banner 728x250

Polres Cirebon Kota Gelar Konferensi Pers Tersangka Penyalahgunaan Narkotika dan Obat Farmasi Tanpa Ijin

  • Share

KOTA CIREBON, MEDIA TRANSPARANCY – Tidak ada tempat bagi pengedar Narkotika dan penyalahgunaan mengedarkan obat-obatan sediaan farmasi tanpa ijin edar yang sah di wilayah hukum Polres Cirebon Kota.

Demikian ditegaskan Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan, dalam Konferensi Pers yang digelar di Mako Polres Cirebon Kota, Jl. Veteran No.5 Kejaksan, Kota Cirebon, Selasa (2/3/2021) siang.

judul gambar

Sat Narkoba Polres Cirebon Kota berdasarkan 13 LP dengan 13 TKP di wilayah hukum Polres Cirebon Kota berhasil mengamankan 16 orang tersangka yang terdiri dari 15 laki-laki dan 1 tersangka perempuan. “Para tersangka ini telah melakukan tindakan penyalahgunaan Narkotika jenis sabu, jenis ganja, narkotika golongan cannabinod sintetis yang terkandung di dalam tembakau dan penyalahgunaan mengedarkan obat-obatan sediaan farmasi tanpa ijin edar yang sah,” ujar AKBP Imron.

“Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan oleh Sat Narkoba diantaranya jenis sabu sebanyak 2 paket dengan berat 0.81 gram, narkotika jenis ganja sebanyak 2 paket dengan berat 115,17 gram, narkotika jenis tembakau sintetis sebanyak 58 paket dengan berat 123,46 gram, obat sediaan farmasi sebanyak 1.364 butir dengan rincian pil tramadol sebanyak 1.056 butir dan pil trihex sebanyak 308 butir,” ungkapnya.

Kapolres melanjutkan, modus operandi dalam transaksi tindak pidana penyalahgunaan narkotika jenis shabu dan ganja juga cannabinod sintetis yang terkandung di dalam tembakau tersebut, tersangka menjual secara langsung ke pembeli yang datang ke tempat tersangka.

Para tersangka penyalahgunaan Narkotika jenis ganja dan jenis Cannabinod Sintetis yang terkandung didalam Tembakau, kita jerat dengan pasal 112 ayat 2 Pasal 114 ayat 2 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Permenkes RI No. 22 Tahun 2020 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup, atau pidana paling singkat 6 (enam) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp. 10.000.000.000 (sepuluh milyar rupiah).

Sementara untuk tersangka tindak pidana penyalahgunaan obat sediaan farmasi tanpa ijin edar yang sah dijerat dengan pasal 196 Jo Pasal 197 UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, ancaman hukuman penjara 15 (lima belas tahun) tahun dan denda paling banyak Rp. 1.500.000.000 (satu miliar lima ratus juta rupiah).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Cirebon Kota, AKBP Imron Ermawan dengan didampingi Letkol Inf Herry Indriyanto (Dandim 0614 Cirebon Kota), AKBP Muh. Andri (Danyon C Brimob Polda Jabar), Kompol Ali Rais Ndraha (Wakapolres Cirebon Kota), AKP I Putu Hasti Hermawan (Kasat Reskrim), Iptu M. Ilham (Kasat Narkoba) dan Kasubbag Humas Polres Cirebon Kota, Iptu Ngatidja, dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan.

Penulis: Yudi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *