Home Berita Terbaru Perkara Tedja Widjaja Mepertaruhkan Wibawa Pengadilan Negeri Jakarta Utara

Perkara Tedja Widjaja Mepertaruhkan Wibawa Pengadilan Negeri Jakarta Utara

3161
0

JAKARTA,MEDIATRANSPARANCY.COM –Sidang perkara penggelapan dan penipuan dengan terdakwa Tedja Widjaja kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 12/12/18 Dengan agenda sidang keterangan saksi pelapor Dewan Pembina universitas 17 Agustus 45 (UTA’45) Rudyono Darsono.

Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) Fedrik Adhar yang didampingi Erma menghadirkan saksi pelapor Rudiono Darsono untuk didengar keterangannya. Menurut keterangan saksi pelapor.

Modus penipuan Terdakwa Tedja Widjaja terbongkar
Saksi menerangkan Tedja Widjaja membujuk agar saksi masuk ke dalam perusahaannya dengan menjadi Direktur Operasional dan yayasan menjadi pemegang saham. Lalu meminta saksi untuk melakukan jual beli atas nama pribadi Tedja dan istrinya Lindawati Lesmana dengan iming-iming akan memberikan jaminan transaksi melalui Bank Garansi yang tidak pernah terjadi sampai saat persidangan. Kemudian saksi meminta kembali untuk melakukan jual beli antara yayasan dengan perusahaannya. Setelah dilakukannya 5 AJB tersebut, bukannya dibayar tunai malah AJB tersebut digadaikan ke bank. Setelah saksi mendesak terus untuk meminta pembayaran atas AJB tersebut, Tedja kembali membujuk untuk menenangkan saksi dengan memberikan surat pernyataan dengan diperkuat surat pernyataan itu di aktakan dihadapan Notaris dengan No.28 oktober 2011. Untuk lebih meyakinkan dan ingin menenangkan saksi, dalam akta pernyataan tersebut dalam point D menyebutkan bahwa ” Tanah tersebut tidak dapat digunakan apabila semua kewajiban belum terlaksana”. Setelah itu saksi tetap mendesak pembayaran kepada Tedja akan tetapi pada tahun 2016 dilakukan pemecahan sertifikat 5 SHGB tersebut tanpa sepengetahuan saksi. Ternyata tanah tersebut sudah digunakan untuk dijual kepada pihak lain.
Saksi pelapor Rudyono Darsono saat persidangan di PN jak-ut
Terdakwa Tedja Diduga Suap Pejabat UPPRD Tanjung Priok

Saksi dalam kesaksiannya menunjukkan akta pernyataan Bambang Prabowo mantan kuasa Tedja sekaligus yang mendampingi Tedja saat itu untuk mengurus pemecahan PBB dimana adanya penyuapan yang dilakukan Tedja kepada kepala UPPRD Tanjung Priok sebesar Rp. 1,000,000,000,-(satu milyar rupiah) untuk memuluskan pemecahan PBB tersebut sekaligus untuk menyempurnakan penipuan yang dilakukan Tedja untuk meyakinkan pembeli atau pihak lain. Kemudian saksi pernah didatangi oleh ketua UPPRD tanjung priok yang menanyakan apakah yayasan akan melakukan pemecahan PBB. Saksi mengatakan tidak pada waktu pertemuan tersebut. Yang dikemudian hari diketahui temyata mulusnya pemecahan PBB dikarenakan adanya suap yang dilakukan tedja kepada Kepala UPPRD Tanjung Priok

Damai Palsu Terdakwa Tedja Widjaja

Saksi pernah ditawari perdamaian oleh perwakilan Tedja agar mundur dan proses persidangan ini dengan dijanjikan tanah 1 hektar di maja Tangerang. Dan pihak perwakilan Tedja akan mengurus peradilan dan tidak ditahannya dalam persidangan.

Saksi pelapor Rudyono Darsono saat menunjukan bukti kepada majelis hakim
Terdakwa Menciderai Kewibawaan Hakim

Dengan yakinnya perwakilan Tedja mengatakan kepada saksi untuk mundur dari perkara ini dan akan mengurus peradilan, seolah-olah Tedja sakti tidak akan ditahan oleh peradilan. Tentunya ini sangat mencederai wibawa Hakim dan peradilan pada umumnya. Apalagi kita mengetahui independensi hakim sangat mutlak sesuai UU Kehakiman dan tentunya Hakim perwakilan Tuhan Yang harus independen, adil dan bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Kecurangan kecurangan terdakwa Tedja Widjaja belum berakhir karena saksi pelapor untuk sidang berikutnya akan melanjutkan keterangannya, dikarenaka masih banyak lagi perbuatan penipuan yang dilakukan oleh Terdakwa Tedja Widjaja yang akan dibongkar tuntas oleh saksi.

Reporter :Herman

Editor:Nurhadi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here