banner 728x250

Peringati Haul Bung Karno, Ketua PCNU : Pemimpin Perempuan Boleh, yang Penting Amanah

  • Share

TRANSPARANCY – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Cirebon, KH. Yusuf menegaskan, perempuan boleh menjadi pemimpin. Syarat pemimpin itu harus amanah, kredibel, punya kapabilitas, adil dan tidak dzolim.

Demikian disampaikan KH. Yusuf yang didampingi ketua DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon, Fitria Pamungkaswati, kepada wartawan usai mengisi tausyiah pada acara Tahlil Haul Bung Karno, Senin malam (21/6/2021), yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Cirebon.

judul gambar

“Dalam Islam, pemimpin perempuan itu boleh-boleh saja. Tidak masalah dan tak ada larangan. Islam tidak melarang perempuan jadi pemimpin. Yang penting, amanah dan tanggung jawab sama rakyat,” lanjutnya.

Dalam tausyiahnya, KH. Yusuf juga menyampaikan pentingnya menjaga toleransi dan tidak sembarangan menyebut radikal terhadap seseorang atau kelompok tertentu.

“Baca dan pahami Al Quran dengan baik, jangan sembarang menuduh radikal atau kafir. Jangan mau diadudomba, tetap jaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jangan kalah dengan orang yang ingin merusak tatanan negara,” ujarnya.

KH. Yusuf juga menceritakan kisah-kisah perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam melakukan syiar Islam. Dalam perjalanannya, orang-orang yang menghalangi dan membenci Nabi Muhammad SAW juga banyak. Dengan kesabaran, orang-orang yang semula memusuhi akhirnya menjadi pengikut Nabi Muhammad SAW.

“Maka, harus sabar menghadapi orang-orang yang tidak suka. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk mendoakan mereka. Jangan terprovokasi kalau ada yang menjelek-jelekkan dan ingin memecah kebersamaan,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Ketua PCNU juga mengaku bangga dan memberi aspresiasi kepada PDI Perjuangan yang menggelar kegiatan tahlil bersama.

“Saya bangga Haul Bung Karno ada tahlil. Bahkan, tahlil dipimpin Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Ahmad Banna. Tahlil itu berdoa, jelas tujuannya baik dan mudah-mudahan jadi berkah. Ini sejalan dengan napas NU. PDI Perjuangan dengan NU artinya sejalan,” tandas KH. Yusuf yang disambut tepuk tangan para kader banteng moncong putih.

Tahlil Haul Bung Karno dihadiri oleh pengurus DPC PDI Perjuangan beserta pengurus PAC, Ranting hingga Anak Ranting, Badan dan Orsap Partai, Wali Kota dua periode, Subardi, perwakilan DPD Provinsi Jabar, Edi Suripno, serta perwakilan undangan lainnya seperti HIPMI, Gerakan Pramuka, PD Pemuda Muhammadiyah, AMS dan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut juga diputar pula video sosok Bung Karno, Putra Sang Fajar.

Sementara itu, Subardi mengajak generasi muda untuk menjalankan pesan Bung Karno tentang pentingnya memiliki rasa cinta pada Tanah Air.

“Bung Karno menanamkan persatuan dan kesatuan bangsa. Kita harus menjaga dasar ideologi bangsa, Pancasila. Kita berbeda tapi tetap satu dalam balutan Bhineka Tunggal Ika,” paparnya.

Sedangkan Edi Suripno mengajak kepada para kader PDI Perjuangan untuk selalu menjaga kekompakan dan kebersamaan.

Penulis: Yudi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *