banner 728x250

Rabithah Thaliban Aceh Angkat Bicara Terkait Pengerebekan Pasangan Non Muhrib di Salah Satu hotel di Aceh Barat

  • Share
Tgk Syukri Hidayatullah, Ketua RTA cabang Aceh Barat
Tgk Syukri Hidayatullah, Ketua RTA cabang Aceh Barat

ACEH, MEDIATRANSPARANCY.COM – Rabithah Thaliban Aceh (RTA) Cabang Meulaboh menanggapi terkait penggerebekan pasangan bukan suami isteri disebuah kamar penginapan di Meulaboh Aceh Barat, Sabtu (16/01/2021)

Penggerebekan tersebut terjadi sekitar Pukul 00:30 Wib oleh Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Barat yang dibantu oleh beberapa masyarakat.

judul gambar

Ketua Rabithah Thaliban Aceh Cabang Aceh Barat sangat kecewa atas kejadian pelanggaran syariat Islam yang terjadi disalah satu tempat penginapan dikota Meulaboh yang dikenal tauhid sufi.

Ketua Rabithah Thaliban Aceh Cabang Aceh Barat sangat mengapresiasi atas kinerja Polisi Syariah Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Barat, yang telah menjalankan tugas berdasarkan aturan penerapan syariat Islam sesuai Qanun (Peraturan Daerah) Nanggroe Aceh Darusslam Nomor 11 tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Aqidah, Ibadah dan Syiar Islam dan di harapan kedepan harus lebih tegas rutin untuk kegiatan razia di tempat penginapan yang ada di kota Meulaboh.

TGK Syukri Hidayullah juga berharap untuk rutin dilakukan pemantaun di tempat yang rawan perbuatan maksiat, salah satunya adalah tempat Penginapan diwilayah Aceh Barat dan di berbagai kafe yang mungkin perlu untuk di pantau sesekali.

Kemudian TGK Syukri Hidayullah juga menegaskan kepada pemerintah melalui pihak terkait agar mengevaluasi penginapan-penginapan yang ada di Meulaboh untuk menerapkan aturan yang telah di tetapkan, seperti memperlihatkan Kartu Identitas (KTP) dan Buku Nikah bagi pasangan lawan jenis saat masuk agar hal demikian tidak terulang kembali.

Selanjutnya, Ia berharap agar Pemerintah Aceh Barat menindak tegas Penginapan yang tidak menerapkan aturan syariat Islam untuk di cabut izinnya dan pihak yang menyediakan penginapan juga harus bertanggung jawab apabila terjadi pelanggaran syariat Islam nantinya, karena sangat di sayangkan kita sebagai Kota Tauhid Sufi lalai dalam menjalankan syariat Islam. Tutupnya

(Ami)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *