banner 728x250

PMI Jakarta Barat Bersama Demo Care Menggelar Donor Darah Dengan Plt Lurah Meruya Selatan

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comPalang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat bersama demo care menggelar kegiatan donor darah sukarela yang berlangsung di kantor Lurah Meruya Selatan, Selasa (29/12) pagi. Kegiatan ini diikuti para pengelola RPTRA se-Jakarta Barat dan kader PKK Kelurahan Meruya Selatan.

Ketua PMI DKI Jakarta, Rustam Effendi meninjau langsung pelaksanaan kegiatan donor darah yang diprakarsai oleh salah satu lembaga sosial masyarakat (LSM). “PMI akan rutin menggelar kegiatan donor darah berkoordinasi dengan pemerintah daerah, serta elemen masyarakat lainnya, seperti organisasi masyarakat dan LSM, tokoh masyarakat, dan sebagainya,” tutur mantan walikota Jakbar, yang didampingi Ketua PMI Jakarta Barat, H.Baharuddin, dan Plt Lurah Meruya Selatan, Zainuddin.

judul gambar

Menurutnya, kegiatan donor darah tersebut sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan darah PMI yang mulai menurun pada masa pandemi corona. Stok darah diperkirakan hanya berkisar 200-300 kantong darah/hari. Kondisi ini berbeda sebelum masa pandemi yang mencapai 1000 kantong darah/hari.

Rustam memastikan bahwa kegiatan donor darah pada masa pandemi bisa dilakukan asalkan tetap menerapkan prosedur kesehatan pencegahan covid-19. Para pendonor wajib menerapkan protokol kesehatan 3M yakni Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, dan menjaga jarak, serta hindari kerumunan.

Mereka yang menjalani donor darah juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, seperti cek suhu badan dan pemeriksaan tensi darah. “Kami pastikan kegiatan ini mengacu protokol kesehatan pencegahan covid-19,” jelasnya.

Sementara itu, Plt. Lurah Meruya Selatan, Zainuddin mengatakan kegiatan donor darah sukarela ini diprakarsai oleh salah satu lembaga sosial masyarakat (LSM) bekerjasama dengan PMI Jakarta Barat.

Kegiatan donor darah diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri para pengelola RPTRA se-Jakarta Barat, kader PKK kelurahan dan FKDM. “Yang mendaftarkan diri sebanyak 150 peserta, namun yang bisa diambil darahnya sekitar 90 pendonor,” ujar Zainuddin.

Menurut Zainuddin, mereka yang tidak bisa mendonorkan darahnya lantaran tidak memenuhi persyaratan seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), mengidap hepatitis, berat badan kurang dari 45 kg, dan sebagainya.

penulis : Putri

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *