banner 728x250

Proyek Alur Tano Ponggol ,”Didempul “,Menjadi Pertanyaan Publik

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANSI – Saat ini sekira Ratusan Meter kerusakan dampak keretakan yang terjadi di Proyek Alur Tano Ponggol,menjadi pertanyaan publik,diduga keras tidak sesuai dengan methode pelaksanaan pekerjaan.

Tampak Selasa pagi(19/)dilapangan para pekerja mulai sibuk mendempul kerusakan yang hampir ratusan meter tersebut untuk menutupi keretakan dalam menghindari sorotan awak media.

judul gambar

Melihat Ini akhirnya Ketua GBNN DPC Kabupaten Samosir Hatoguan Sitanggang kepada Awak media Selasa(19/1)buka bicara.

Hatoguan sitanggang menjelaskan”besar dugaan kita dalam menanggapi keretakan ini sebab akibat tidak sesuai dengan methode pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan kontruksi,ucapnya

contoh kecil dalam pemadatan timbunan seharusnya ada selang waktu yang termatub dalam RAB,bila kita tidak lalui waktu yang tersedia kemungkinan akan ada penyusutan timbunan yang mengakibatkan keretakan pada dinding penyangga timbunan,terangnya.

Disini kita harapkan pihak PPK seharusnya sudah turun lapangan dalam menyikapi informasi ini,sehingga kita tidak hanya menduga-duga sebab akibat terjadinya keretakan ini,”bukan asal dempul saja”ujar hatoguan mengakhiri.

Mendengar ini, Bungaran Sitanggang asli putra Samosir juga memberi komentarnya

Foto: Bungaran Sitanggang SH., MH
Pengacara & Firma Hukum

Disini dia memberi komentar “Pecahnya atas pundasi Tano Ponggol diduga karena Pondasinya tidak kuat Atau mungkin pekerjaannya asal jadi, karenanya kekuatan pondasi menahan beban menjadi tidak ada,sehingga dapat mengakibatkan pecah dan berpotensi longsor nantinya.

Melalui Tayangan saudara Soritua Manurung hari ini, memperlihatkan ada 2 orang tenaga kerja yang kelihatan mencoba menambal tembok yang pecah tersebut, dapat kita pastikan tambalan seperti ini hanya bersifat sementara saja karena tidak terisi hingga kedasar pondasi, akan tetapi kulit luarnya saja.

Sepintas memang terlihat baik dan bagus karena ditambal bagaikan acuan dalam suatu bangunan Rumah.Sengaja disingkap untuk upaya mengelabui!, Siapakah yang bertanggung jawab atas pekerjaan ini Boleh ,para pemberi pekerjaan dimintai tanggung jawab? Atau Kontraktornya?.

Disini menurut kita Tim teknis memang harus turun tangan memeriksa konstruksi bangunan itu, apakah sesuai bestek yang sudah ditentukan. Bilamana ternyata tidak sesuai misalnya, dimana peran pengawas sehingga bisa seperti itu kejadianya.

Menurut informasi beredar Proyek Tano Ponggol ini dikabarkan menelan anggaran sebesar Rp. 300 milyar, Biaya sebesar itu adalah dari APBN, ujar Bungaran.

PENEGAK HUKUM HARUS USUT

Diharapkan Penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan harusnya pro aktif menyelidiki kasusini tanpa harus menunggu laporan masyarakat. Sebab bukan tidak mungkin terdapat aroma yang kurang baik didalamnya dugaan kita, Adakah niat untuk mengusutnya? Kita tunggu selanjutnya dalam stekmenya.

Senada itu terkait proyek alur Tano Ponggol ketika dikonfirmasi PT.BRP melalui Menejer Demi Sidabutar, beberapa kali dihubungi melalui telepon selulernya yang bernomor 08128732XXXXtidak bisa masuk, kemungkinan besar dia mericek telepon seluler awak media ini.

Penulis: (Sudirman Simarmata)

 

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *