SAMOSIR, MediaTransparancy.com – Peredaran Judi Togel di wilayah Kabupaten Samosir terus menjadi bahan perbincangan banyak kalangan, khususnya masyarakat. Bagaimana tidak, peredaran bisnis haram tersebut di wilayah yang sering disebut kepingan surga sungguh sudah sangat meresahkan masyarakat sekitar.
Hampir semua sudut wilayah Kabupaten Samosir ditemukan “lapak” Judi Togel.
Tidak hanya itu, sasaran Judi Togel di Kabupaten Samosir tidak mengenal usia. Tua, muda, pria, wanita, bahkan pelajar pun sudah tergila-gila main Judi Togel.
Banyak warga merasakan keresahan dan kekhawatiran atas makin maraknya Judi Togel di Kabupaten Samosir.
Mereka menganggap, Judi Togel tidak hanya merusak tatanan perekonomian warga, tetapi juga merusak tatanan keamanan, kenyamanan dan keharmonisan warga sekitar.
“Dampak yang ditimbulkan makin maraknya Judi Togel di Kabupaten Samosir adalah rusaknya sendi-sendi ekonomi, angka kriminalitas semakin tinggi, kenyamanan semakin berkurang,” ujar Robinson Sitanggang, salah seorang warga yang meminta identitas pribadinya dipublikasikan.
Hal yang sama juga disampaikan Tumbur Simarmata. Dia menyebut, Judi Togel telah meracuni otak warga Kabupaten Samosir.
“Tidak dirumah, di warung, di pesta, bahkan di kantor pun sudah membahas nomor Togel. Ini kan sinting namanya,” ungkapnya.
Tumbur mengatakan, ada pihak-pihak yang diuntungkan semakin menjamurnya Judi Togel di Kabupaten Samosir.
“Bahwa Judi Togel ini untuk sebahagian kalangan merupakan bisnis yang luar biasa menjanjikan untuk menghasilkan uang. Agar semakin eksis, para bandar Judi Togel ini pun akan melakukan berbagai cara, salah satunya dengan menyuap pihak-pihak terkait, termasuk aparat hukum,” katanya.
Atas makin maraknya peredaran Judi Togel di Kabupaten Samosir, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang kembali angkat suara. Dia mengatakan, keberadaan Judi Togel tersebut akibat adanya pembiaran.
“Logika sangat sederhananya begini. Mungkin kah Judi Togel tersebut ada jika tidak dibiarkan? Jawabannya tidak. Judi Togel itu ada karena dibiarkan dan dipelihara,” katanya.
Hisar mengatakan, tidak sulit bagi aparat kepolisian Polres Samosir untuk memberangus peredaran Judi Togel tersebut.
“Mereka (aparat kepolisian-red) memiliki segalanya untuk menumpas seluruh bandar Judi Togel itu. Pertanyaannya adalah, mereka mau memberangus atau memelihara?. Terbukti hingga saat ini tetap marak. Artinya, tidak dilakukan tindakan,” katanya.
Hisar menyebut, faktor utama yang membuat tidak adanya niatan apaarat kepolisian untuk memberangus peredaran Judi Togel di Kabupaten Samosir adalah faktor uang.
Untuk memberangus keberadaan Judi Togel di Kabupaten Samosir, pihaknya meminta aparat kepolisian melakukan tindakan nyata bukan hanya mengumbar slogan.
“Himbauan itu sama sekali sudah tidak berlaku, tapi tindakan nyata. Tapi, tangkap dan penjarakan semua yang terlibat, terutama bandar dan pengedar,” sebutnya.
Melihat peredaran Judi Togel yang kian masif di Kabupaten Samosir, pihaknya memdesak agar Polda Sumut untuk segera turun gunung.
“Melihat masifnya peredaran Judi Togel di Kabupaten Samosir kita dapat menyimpulkan kalau aparat kepolisian Polres Samosir gagal. Demi kenyamanan masyarakat, kita meminta agar Kapolda Sumut untuk segera turun tangan melakukan tindakan tegas dan melakukan evaluasi terhadap semua jajaran Polres Samosir, khususnya Reskrim,” paparnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Samosir, Edward Sidauruk yang dikonfirmasi MediaTransparancy.com lebih memilih cuek.
Penulis: Redaksi















