Home Berita Terbaru PIHAK KEAMANAN PENGADILAN BERTINDAK TEGAS TERHADAP PARA KORBAN ARISOL “MAMA YONA” APA...

PIHAK KEAMANAN PENGADILAN BERTINDAK TEGAS TERHADAP PARA KORBAN ARISOL “MAMA YONA” APA PEMICUNYA ?

569
1

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Sidang lanjutan yang telah menyita perhatian publik kasus arisan online (Arisol) “Mama Yona” bukan saja hanya dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU), Desy Chrisna Yulyani Sitanggang juga dapat didakwa dengan pasal penipuan dan penggelapan serta UU ITE, terus bergulir di Pengadilan Negeri Klas-1 (PN – Bekasi), dijalan Pramuka Nomor 81, Margajaya Bekasi Selatan, Kota Bekasi Jawa Barat pada, Selasa (25/9/2018) siang.

Dalam sidang yang telah memasuki sidang ke-5 tersebut Hakim ketua, Oloan Silalahi, SH, MH meminta kepada saksi selaku admin Arisol untuk kooperatif dalam memberikan kesaksian. “Cari kerugian yang nyata, data dibawa semua administrasi pasti ada pembukuannya dan bukti-bukti,” imbaunya

Sidang kasus perkara arisan online (Arisol) “Mama Yona” yang telah memasuki sidang kelima terus dipadati pengunjung hingga ke luar ruang sidang. Agenda sidang kali ini adalah mendengarkan keterangan saksi korban dan sidang digelar PN Bekasi pada, Selasa (25/9)“Ini jaman teknologi, jangan dibilang bukti transfer tidak ada atau hilang. Tidak hanya ngomong saja, saya minta buktinya,” tegas Hakim ketua, Oloan Silalahi.

Ada kejadian menarik dalam sidang lanjutan kali ini, akibat membuat gaduh diluar ruang sidang pengadilan yang tengah menggelar sejumlah persidangan. Dengan terpaksa petugas ‘security’ Pengadilan Negeri Klas 1 (PN – Bekasi), mengusir puluhan ibu-ibu muda yang merupakan korban arisan online (Arisol) “Mama Yona” usai mengikuti sidang ke-5 dengan terdakwa Desy Chrisna Yulyani Sitanggang tersebut.

Kuasa hukum para korban, DR. Syafrudin, SH, MH dari kantor pengacara Syafflov dan Partners saat memberikan keterangan Pers-nya usai jalani sidang yang digelar PN Bekasi pada, Selasa (25/9)

Para korban arisan online berebut masuk ke dalam memadati ruang sidang sekitar pukul 13.30 WIB. Para korban datang dari sejumlah daerah seperti Makassar, Bali, Medan, Jawa Timur, Ciamis serta Pekanbaru. Dan agenda sidang lanjutan kali ini adalah pemeriksaan saksi-saksi korban.

Namun akibat keterbatasan ruangan dan membludaknya pengunjung sidang Arisol tersebut, membuat petugas keamanan bekerja ekstra. Insiden kericuhan terjadi setelah sidang usai, saat salah seorang korban Arisol, Amel (29) ingin mengambil gambar terdakwa, Desy namun dihalangi suami Desy, Yoki Rumapea hingga Handphone Amel terjatuh.

Hal inilah yang kemudian memicu kemarahan para korban lain yang mayoritas ibu-ibu muda, entah siapa yang memulai ‘memanasi’ seolah-olah Amel dijambak. Sehingga membuat para ibu-ibu korban arisan online tidak terima dan terlibat adu mulut dengan petugas kejaksaan maupun pihak keamanan PN Bekasi.

Hal ini mengakibatkan suasana semakin kacau dengan teriakan dan umpatan, hingga akhirnya petugas keamanan bertindak tegas dan responsif untuk menenangkan situasi. Sebab di dalam ruang sidang masih digelar persidangan perkara lain.

Sementara itu, Lovieta Helena, SH selaku pendamping kuasa hukum, DR Syafrudin, SH, MH dari kantor pengacara Safflov dan Partners mengatakan bahwa pengadilan adalah rumah rakyat, yang dimana rakyat minta keadilan dari pengadilan.

“Kasus Arisol “Mama Yona” telah menyita perhatian publik untuk di tegakkan. Kami selaku tim kuasa hukum korban merasa sangat kecewa, juga para korban-korban. Dimana suami Desy Sitanggang, yakni Yoki Rumapea berindikasi dan diduga melakukan penganiayaan kepada Amel korban dari Makasar,” tuturnya melalui sambungan telepon.

“Ia (Yoki Rumapea) juga menyatakan pengancaman kepada suami korban Monica Vivianti, (walaupun akhirnya diklarifikasi). Kalau perihal penanganan pengadilan kepada korban kami sangat puas sampai saat ini baik majelis Hakim  maupun Jaksa,” ungkap Lovieta.

Masih kata Lovieta, maka terjadinya keramaian tersebut. “Kenapa klien-klien kami ribut, emak-emak semua. Seandainya kalau langsung Yoki Rumapea minta maaf saya rasa tidak terjadi hal tersebut dan Desy Sitanggang kuasa hukumnya juga tidak segera menegahi. Dugaan premanisme statement suami terdakwa Yoki Rumapea walau pun memang akhirnya suami Desy Sitanggang minta ma’af. Tapi itulah (sikap) premannya suami dari Desy Sitanggang,” tandasnya.(red)

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Ahmad Z

alterntif text

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here