banner 728x250

Proyek Trotoar di Samosir yang Dikerjakan PT KIJ Menggunakan Pasir Berlempung

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Proyek pekerjaan trotoar sepanjang jalan Nasional Pangururan menuju Simanindo yang dikerjakan oleh PT. Kartika Indah Jaya didapati menggunakan pasir berlempung, lebih banyak unsur lumpur daripada pasir. Sehingga dikwatirkan kualitas proyek yang didanai APBN ini rendah dan tidak sesuai dengan speck teknik sebagaimana termaktub dalam kontrak pekerjaan, akibatnya berpotensi merugikan keuangan negara secara melanggar hukum dan memperkaya oknum tertentu.

Demikian dijelaskan oleh pengurus Organisasi GBNN (Garda Bela Negara Nasional) DPC Samosir kepada wartawan jumat 22/1/2021 di Pangururan.

judul gambar

Diungkapkannya, di Kabuoaten Samosir tidak diperbolehkan ada tambang galian C, namun PT. Kartika Jaya Indah menggunakan pasir lokal, itupun berlempung, bahkan lebih banyak unsur lempungnya dari pasir.

Proyek penkerjaan alur pejalan kaki (trotoar) tersebut berada di sepanjang jalan Pangururan-Simanindo yang diduga menggunakan material lokal dan tidak sesuai speck teknik.

Dilokasi pekerjaan ditemukan para pekerja menggunakan bahan “Pasir yang bercampur dengan lempung” sehingga kualitas bangunan trotoar tersebut rendah mutu.

Pangihutan Sinaga selaku Pengurus DPC Garda Bela Negara Nasional mengungkapkan hal tersebut kepada Wartawan. Jumat, 22/1/2020.

Dijelaskannya “Pengerjaan proyek APBN yang saya tau harus menggunakan material yang memiliki ijin galian C, namun PT. Kartika Indah Jaya menggunakan material lokal yang diragukan kualitasnya untuk pengerjaan proyek APBN di Samosir,” ungkapnya.

Dilanjutkanya “Setau saya di Kabupaten Samosir tidak diperbolehkan adanya galian C, dikarenakan Samosir adalah daerah Geopark dan Geo Area Pariwisata. Apakah PT Kartika Indah Jaya tidak memiliki JMD dan JMF (Job Mix Design dan Job Mix Formula)” tandasnya.

“Saya akan menyurati Balai Jalan Dan Jembatan untuk mempertanyakan kualiatas proyek trotoar dimaksud”.

Ditambahkanya “Disepanjang jalan juga kita tidak menemukan plang proyek, kita tanya tukang yang bekerja dilapangan, mereka juga tidak bisa menunjukkan. Mana boleh begitu, ini kan proyek Negara, segala sesuatunya harus transparan” imbuhnya mengakhiri.

Penulis: Jepri Sitanggang
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *