banner 728x250

Pertimbangan Lansia Dan Covid-19 Kajagung Diminta Alihkan Status Penahanan Tersangka Asabri

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.com –Kepala Kejaksaan Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin, Diminta mempertimbangkan pengalihan status penahanan tersangka dugaan Korupsi PT.Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Pasalnya, pengalihan status penahanan terhadap tersangka yang sudah ditahan sejak 1 Februari 2021 lalu oleh penyidik Kejagung, bukan berarti para tersangka tidak patuh terhadap hukum. Namun karena melihat sisi kemanusiaan dan sejumlah alasan dan pertimbangan tertentu yang dapat diterima secara akal sehat dan logika secara hukum.

judul gambar

Dimana saat ini Pandemi Corona Virus Desease Ninetine (Covid-19) masih meresahkan warga masyarakat, sementara tersangka sudah lanjut usia dan tindak mungkin untuk melarikan diri serta, di jamin selalu koperatif dan tidak akan menghilangkan barang bukti. Hal itu disampaikan Priyagus Widodo SH, tim Penasehat Hukum salah satu terdakwa dugaan Korupsi PT. Asabri, Letjen TNI Purn Sonny Widjaja.

Menurut Priyagus, pihaknya membenarkan kliennya ditahan penyidik Kejagung untuk 20 hari ke depan mulai Senin tanggal 1 Februari 2021. Anehnya, sejak awal kliennya sudah cukup koperatif dan sangat kooperatif untuk memberikan keterangan kepada penyidik dengan transparan guna memastikan apakah pengelolaan investasi dana PT. Asabri telah dijalankan sesuai tata kelola yang ditetapkan.

Namun sangat terkejut dan sangat menyesalkan dilakukannya penahanan yang dilakukan penyidik. Karena tersangka Sonny Wijaya, dua kali diperiksa sebagai saksi tangga 19 Januari dan 1 Februari 2021 sebagai saksi sekaligus diperiksa sebagai tersangka dan langsung dilakukan penahanan.

Sehingga sangat disesalkan tindakan penyidik yang langsung melakukan penahanan tanpa mempertimbangkan hak hal secara kemanusiaan. Pada hal penegakan hukum bukan berarti harus melakukan penahanan terhadap suatu tindak pidana, karena melaksanakan undang undang tidak terlepas dari kebijakan seorang pimpinan.

Dalam hal ini, pihak penasehat hukum terdakwa Sonny Wijaya berharap, ” kebijakan Kepala Kejaksaan Agung untuk mengalihkan status penahanan tersangka dari penahanan Rutan ke penahanan kota”, ujar Priyagus 1/02/2021.

Untuk Diketahui.

Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung telah menetapkan sebanyak 8 tersangka yang terlibat dalam kasus dugaan Korupsi PT. Asabri. Para tersangka langsung di tahan 1 Februari 2021 di Rumah Tahanan Kejaksaan Agung Salemba dalam waktu 20 hari ke depan.

Sebagaimana disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum ( Kapuspenkum) Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjutak, pada wartawan yang dikutip dari beberapa media mengatakan, sejumlah tersangka dugaan Korupsi Asabri yakni mantan Dirut PT. Asabri, Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri, Letjen Purn Sonny Widjaya, BE mantan Direktur Keuangan Asabri, HS Direktur Asabri, IWS Kadiv Investasi, LP Dirut Prima Jaringan dan juga BT serta HH.

“Adam Rachmat Damiri sebagai Dirut PT Asabri pada tahun 2009 hingga 2014, Namun, dan diperpanjang dua hingga tahun 2016. Sementara dugaan kerugian negara dalam kasus Korupsi Asabri berkisar 22 triliun rupiah”, ujar Kapuspenkum.

Penulis : P . Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *