Home BERITA TERBARU Pol PP DKI Jakarta Tutup Permanen Hotel AVA OYO Pademangan Selama Izin...

Pol PP DKI Jakarta Tutup Permanen Hotel AVA OYO Pademangan Selama Izin Belum Ada

115
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Polisi Pamong Praja (Pol PP) DKI Jakarta menutup secara permanen, dengan menyegel usaha operasional penginapan atau Hotel AVA OYO yang berlokasi di Komplek Ruko Permata Ancol, Jalan Budi Mulya Kelurahan Pademangan Barat, Kecamatan Pademangan, Kota Administrasi Jakarta Utara.

Penutupan operasional usaha yang diduga tempat penginapan atau Hotel tersebut karena pemilik belum memiliki izin operasional yang diterbitkan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Arifin Kasatpol PP Provinsi DKI Jakarta yang memimpin penutupan kegiatan Operasional penginapan tersebut mengatakan, penutupan permanen operasional ini merupakan tindakan tegas bagi pemilik penginapan AVA OYO yang mengabaikan perizinan. Sementara pemilik usaha tersebut tidak mengindahkan Protokol Kesehatan, untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) guna pencegahan penyebaran Corona Virus Desease Ninetine (Covid-19).

Keputusan menutup usaha tersebut merupakan tindakan tegas kepada pihak-pihak yang mengabaikan perizinan. Terkait keberadaan usaha tersebut sudah beberapa kali dikeluhkan masyarakat karena sering menimbulkan kerumunan, sehingga harus diberikan tindakan tegas”, ujarnya 35/01/2021 di lokasi saat memimpin operasi Pol PP.

Arifin menambahkan, sebelum dilakukan penutupan oleh Satpol PP DKI Jakarta, sudah berulangkali dilakukan sosialisasi pengurusan izin operasional dan surat teguran dari Pol PP tingkat Kecamatan Pademangan, namun tidak diindahkan pemilik, sehingga saat ini langsung dilakukan tindakan tegas.

“Saya minta, pemilik penginapan ini supaya mengurus semua dokumen perizinannya, sebab jika izinnya tidak ada maka tempat ini tidak boleh beroperasi dan tidak ada aktifitasnya”, ucapnya.

Sementara Camat Pademangan, Mumu Mujtahid menerangkan, tempat penginapan ini ditengarai sebagai lokasi asusila dengan beberapa bukti temuan petugas sebelumnya. Sejumlah pelanggan kedapatan masih berusia remaja dan belum memiliki ikatan suami-istri.

“Pada 23 dan 24 Desember 2020 lalu dilakukan tindakan dan menangkap pasangan bukan suami isteri dibawah umum menginap di tempat tersebut. Demikian juga laporan warga kalau malam hari tempat itu ramai, sehingga dilakukan operasi terkait perijinannya dari Dinas terkait dan diketahui belum ada izinnya”, ucap Camat menambahkan.

Penulis : P. Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here