banner 728x250

Polres Samosir Diminta Tindak Lanjuti Laporan Pengaduan Penyekapan Risda Sigalingging

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Risda Sigalingging(20)Thn, Korban Penganiayan yang diduga dilakukan oknum bekas tokenya. Akibat penyekapan yang dialaminya, dirinya masih trauma panjang, dan tubuhnya tampak kurus.

Risda mengakui, pada saat dirinya disekap kurang lebih dua minggu diruangan gelap, untung ada puluhan orang awak media mendatangi pengusaha panglong tersebut sehingga dapat meloloskan aksi penyekapan yang terjadi pada dirinya.

judul gambar

Risda Sigalingging menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya kepada sejumlah awak media. “Saya ditampar, saya dilempar mancis dan saya dikurung dalam ruangan selama dua minggu, tutur Risda memohon. ” Tolonglah saya Pak Kapolres, supaya mengusut tuntas penyekapan yang dilakukan oleh oknum tersebut terhadap diri saya”.

“Aksi penyekapan terhadap dirinya, keluarga telah membuat laporan pengaduannya ke Polres Samosir pada tanggal 26 September 2020 lalu dan menunjukkan Laporan Pengaduan dengan Nomor:STPL/166/IX/2020/SMR/SPKT melalui telp selulernya, saat ditemui  di Pasar Inpres Onan Baru Desa Pardomuan I kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir Provinsi Sumatera Utara kepada sejumlah awak media Rabu, (17/3/2021).

Terjadinya penyekapan dan pemukulan terhadap dirinya, ”dituduh menggelapkan barang berupa semen sebanyak 300 zak di tempat dia bekerja (Panglong CV Maduma-Red). “Ujar Risda Sigalingging.

“Saya sudah bekerja di panglong CV Maduma milik Martumbur Nainggolan selama 1 tahun lebih, yakni sejak Juni 2019 sebagai kasir. Lalu, pada tanggal 02 September 2020, saya dituduh menggelapkan semen. Itulah awal kejadian yang menimpa saya terjadi hingga saya pun dilaporkan ke Polres Samosir,” tuturnya.

Setelah saya dilaporkan, saat itu juga, masih kembali ke tempat ia bekerja di CV Maduma sesuai permintaan pemilik panglong saat itu. Dirinya mengaku dipulangkan penyidik Polres Samosir, dengan alasan tidak cukup bukti.

Mungkin karena tidak puas, Pemilik Panglong menyekap saya tepatnya Kamis, (3 s/d  22 September 2020)  dan pemilik CV Maduma memintanya mengganti rugi atas tuduhan penggelapan semen.

Selama dalam penyekapan, tidak bisa berkomunikasi karena hand phone disita, tidak hanya itu bahkan Ijazah asli mulai dari SD, SMP hingga SMA juga disita, “ Pungkasnya.

“Saya sangat sedih, trauma dan tanpa saya sadari, air mata saya menetes, bila mengenang kejadian tersebut,” ungkapnya. Ia berharap pengaduannya bisa diproses karena sudah lima bulan tidak ada perkembangan.

Risda memohon “Sekali lagi pak Kapolres Samosir tolonglah kasus saya ini ditanggapi saya sangat trauma dan terpukul, hingga saat ini” lirihnya.

Kasat Reskrim Polres Samosir AKP Suhartono kepada awak media mengatakan, “bahwa pihaknya masih terus lidik dan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) telah diberikan kepada pelapor, singkat Sartono.

Viralnya kasus penganiayaan terhadap Risda Sigaling, Ormas Garda Bela Negara Nasional DPC Kabupaten Samosir, angkat bicara, melalui Sekretarisnya Daniel Sagala,  “Meminta kepada penegak hukum supaya menanggapi keluhan pihak korban, kita bukan  intervensi namun sebagai  masyarakat yang peduli keadilan sosial, pada hakekatnya kita semua sama dimata Hukum, “yang salah tetap salah yang benar tetap benar.

Dan tidak tertutup kemungkinan Laporan Pengaduan tersebut kami tindak lanjuti kepada Kapolda Sumatera Utara yang baru dilantik, Irjen. Pol. Panca Putra Simanjuntak sesuai dengan janjinya ketika dilantik menjadi Kapolda Sumatera Utara, yaitu pada point ke 4, mengatasi gangguan kamtibmas, baik itu kejahatan jalanan maupun penyakit masyarakat dan merealisasikan kebijakan Kapolri berupa transpformasi menuju Polri Presisi. ” Tegas Daniel mengakhiri.

Hingga berita ini diturnkan, Pemilik Panglong Maduma dengan Nomor Hp:08127515XXXX, tidak bisa dihubungi. Sabtu, (20/3.2021), tepat pukul 13:30 Wib.

Penulis: Hatoguan Sitanggang
Editor: Redaksi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *