Home HUKUM PNJakut Periksa Novel Baswedan Korban Penyiraman Air Keras

PNJakut Periksa Novel Baswedan Korban Penyiraman Air Keras

179
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), pimpinan majelis hakim Djuyamto didampingi dua hakim anggota, Taufan Mandala dan Agus Darwanta, memeriksa Novel Salim Baswedan sebagai korban dalam perkara penyiraman air keras.

Novel diminta keterangannya sebagai saksi korban penganiayaan penyiraman air keras yang diduga dilakukan dua terdakwa oknum anggota Polri dari Kesatuan Brimob.Terdakwa Rony bugis dan Rahmat Kadir Mahulete harus duduk di kursi pesakitan dengan dua berkas perkara terpisah (displit), agenda pemeriksaan saksi melalui sidang Video Teleconference, 30/04/20.

Dalam keterangannya Novel mengatakan, dirinya tidak kenal dengan pelaku, tiba tiba orang tidak kenal menyiramkan air keras ke bagian muka dan mengenai baju bagian depan. Kejadian itu terjadi sekitar bulan April tahun 2017 lalu, sepulang Sholat Shubuh dari Masjid dekat rumah saya di jalan Deposito Kelurahan Pegangsaan, Perumahan Kelapa Gading Jakarta Utara.

Dihadapan majelis hakim, jaksa penuntut umum dan penasihat hukum terdakwa, saksi Novel mengatakan, setelah terjadi penyiraman air keras yang kena baju itu langsung dibuka dan bergegas balik ke Masjid mengingat ditempat itu banyak air untuk di siramkan ke muka yang kena air keras. Lalu teman yang di Masjid itu membawa saya ke Rumah Sakit Mitra Keluarga, selanjutnya saya tidak tahu lagi dan dirujuk ke Rumah Sakit Mata Jakarta lalu ke Singapura”, ujarnya Novel.

Dalam persidangan hakim mempertanyakan, baju yang digunakan korban bolong-bolong didepan, kelihatannya bekas guntingan, “Ini barang bukti bajunya knapa bolong-bolong ada bekas guntingan”, kata Hakim ketua. Menjawab hal itu saksi mengatakan tidak seharusnya begitu, namun saya tidak tahu, sebab setelah saya buka baju diletakkan begitu saja di tempat kejadian”, kata Novel.

Sebelumnya dalam dakwaan tim Jaksa Penuntut Umum, yang di koordinatori Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Satria Irawan, didampingi jaksa Fedrik Adhar, Achmad Patoni, menyebutkan, kejadian sekutar bulan April 2017 lalu. Kedua terdakwa secara bersama sama melakukan penganiayaan terhadap korban di jalan Deposito Blok T, Kelurahan Pegangsaan, Kecamatan, Kelapa Gading Jakarta Utara.

Melakukan penganiayaan dengan cara menyiramkan cairan asam sulfat (Air Keras) ke bagian muka korban Novel Salim Baswedan sehingga mengakibatkan luka berat dan menghalangi aktifitasnya bekerja.

Perbuatan terdakwa untuk memberikan pelajaran supaya tidak dapat bekerja , karena terdakwa tidak suka dengan korban. Sebelumnya terdakwa mempelajari situasi lokasi dan denah rumah korban di Kelapa Gading, dengan menggunakan motor. Dimana denah rumah korban hanya ada satu portal yang di buka.

Atas perbuatannya, kedua terdakwa diancam dalam pasal 355 ayat 1 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP sebagaimana dakwaan Primair. Sementara dakwaan Subsidair diancam dengan pasal 353 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 KUHP
Lebih Subsidair
Pasal 351 ayat 2 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, kata Jaksa.

(P.Sianturi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here