banner 728x250

Proyek Lapen Aspal di Desa Parparean Diduga Sarat Persekongkolan, LSM GRACIA Minta Bupati Cpot Plt Kadis PUPR Toba

judul gambar

TOBA, MediaTransparancy.com – Pelaksanaan pengerjaan proyek jalan Lapis Penetrasi Makadam (Lapen aspal) tahun anggaran 2025 milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) yang berlokasi di Desa Parparean, Kabupaten Toba terus menjadi perbincangan hangat berbagai kalangan.

Bagaimana tidak, pelaksanaan pekerjaan proyek yang lokasinya persis di kampung halaman Bupati Toba tersebut dikerjakan acakadul. Pada badan jalan tidak ada perekat atau pengunci batu (aspal), sehingga hancur dan rusak.

judul gambar

Amburadulnya pelaksanaan pekerjaan tersebut ditenggarai terjadi akibat beberapa hal, yakni, bobroknya pengawasan yang dilakukan Dinas PUPR Toba dan dugaan terjadinya kongkalikong antara pengawas dengan rekanan.

Hal tersebut disampaikan Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang kepada MediaTransparancy.com beberapa waktu lalu.

“Pelaksanaan pekerjaan tersebut sangat buruk. Tak ubahnya seperti Martabak Telor, hancur,” ujarnya.

Hisar mengatakan, bahwa Dinas PUTR Kabupaten Toba tidak melaksanakan fungsi pengawasannya dengan baik dan benar.

“Logikanya, apabila Dinas PUTR Kabupaten Toba melakukan pengawasan dengan baik, apakah mungkin hancur? Jawabannya tidak. Sebaliknya, jika pengawasannya bobrok, hasilnya juga akan bobroki,” ungkapnya.

Pihaknya menduga ada persekongkolan dalam pelaksanaan tersebut.

“Kita mensinyalir ada persekongkolan antara pengawas dengan pihak rekanan, yang mengakibatkan tidak adanya pengawasan secara maksimal,” katnya.

Hisar menambahkan, namun karena ketahuan oleh publik, proyek acakadul tersebut akhirnya dilakukan perbaikan.

“Tapi karena belang mereka ketahuan oleh publik sehingga dilakukan perbaikan,” terangnya.

Akan tetapi, dengan adanya perbaikan jalan yang rusak tersebut, Hisar menilai, bahwa ada upaya menghilangkan perbuatan buruk dalam pelaksanaan pekerjaan yang menyimpang dari ketentuan.

“Dengan adanya perbaikan kerusakan jalan sama sekali tidak menghilangkan dugaan adanya upaya atau niatan jahat. Perbaikan jalan yang rusak tersebut tidak serta merta menghilangkan jejak kalau pengawasan Dinas PUTR Kabupaten Toba buruk,” paparnya.

Copot Plt Kadis PUPR Toba

Untuk itu, pihaknya meminta agar Bupati Toba melakukan evaluasi kepada para pejabat Dinas PUTR Kabupaten Toba.

“Kita minta masalah ini agar diusut tuntas dan dilakukan evaluasi dengan cara mencopot Plt Kadis PUPR Toba, PPK, serta membalcklist kontraktor pelaksanaan, sehingga kedepan tidak ada pekerjaan amburadul akibat ketidakmampuan pengawasan atau akibat persekongkolan,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas PUTR Kabupaten Toba, Gurnianto Simangunsong yang kembali dikonfirmasi MediaTransparancy.com hingga beberapa kali lebih mempertontonkan sikap cueknya.

Sebelumnya, Bupati Toba, Effendi Napitupulu yang dimintai komentarnya langsung tanggap dengan mengirimkan dokumentasi perbaikan proyek jalan tersebut.

Dan ketika disinggung mengenai sikap cuek Plt Kadis PUTR Kabupaten Toba, Bupati Toba pun mengirimkan permintaan maaf.

“Mohon maaf amang kalau kurang komunikatif anggota saya. Saya akan tegur dan ingatkan. Terima kasih,” sebutnya.

Penulis: Redaksi

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *