Home Berita Terbaru Proyek Trotoar di Kebon Bawang, Sudin Bina Marga Jakut Gunakan Gerobak Warga...

Proyek Trotoar di Kebon Bawang, Sudin Bina Marga Jakut Gunakan Gerobak Warga Sunter Agung

125
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Suku Dinas Bina Marga Kotamadya Jakarta Utara sedang gencar-gencarnya melakukan pembangunan trotoar di seluruh wilayah Administrasi Jakarta Utara.

Seperti yang terlihat pada proyek pekerjaan pembangunan trotoar di Jalan Bugis, Kelurahan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (16/8/2019).

Terlihat beberapa pekerja Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara sedang memperbaiki trotoar. Ada kurang lebih 6 orang petugas yang bekerja di siang itu.

Mereka terlihat sibuk memasang kanstin trotoar. Ada yang mengaduk semen, ada yang mengangkati kanstin menggunakan gerobak dorong beroda satu.

Anehnya, dalam pelaksanaan pekerjaan trotoar ini, pekerja atau petugas Suku Dinas Bina Marga Kota Administrasi Jakarta Utara menggunakan gerobak dorong yang bertuliskan KEL. SUNTER AGUNG T.A. 2017.

Saat ditanyai terkait keberadaan gerobak tersebut, petugas Sudin Bina Marga di lokasi menjawab tidak tahu.

“Gak tahu Pak,” ungkap petugas di lokasi kepada mediatransparancy.com.

Dengan keterangan yang tertulis di gerobak dorong tersebut, dapat disimpulkan bahwa gerobak tersebut milik warga masyarakat Kelurahan Sunter Agung, Jakut.

Pertanyaannya, mengapa gerobak dorong milik masyarakat Kelurahan Sunter Agung digunakan oleh Sudin Bina Marga Jakut untuk mengerjakan proyek trotoar di Kelurahan Kebon Bawang?

Bukankah gerobak tersebut dibeli oleh Pemprov DKI Jakarta untuk keperluan warga Kelurahan Sunter Agung?

Sementara itu, ditanyai terkait gerobak milik warganya, Lurah Sunter Agung, Danang Wijanarka malah bertanya balik.

“Kira-kira boleh tidak mas?,” tanya Lurah Danang.

Menanggapi tanggapan Lurah Sunter Agung tersebut, Praktisi Administrasi Aset Pemerintahan, Sugeng Pambudi menyampaikan, seharusnya Lurah tersebut bertanggung jawab terhadap barang-barang milik warga walaupun itu barang tersebut telah diberikan oleh warga.

“Sudin Bina Marga yang memiliki anggaran dalam pembangunan, harusnya menggunakan perlengkapan yang telah ada pada anggaran yang diajukan sebelumnya. Kalau seperti itu namanya telah mengurangi atau mensunat anggaran yang telah ada,” ujar Sugeng Pambudi, Kamis (22/8/2019).

Penulis: Posman
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here