Home NASIONAL Presiden : Kita Terus Bekerja Keras Untuk Pembebasan 4 WNI Lainnya

Presiden : Kita Terus Bekerja Keras Untuk Pembebasan 4 WNI Lainnya

212
0
Foto : Presiden pada keterangan pers tersebut ialah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Minggu(1/5/2016)

Jakarta, Mediatransparancy.com – Usaha pemerintah Indonesia untuk membebaskan beberapa Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf kini membuahkan hasil.

Sebanyak 10 dari 14 WNI yang disandera telah dapat dibebaskan. Fokus pemerintah saat ini ialah memastikan kedatangan ke-10 WNI tersebut dan juga bekerja keras untuk membebaskan 4 WNI lainnya.

Demikian diungkapkan Presiden Joko Widodo dalam keterangan persnya di hadapan para wartawan sekitar pukul 18.15 di Istana Bogor, Minggu 1 Mei 2016. Sebagaimana dilansir dari siaran pers Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana, turut mendampingi Presiden pada keterangan pers tersebut ialah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sepuluh anak buah kapal berkewarganegaraan Indonesia disandera oleh kelompok bersenjata Abu Sayyaf sejak 26 Maret 2016 lalu di Filipina. Presiden mengucapkan syukur atas bebasnya ke-10 WNI tersebut.

“Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT, akhirnya 10 ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sejak tanggal 26 Maret 2016 yang lalu, saat ini telah dapat dibebaskan,” demikian Presiden Joko Widodo memulai keterangan persnya.

Adapun ke-10 WNI yang telah dibebaskan tersebut saat ini dalam keadaan baik dan diperkirakan kembali ke Jakarta sekitar tengah malam ini.

“Posisi detik ini akan diberangkatkan dari Zamboanga menuju ke Jakarta dan diperkirakan tengah malam akan sampai di Jakarta. Sepuluh WNI dalam keadaan baik dan akan segera dipulangkan ke Indonesia,” terang Presiden.

Presiden juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu usaha pembebasan ke-10 WNI tersebut. Dalam kesempatan tersebut, Presiden Joko Widodo juga secara khusus berterima kasih kepada pemerintah Filipina atas kerja sama yang baik.

“Oleh karena itu saya ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak, seluruh anak bangsa yang telah membantu proses upaya pembebasan ini, baik yang formal maupun yang informal. Ucapan terima kasih terutama juga saya tujukan kepada pemerintah Filipina, tanpa kerja sama yang baik upaya pembebasan tersebut tidak mungkin membuahkan hasil yang baik,” ujarnya.

Namun demikian, Presiden menekankan bahwa pemerintah saat ini masih terus bekerja keras untuk membebaskan ke-4 WNI lainnya yang masih disandera. Keempat WNI tersebut disandera saat pembajakan kapal Tunda Henry dan kapal tongkang Cristi pada tanggal 15 April lalu.

“Saat ini, kita masih terus bekerja keras untuk pembebasan 4 ABK WNI yang lainnya,” tegasnya.(Humas Setneg-RI)

Editor : Aloysius Tedi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here