Home NASIONAL Presiden Berdialog dengan Budayawan, Bahas Infrastruktur Budaya

Presiden Berdialog dengan Budayawan, Bahas Infrastruktur Budaya

207
0
Foto : Presiden Jokowi berdialog dengan para budayawan di Galeri Nasional, Jakarta, Selasa (23/8) sore. (Foto: Humas/Jay).

Jakarta, Mediatransparancy.com – Selain pembangunan infrastruktur sebagai program utama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama lima tahun masa pemerintahan, Pemerintah tetap melakukan pembangunan sumber daya manusia yang juga penting dalam pembangunan nasional. Maka dari itu, Presiden berdialog dengan sejumlah seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia Jakarta untuk mendapatkan saran dari berbagai sisi pada Selasa 23 Agustus 2016 sore.

Presiden mengungkapkan anggapan yang selama ini ditujukan pada Presiden mengenai program pembangunan yang diusung nya. Banyak pihak menganggap bahwa pemerintah sekarang ini hanya berfokus pada percepatan pembangunan fisik semata.

“Pada sore hari ini, saya ingin mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan input-input, agar pembangunan infrastruktur yang lunak, infrastruktur yang tidak keras itu juga bisa kita mulai,” ucap Presiden berdasarkan rilis Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin‎.

Presiden mengakui dalam pertemuan itu banyak menerima masukan dari para budayawan itu, misalnya menumbuhkan kembali kesusastraan.

“Menguatkan kembali diplomasi budaya kita, membangun pusat kebudayaan. Tapi tidak di wilayah urban tetapi juga di desa sehingga muncul pusat kebudayaan, tak hanya di kota tetapi juga di daerah. Saya kira banyak sekali nanti kebijakan makro kebudayaan kita dalam rangka proses pembudayaan manusia,” ucap Presiden.

Selama dialog yang bertajuk “Ngeteh Bareng Presiden” tersebut berlangsung, Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit. Tampak pula hadir ‎Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.

‎Adapun sejumlah seniman dan budayawan yang turut berpartisipasi dalam dialog tersebut antara lain Arswendo Atmowiloto, Frans Magnis Suseno, Jean Couteau, Garin Nugroho, Radhar Panca Dahana, Sutanto Mendut, Ahmad Tohari, Acep Zamzam Noor, Nasirun, Edy Utama, Al-Azhar, Sys Ns, Djadoeg Ferianto, dan Butet Kertaradjasa.‎

Penulis : Chris Muryat/rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here