banner 728x250

Proyek Fisik Zona 1 Lokasi 1 Sudin Bina Marga Jakut Dikerjakan Asal Jadi, LSM GRACIA Minta Gubernur Pramono Evaluasi Pejabat Sudin BM Jakut

judul gambar

JAKARTA, MediaTransparancy.com|Pekerjaan proyek Suku Dinas (Sudin) Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menuai sorotan publik. Sejumlah pihak menilai, buruknya pengawasan yang dilakukan pihak Sudin Bina Marga Jakut mengakibatkan banyaknya pekerjaan proyek yang dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan yang sudah disepakati dalam kontrak.

Selain itu, dugaan tingginya “setoran” yang dikeluarkan oleh para rekanan untuk oknum-oknum pejabat maupun staf Sudin Bina Marga Jakut mengakibatkan kualitas pekerjaan proyek bukan lagi menjadi prioritas.

judul gambar

Rekanan, pengawas, maupun pengawas internal, yakni Sudin Bina Marga Jakut hanya fokus mengejar target dengan mengabaikan mutu pejerjaan.

Buruknya pelaksanaan pekerjaan proyek Sudin Bina Marga Jakut kembali ditemukan. Kali ini, proyek Peningkatan Jalan dan Lelengkapannya di Kota Administrasi Jakarta Utara—khususnya Fisik Zona 1 Lokasi 1, yang disinyalir dikerjakan asal-asalah.

Informasi yang diperoleh MediaTransparancy.com dari salah seorang sumber di Sudin Bina Marga Jakut, bahwa proyek tersebut diduga dikerjakan PT Bachtiar Marpa Prima (BMP).

“Kalau tidak salah, proyek ini dikerjakan PT Bachtiar Marpa Prima,” ujarnya dengan meminta identitasnya dirahasiakan.

Dikatakannya, ada dugaan ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dalam dokumen kontrak dengan pekerjaan di lapangan.

“Beton yang seharusnya menggunakan mutu FS 45 (Fast Track 3 hari) dengan ketebalan 24 cm, diduga hanya menggunakan dengan ketebalan rata-rata 19–20 cm,” ungkapnya.

Permasalahan lainnya adalah, pekerjaan lantai kerja serta timbunan agregat kelas B yang seharusnya dipadatkan sesuai standar, tapi diduga tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.

“Ketebalan lantai kerja dan agregat B diduga sengaja ditambah untuk mengurangi volume beton yang digunakan,” katanya.

Begitu juga pekerjaan saluran, yang diduga menyimpang dari KAK:

“Tidak hanya pada pekerjaan jalan, dugaan penyimpangan juga terjadi pada pembangunan saluran box culvert 3000 mm x 250 mm serta tutup saluran U-ditch ukuran 1000 mm. Pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan KAK maupun spesifikasi teknis yang tercantum dalam dokumen kontrak,” terangnya.

Menanggapi banyaknya proyek Sudin Bina Marga Jakut yang dikerjakan menyimpang dari spek yang telah ditentukan, Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (LSM GRACIA), Hisar Sihotang mengatakan, bahwa hal tersebut terjadi akibat buruknya pengawasan yang dilakukan Sudin Bina Marga Jakut.

“Banyaknya proyek Sudin Bina Marga Jakut yang dikerjakan asal jadi itu akibat orientasi pengawasan yang dilakukan oleh PPK Sudin Bina Marga Jakut adalah orientasi korup, bukan pengawasan yang sesuai ketentuan yang ada,” sebutnya.

Dikatakan Hisar, pengawasan adalah faktor penentu pekerjaan proyek itu bagus atau tidak.

“Semuanya bertumpu pada faktor pengawasan. Jika pengawasnya rusak, hasil kerjanya juga akan rusak,” sebutnya.

Untuk membuktikan pengawasan Sudin Bina Marga Jakut bagus atau tidak dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, pihaknya meminta agar APH untuk memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan.

“Kita minta APH untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut,” terangnya.

Selain itu, kata Hisar, pihaknya juga meminta agar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pekerjaan proyek itu.

“Kita juga meminta Gubernur DKI untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas pejerjaan proyek itu,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo hingga berita ini tayang belum memberikan respon.

Sikap diam juga dipertontonkan Kasi Jalan dan Jembatan Sudin Bina Marga Jakut, Budi.

Penulis: Redaksi

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *