Home DAERAH PERAGAAN MASAKAN KHAS JAMBI

PERAGAAN MASAKAN KHAS JAMBI

235
0

[is_guest]MASAKAN KHAS JAMBI DIBIDIK AMERIKA[/is_guest]

Jambi, Transparancy.com – Masakan khas Provinsi Jambi dibidik oleh Amerika. Hal ini terbukti dengan datangnya tim dari CIA (The Culinary Institute of America) untuk menyaksikan langsung proses pembuatan masakan khas daerah Jambi, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin siang (24/2). Kedatangan tim Culinary Institute of America ini berdasarkan saran dan arahan dari Wiliam Wongso, pakar kuliner terkenal di Indonesia.

The Culinary Institute of America merupakan institut dari Amerika yang khusus membidangi kuliner atau masakan. Berdasarkan penjelasan dari Claudia Ramer, salah seorang tim Culinary Institute of America, Culinary Institute of America mengunjungi berbagai negara di dunia untuk mengetahui masakan khas daerah-daerah dan menyaksikan langsung proses pembuatan masakan khas daerah tersebut. Untuk tahun 2014 ini, Culinary Institute of America mengunjungi Indonesia dan di Indonesia
mendatangi tiga provinsi, yakni Bali, NTT, dan Jambi.

Pada peragaan memasak masakan khas Provinsi Jambi ini, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jambi, Hj.Yusniana Hasan Basri Agus (HBA) memeragakan cara memasak Tempoyak dan pembuatan Juice Terong Pirus, yang didampingi oleh William Wongso.

Kepada wartawan yang mewawancarainya, Hj. Yusniana menyatakan bahwa dirinya mempunyai harapan yang
besar terhadap masyarakat Jambi supaya mengetahui makanan daerahnya. “Ciri khas kuliner Jambi adalah makanan rumahan,” sebut Yusniana.

Yusniana mengatakan, ibu-ibu PKK, Dinas Pariwisata, dan Dekranasda terpikirkan untuk membuat semacam buku kuliner Provinsi Jambi. “Saya selaku Ketua TP PKK, saya adakan lomba memasak seluruh kabupaten/kota, yang menang saya kirim ke pusat. Harapan saya, agar masyarakat Jambi mengetahui ini masakan Jambi yang sebenarnya,” ujar Yusniana.

Yusniana mengungkapkan bahwa kedatangan William Wongso dan timnya ini datang sendiri ke Jambi, “Dari awal dia membuat surat, kita disposisi kepada Pokja III, kalau mereka datang kita terima dengan baik, ini tujuannya juga bagus, dia mau lihat langsung kita masak, silahkan.

William Wongso menjelaskan, “Saya Ketua Juri Lomba Pangan Nusantara, mungkin ini tahun yang kesembilan. Seingat saya, Jambi itu empat tahun terakhir ini, dari kabupaten yang berbeda, selalu memenangkan kejuaraan Lomba Pangan Nusantara, dan selalu nomor dua. Keunikan masakan daerah itu, sering hanya diketahui oleh orang daerah dan ahlinya masing-masing. Kita dari luar daerah, biasanya kalau diomongin masakan Jambi itu pada tidak tau, makanan apa, karena contohnya tidak ada. Lain halnya seperti rumah makan Padang,” tutur William Wongso.

“Sekarang harus dilakukan sesuatu agar orang dari daerah lain juga lebih mengenal masakan Jambi, ciri
khasnya agar dikenal, juga Culinary Institute of America dari Amerika jauh-jauh, dari kampus
California. Mereka melakukan digital media programme, selama sembilan tahun ini sudah meliput makanan-makanan tradisional 14 negara, dan baru kali ini mereka datang ke Indonesia. Kita sudah meliput Bali, Lombok, dan sekarang ke Jambi,” tutur William Wongso.

Ketika ditanya tentang keunikan masakan khas Jambi, William Wongso menyatakan, “Setahu saya, dengan pengalaman yang lalu-lalu, banyak faktor-faktor lokal, bahan-bahan lokal yang tidak ada ditempat lain, bumbu-bumbunya, cara masaknya, terus satu lagi tanpa minyak. Buat orang umum akan unik, masak tanpa minyak, karena selalu punya konotasi kalau masak itu digoreng atau ditumis dengan minyak, ini tidak dengan minyak,” ungkap William Wongso.

“Kekhasan Jambi pasti setiap daerah punya ciri khas masing-masing yang harus ditampilkan. Saya suka laksa, kemarin saya coba, di tempat lain juga ada yang namanya laksa, tapi di sini, laksanya cukup unik,” lanjut William Wongso.

Pada kesempatan tersebut, tim Culinary Institute of America memberikan cindera mata kepada Yusniana HBA, berupa celemek yang berlabelkan The Culinary Institute of America. (Lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here