Home EKONOMI Pengurus RW 08 Kelurahan Penjaringan Sosialisasi IUMK dan Peran Koperasi Kepada Pelaku...

Pengurus RW 08 Kelurahan Penjaringan Sosialisasi IUMK dan Peran Koperasi Kepada Pelaku UMKM

137
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Jajaran pengurus rukun warga (RW) 08, Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara memberikan sosialisasi terkait peran Koperasi kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang berlokasi di Jalan Tanah Pasir, Penjaringan Jakarta Utara.

Pada sosialisasi itu, pengurus RW 08 menghadirkan perwakilan dari Koperasi Sejahtera Maju Bersama Mandiri dan perwakilan dari Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kecamatan Penjaringan.

“Kami ingin membantu para pelaku usaha di wilayah kami agar nyaman dalam menjalankan usahanya. Baik dari segi perizinan dan segi permodalannya,” ungkap Ketua RW 08, H. Sambas saat menyampaikan sambutan kepada pelaku UMKM di Jalan Tanah Pasir, Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut H. Sambas, UMKM memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah. Dimana, UMKM mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah.

Salah satu peran UMKM yang penting adalah sebagai sarana mengentaskan masyarakat kecil dari jurang kemiskinan. Alasan utamanya adalah, tingginya angka penyerapan tenaga kerja oleh UMKM.

Namun di sisi lain, lanjut H. Sambas, pada umumnya pelaku UMKM kebanyakan terbentur oleh permodalan untuk menunjang usahanya.

“Atas dasar itu, kami pengurus RW terdorong mengajak para pelaku UMKM untuk bisa bergabung sebagai anggota koperasi,” tuturnya.

Dijelaskannya, dengan menjadi anggota koperasi, pelaku UMKM dapat dibantu dengan peminjaman modal. Pinjaman yang dimaksud tidak disertai dengan riba.

“Misalnya, pelaku UMKM meminjam uang ke koperasi untuk modal sebesar Rp500 ribu. Maka, pelaku UMKM mengembalikan kepada koperasi dengan jumlah yang sama juga,” terang H. Sambas.

Terkait perizinan, pelaku UMKM disarankan untuk mengajukan perizinan yakni Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) ke Kantor PTSP.

“Dengan adanya relaksasi perizinan, maka dalam pengajuannya dipermudah. Pelaku UMKM hanya melengkapi 3 persyaratan, antara lain harus memiliki KTP, memiliki usaha dan NPWP,” ujar Abdul Rachman selaku perwakilan Unit Antar Jemput Izin Bermotor (AJIB) PTSP Kecamatan Penjaringan.

Abdul menegaskan, IUMK yang nanti dimiliki sebagai legalitas dalam berusaha, namun bukan menyatakan kepemilikan bangunan tempat berusaha.

“Berdasarkan data dari Jakpreneur, ada 2800 usaha mikro se-Kecamatan Penjaringan. 1000 diantaranya ada di Kelurahan Penjaringan,” tambah Abdul.

Adapun dalam proses pengajuan IUMK, pelaku cukup menunggu 2-3 hari kerja. Sosialisasi dihadiri sekitar 50 orang pelaku UMKM dari sekitar 200 pelaku usaha di Jalan Tanah Pasir, Penjaringan, Jakarta Utara.

Rencananya, sosialisasi ini akan dilaksanakan secara bertahap mengingat kesibukan masing-masing pelaku UMKM setempat.

 

Penulis: MT1

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here