banner 728x250

Pengembang Zein’s Adhiasta Premiere Membangun Tanpa Izin, Kasudin Citata Jaktim “Pasang Badan”

  • Share

JAKARTA, mediatransparancy.com – Beberapa unit rumah tinggal milik pengembang Zein’s Adhiasta Premiere di Jalan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Kota Administrasi Jakarta Timur terus mendapat sorotan.

Pasalnya, pembangunan rumah mewah berlantai dua tersebut dibangun pihak pengembang tanpa mengantongi perizinan sebagai mana layaknya membangun di DKI.

judul gambar

Namun, walau tidak memiliki izin, proses pengerjaan bangunan tersebut tanpa memiliki hambatan berarti.

Untuk ‘mengamankan’ serbuan kritikan dari berbagai lapisan masyarakat, Media maupun LSM pihak pengembang diisukan melakukan langkah “penyuapan”. Informasi yang beredar, pihak pengembang memberikan “uang sogokan” kepada Media ataupun LSM sekitar Rp 600 ribu hingga jutaan, tergantung hasil negosiasi.

Beberapa waktu lalu, Kasudin Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kota Administrasi Jakarta Timur yang dikonfirmasi mengenai keberadaan bangunan melanggar tersebut mengaku telah memberikan tindakan.

“Kita telah melakukan tindakan secara administrasi sesuai tupoksi kita,” ujarnya tanpa merinci sudah sejauh mana tindakan telah dilakukan.

Namun kepada beberapa pihak LSM, Widodo mengatakan kalau pihaknya telah melakukan tindakan Rekomendasi Teknis untuk bangunan melanggar tersebut.

Namun informasi tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Kasatpol PP Jaktim, Budi Novian.

Dikatakannya, tidak ada Rekomtek dimaksud. “Tidak ada Rekomtek atas alamat tersebut bang,” ungkapnya.

Informasi yang disampaikan Budi Novian mempertegas, bahwa apa yang disampaikan Widodo terkait sanksi Rekomtek bangunan melanggar tersebut merupakan informasi “bodong”.

Beredarnya informasi “bodong” yang disampaikan Kasudin Citata Jaktim tersebut semakin memantik kecurigaan adanya keterlibatan Kasudin Citata Jaktim tersebut dalam upaya melindungi dan mengamankan bangunan melanggar itu.

Bahkan salah seorang staf Widodo di Sudin Citata Jaktim tidak menampik adanya keterlibatan pejabat sudin dalam proyek perumahan tersebut.

“Kita berbicara logika bang, yang anak setingkat TK juga paham. Di DKI Jakarta membangun itu wqjib ada izin. Jika tidak ada izin, wajib ditindak. Jika tidak ada izin tapi tidak ditindak, itu apa namanya,” ungkapnya sambil meminta identitasnya dirahasiakan.

Disebutkannya, Sudin Citata Jaktim bersama-sama dengan Satpel Kecamatan adalah CCTV kantor Walikota Jaktim dalam hal pengawasan bangunan.

“Jika ada orang membangun kandang ayam tidak dilengkapi izin, saya pastikan itu dibongkar. Alasannya kenapa, karena tidak ada uangnya pemilik untuk suap. Jadi tidak ada cerita itu bangunan bos-bos itu tidak tau,” katanya.

Sementara itu, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (Gracia), Hisar Sihotang kepada Mediatransparancy.com menyampaikan, pihaknya menduga Kasudin Citata Jaktim melalui anak buahnya Kasatpel Citata Kecamatan Ciracas, Mentari telah bersekongkol dengan pihak pengembang untuk mengamankan bangunan melanggar itu.

“Mereka punya andil. Katanya sudah ditindak, tapi nol. Katanya pakai aturan ini, aturan itu, semuanya tidak ada yang pas. Bahkan kalau ada surat yang masuk, pasti diminta dibereskan,” paparnya.

Disampaikan Hisar, dari awal membangun, Widodo maupun Mentari sudah tau bangunan itu melanggar.

“Tapi hingga mau jadi tidak ada tindakan. Terakhir Widodo bilang Pergub 31. Anak Paud juga tau, sebelum itu Pergub ada, bangunan itu sudah melanggar,” sebutnya.

Secara khusus Hisar meminta, siapapun nantinya yang akan menjadi Pj Gubernur DKI, hal pertama yang akan dilakukan adalah evaluasi pejabat Citata.

“Siapa pun nantinya yang menjadi Pj Gubernur DKI, hal pertama yang akan kita lakukan adalah meminta untuk segera mencopot Kasudin Citata Jaktim dan Kasatpel Citata Kecamatan Ciracas,” imbuhnya. Anggiat.

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.