banner 728x250

Proyek Jalan Menuju Wisata Rohani Sibea-Bea Tidak Rampung, Kontraktor Minta di Blacklist

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Pelaksanaan kegiatan penanganan jalan akses ke Wisata Rohani Sibea-Bea yang terletak diantara dua desa di Kabupaten Samosir, yakni Desa Turpuk Sihotang dan Janji Martahan,  Kecamatan Harian, hingga hingga saat ini tidak kunjung rampung.

Padahal, sesuai data yang diperoleh Media Transparancy, pelaksanaan pekerjaan tersebut hanya 210 hari kalender semenjak dimulainya proses pejerjaan pada bulan Juni 2020 lalu.

judul gambar

Selain tidak rampung, proses pengerjaan proyek ini disinyalir dikerjakan tidak sesuai spek yang sudah disepakati bersama antara pemerintah dan kontraktor.

Atas segala temuan media pada lokasi pekerjaan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tambos Nainggolan yang dihubungi media menyampaikan rasa terima kasihnya atas informasi yang disampaikan media.

“Maaf lae kebetulan saya saat ini lagi di medan. Kami dari pihak PPK sangat apresiasi atas bantuan para teman-teman media yang turut mengawasi dan memberikan masukan, sehingga kegiatan bisa lebih baik lagi sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.

Selaku PPK, akunya, pihaknya mwmpunyai tanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan tersebut.

“Saya selaku PPK mempunyai tanggungjawab,  selain kualitas secara teknik, juga menjadi beban moral yang besar selaku putra daerah Samosir juga,” ungkapnya.Ditambahkannya, pihaknya akan menjalankan aturan sesuai dengan yang tertuang dalam kontrak.

” Terkait regulasi dan peraturan yang sudah terikat kontrak, semuanya kita akan laksanakan dengan baik, tanpa ada terabaikan satupun. Dan denda keterlambatan pasti akan kita hitung semuanya lae,” katanya.

Menanggapi proses pekerjaan proyek jalan menunju wisata rohani Sibea-Bea tersebut, Ketua Umum LSM Graceindo, Sudirman Simarmata yang dimintai komentarnya menyebutkan, bahwa pelaksanaan proyek tersebut sarat kejanggalan dan keganjilan.

“Ada ketidakberesan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Selain terjadi keterlambatan, pekerjaan juga amburadul,” sebutnya.

Dikatakan Sudirman, belum rampung dikerjakan, sudah ditemukan kerusakan. “Belum serah terima pekerjaan, sudah ditemukan keretakan aspal dimana-mana,” katanya.

Ditempat terpisah, Ketua Umum LSM Gerakan Cinta Indonesia (LSM-GRACIA), Hisar Sihotang merasa heran atas ucapan terima kasih yang disampaikan PPK kepada awak media yang sudah ikut melakukan kontrol.

“Saya justru heran dengan ucapan terima kasih yang disampaikan PPK kepada awak media di Samosir. Selama proses pekerjaan PPK, konsultan pengawas dan pengawas internal kemana saja?” tanyanya.

Hisar mengungkapkan, jika dilakukan pengawasan secara baik dan profesional, pekerjaan proyek tersebut akan mendapatkan hasil yang maksimal.

“Jika PPK, konsultan pengawas maupun pengawas internal melakukan pengawasan pekerjaan proyek secara benar, hasilnya akan bagus,” ungkapnya.

Sudirman maupun Hisar sepakat agar kementetian PUPR-RI memberikan sanksi blaclist kepada pihak perusahaan yang mengerjakan.

“Kementerian PUPR harus memberikan sanksi blacklist kepada perusahaan yang mengerjakan proyek itu karena telah gagal kontrak,” imbuh keduanya.

Seperti diketahui, kegiatan tersebut bersumber dari APBN tahun 2020, dengan pagu anggaran kurang lebih sebesar Rp.24 milliar yang  dikerjakan PT Matio Jaya Cemerlang yang berkantor pusat di Tobasa.

Adapun item kegiatan ini berupa pekerjaan hotmix dengan volume pekerjaan sepanjang 2.500 meter ditambah pekerjaan lanjutan, seperti pengerjaaan dix saluran, vaving blok serta pagar pengaman jalan.

Informasi yang beredar saat ini, belum ada proses serah terima pekerjaan dari pihak kontraktor dari pemberi pekerjaan, namun sangat disayangkan adanya orang yang tidak bertanggung-jawab tampak melalukan pengutan liar dengan dalil uang kebersihan di lokasi tersebut. (Red)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *