakan perintah Maman suami siri Nur Luthfi, sosok yang melanjutkan perjuangan Eyang Nur, ayah Nur Luthfi,” kata jaksa.

Mahfud pun akhirnya bersedia dengan imbalan 200 juta rupiah, lalu Mahfud melaksanakan aksinya besama Syahrul. Pelaku mengincar keberadaan korban sekitar pukul 12.30 WIB, saat korban keluar kantornya makan siang ke rumahnya, terdakwa Mahfud langsung menembak korban dari belakang dengan lima kali tembakan hingga tewas.

Jaksa menambahkan, sebelum korban ditembak terdakwa, antara pelaku dengan korban sempat berpapasan sebagaimana  hasil CCTV yang ada dalam perkantoran tempat kejadian perkara. Pelaku pun sempat terjatuh saat berbalik ingin melarikan diri. Karena perbuatan para terdakwa dengan perencanaan, terdakwa terancam pasal  pembunuhan tanpa perencanaan dan pasal pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam pasal 340 KUHP jo Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana hukuman mati, kata jaksa Iqram, 2/3/2021.

Penulis : P. Sianturi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *