Meulaboh, mediatransparancy.com – Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tapaktuan, Muhammad Sukron beserta ketua dan anggota ibu-ibu Dharma Wanita cabang Rutan Tapaktuan menghadiri pertemuan rutin Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (Pipas) Aceh. Sabtu, 31 Januari 2026.
Pertemuan Pipas kali ini, Rayon 4 (wilayah Barat Selatan) bergiliran menjadi tuan rumah sebagaimana Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Meulaboh didapuk sebagai tempat digelarnya acara ini.

Turut hadir langsung dalam acara tersebut yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Aceh, Yan Rusmanto selaku pembina Pipas Aceh didampingi Ny. Anis Yan Rusmanto yang merupakan Ketua Pipas Aceh dan seluruh kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Aceh.
Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Pipas yang kemudian diisi dengan tausyiah dan do’a dari Ustadz Harits Abu Naufal.
Kemudian dimeriahkan dengan perlombaan Vokal Grup Religi dari perwakilan masing-masing Rayon hingga penyerahan Doorprice (hadiah).
Selanjutnya sambutan Pembina Pipas Aceh yang mengapresiasi penyelenggaraan Pipas ini sebagai ajang memperkokoh silaturrahmi sehingga mengajak seluruhnya untuk mendukung kegiatan ini. Dalam hal ini ia menyoroti peran ibu-ibu Pipas dalam mendukung suaminya sebagai petugas Pemasyarakatan.
“Ibu-ibu Pipas memegang peranan yang penting dalam mempengaruhi kesuksesan suaminya dalam melaksanakan tugas di Pemasyarakatan, terus berikan dorongan dan dampingi dengan sepenuh hati.” Ujarnya.
Sementara itu, bagi Sukron yang baru menjabat sebagai Kepala Rutan pada hari Jum’at kamarin, ini merupakan kali pertamanya menghadiri pertemuan Pipas Aceh dan langsung memanfaatkan momentum ini untuk mengenal lebih dalam Pemasyarakatan Aceh sekaligus menjalin sinergitas dengan jajarannya.
“Ini merupakan momentum emas, hampir semua pimpinan Ka.UPT di lingkungan Pemasyarakatan Aceh berkumpul di sini sehingga memudahkan saya karena langsung berkesempatan untuk mengenal dan menjalin relasi memperkuat sinergitas.” Pungkasnya.

Suasana haru juga menyelimuti kegiatan ini tatkala Kepala Rutan Tapaktuan yang lama, Ramli beserta istri secara resmi berpisah dengan Pipas Aceh karena telah memasuki masa purnabakti dan pada momentum ini ia turut menyampaikan salam perpisahan kepada seluruh jajaran Pipas dan Pemasyarakatan Aceh.















