Home NASIONAL Presiden Jokowi : Waspadai Inflasi Jelang Ramadhan

Presiden Jokowi : Waspadai Inflasi Jelang Ramadhan

207
0
Foto : Presiden Jokowi memberikan pengantar pada Sidang Kabinet Paripurna, Selasa (7/6) siang, di Istana Negara, Jakarta.

Jakarta, Mediatransparancy.com – Presiden mengatakan bahwa menjelang lebaran harus diwaspadai terjadinya inflasi. Memang, harga-harga bahan pokok menjadi tanggung jawab Kementerian Perdagangan, meski kementerian yang lain turut berperan, seperti Kementerian Pertanian, Kementerian BUMN. “Karena juga bersentuhan langsung dengan hal-hal yang berkaitan dnegan inflasi. Kita jaga inflasi paling tidak harus di bawah 4 untuk tahun 2016,” ujar Presiden pada pengantar Sidang Kabinet Paripurna kemarin siang, Selasa (07/06) di Istana Negara.

Untuk menekan inflasi ini, Presiden meminta agar menjelang Idul Fitri tidak terjadi kenaikan harga-harga. Dalam pemikiran Presiden, kenaikan harga-harga ini adalah kebiasaan setiap tahun. “Memang demandnya juga naik, tapi kalau supply-nya dikendalikan, digerojok supply yang lebih, saya kira tidak akan seperti ini,” ujar Presiden.

Presiden membandingkan dengan negara lain, dimana justru saat Natal dan Tahun Baru justru diadakan diskon besar-besaran. “Kita ini mau Idul Fitri nggak banyak diskon. Saya membayangkan ada ide itu. Tempat lain bisa, kenapa kita tidak bisa,” ucap Presiden.

Oleh karenanya, pada Rapat Terbatas pada 26 April 2016, Presiden meminta agar dilakukan perubahan sehingga tidak terjadi kenaikan harga-harga. “Saya yakin itu mampu kita lakukan. Terkonsep, terencana, dan pelaksanaan implementasi di lapangan diikuti, karena nanti dampak dari kenaikan harga, yang terkena adalah rakyat kecil, termasuk petani, buruh tani, karena 82 persen petani kita adalah juga konsumen beras,” ujar Presiden.

Sidang Kabinet Paripurna ini dihadiri oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla dan para menteri anggota Kabinet Kerja, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala BIN.

Penulis : Aloysius Tedi/rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here