Home RAGAM Peran LSM dalam Seluruh Aspek Pembangunan di Indonesia

Peran LSM dalam Seluruh Aspek Pembangunan di Indonesia

258
0
Lembaga Swadaya Masyarakat "Gerakan Peduli Tanah Rakyat dan Negara"

Jakarta, Tranparancy.com – Jorgiana Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) secara umum adalah lembaga independen yang didirikan oleh beberapa atau sekumpulan orang. LSM memiliki ciri karakteristik nonpartisan, non pemerintah. sukarela, serta bersendi pada gerakan moral. Independensi lembaga ditunjukkan dengan melakukan berbagai aktifitas pengawasan, pendampingan, pembelaan dan penyadaran.

Kemunculan LSM merupakan reaksi atas melemahnya lembaga-lembaga negara (Legislatif, yudikatif dan eksekutif) dalam menjalankan fungsi dan peran pranata. Pelemahan fungsi lembaga menyebabkan kelemahan kewenangan. Keadaan itu memunculkan kekuasaan yang solid dari segelintir kelompok orang. Memakai embel-embel demi negara, atasnama masyarakat, gelintir kelompok orang ini akan memperkuat kepentingan sosial, politik, ekonomi, hukum, dan budayanya masing-masing. Melupakan pelayanan kepada masyarakat, dan pada akhirnya membuat timpangnya roda penyelenggaraan negara.

Keadaan ini tentu membawa dampak kepada masyarakat luas. Lambat laun hak dan kewajiban masyarakat menjadi absurd.

Sejarah LSM

Bila mengacu kepada sejarah, pada saat zaman sebelum kemerdekaan, peran pembentukan kelompok masyarakat sangat menentukan awal-awal berdirinya negara ini. Berbagai gerakan kelompok masyarakat yang berani membuka perlawanan terhadap keberadaan pemerintah kolonial Belanda di Tanah Air kita. Kelompok dari berbagai daerah melakukan pernyataan-pernyataan sikap menentang pemerintah yang menguasai negeri kita pada saat itu. Kelompok inilah cikal bakal institusi pemerintahan, institusi tentara hingga tercapai kemerdekaan hingga sekarang ini.

Pada era Presiden Suharto, keberadaan LSM benar-benar dilumpuhkan. Bahkan peran pers seperti dikungkung dalam belenggu rantai orde baru.

Reformasi, pelepasan belenggu era Orde Baru merupakan euforia yang pada awalnya merupakan impian untuk kembali kemerdekaan kita sesungguhnya. Kenyataannya, pemerintahan berganti keadaan semakin bobrok. Korupsi semakin merajalela, pengusaan kekayaan alam bagi segelintir orang, tipu muslihat mengatasnamakan rakyat semakin membuat rakyat menderita. Kekuasaan semakin mencengkeram rakyat. Keadaan ini membuat sebagian masyarakat merindukan kembali kemakmuran semu era Orde Baru.

Keadaan yang semakin memunculkan desakan-desakan pembentukan kelompok-kelompok masyarakat. Puluhan ribu LSM didirikan oleh masyarakat yang berani dan sadar akan hak dan kewajiban. Melakukan pengawasan, pelaporan, pendampingan hingga gugatan bersama masyarakat. Berbagai kasus korupsi yang tersembunyi telah dibuka dan dilaporkan oleh berbagai LSM di seluruh negeri. Berbagai kasus korupsi terbuka, berbagai masalah terungkap. Semakin membuka bobroknya moral penguasa negeri ini.

Kini, keberadaan LSM sebagai penyeimbang tidak bisa dipungkiri lagi, Bahkan presiden ke-7 terpilih, Joko Widodo secara tegas menyatakan betapa besar peran masyarakat dalam mengawal kepemimpinannya.(Herlina)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here