Home DAERAH RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA DALAM RANGKA HARI JADI PROVINSI JAMBI KE-59 TAHUN 2016

RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA DALAM RANGKA HARI JADI PROVINSI JAMBI KE-59 TAHUN 2016

218
0
Ketua DPRD Provinsi Jambi Ir. H. Cornelis Buston membuka Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-59 Tahun 2016
Jambi, Mediatransparancy.com – Bertempat di gedung DPRD Provinsi jambi, Ketua DPRD Provinsi Jambi Ir. H. Cornelis Buston membuka Rapat Paripurna Istimewa dalam rangka Hari Jadi ke-59 Tahun  2016.(06/01)  Pada rapat tersebut Ia mengharapkan agar dihari jadinya yang ke-59 Provinsi Jambi dapat menjadi lebih baik lagi kedepannya dalam berbagai aspek. Pada rapat tersebut turut hadir Pj. Gubernur Jambi Dr. Ir. H. Irman, M.Si, Dirjen Paud dan Dikmas Prof. Haris Iskandar, Dirjen Migas Wira Atmaja, Pangdam Jaya Mayjend Teddy Lhaksmana, Paglima Divisi I Kostrad Mayjend Sudirman, Gubernur terpilih Zumi Zola beserta isteri, Forkompimda serta tamu undangan lainnya.
Dalam rapat tersebut Irman menyampaikan beberapa poin penting dalam sambutannya antara lain yaitu:
Berbagai permasalahan sepanjang tahun 2015 telah mempengaruhi pencapaian kinerja pembangunan Provinsi Jambi, diantaranya pemulihan ekonomi global yang berjalan lambat, rendahnya harga komoditas, melemahnya nilai tukar rupiah dan  puncak kekeringan tahun 2015 yang  terjadi pada bulan Juli sampai dengan Oktober dengan defisit curah hujan 0-30 persen dari normalnya, sehingga mengakibatkan kebakaran dan asap. Kabut asap ini mengganggu berbagai aktivitas ekonomi dan kehidupan masyarakat mulai dari tidak beraktivitasnya Bandara Sultan Thaha selama tiga bulan sampai dengan lahan pertanian yang kekeringan ringan hingga puso (gagal panen) mencapai 8,9 ribu hektar. Kondisi tersebut juga berdampak pada perlambatan pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi secara kumulatif dari triwulan I sampai III tahun 2015 terhadap triwulan I sampai III tahun 2014 (c-to-c), ekonomi Jambi tumbuh 5,2 persen, melambat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tumbuh 8,0 persen. Sehingga pada tahun 2015 Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi tahun 2015 berada pada kisaran 4,9-5,3 persen, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan tahun 2014 yang mencapai 7,8 persen. Kondisi tersebut selanjutnya turut mengurangi tekanan pada permintaan bahan pangan pokok sehingga pada bulan September 2015 Kota Jambi tercatat mengalami deflasi yang cukup dalam sebesar 1,26% (mtm). Begitu pula Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) mengalami peningkatan dari 2,73 persen pada Februari 2015 menjadi 4,34 persen pada Agustus 2015. Sedangkan Angka Kemiskinan pada bulan Maret 2015 mengalami peningkatan dari 8,39 persen pada bulan September 2014 menjadi 8,86 persen. Namun demikian, persentase penduduk miskin Provinsi Jambi tersebut lebih rendah dari angka nasional yang pada Maret 2015 mencapai 11,22 persen
 
Kondisi tersebut benar-benar menyadarkan betapa mahalnya harga yang harus dibayar untuk sebuah kerusakan lingkungan. Provinsi Jambi sebagai salah satu paru-paru dunia yang dikaruniai ekosistem lengkap, mulai dari pegunungan Kerinci di wilayah barat sampai dengan lahan basah Taman Nasional Berbak di kawasan Timur Provinsi Jambi. Provinsi Jambi juga memiliki lahan gambut terluas ketiga di Pulau Sumatera setelah Riau dan Sumatera Selatan. Kebakaran gambut  mudah merambat ke bawah permukaan tanah akibatnya pemadaman kebakaran di lahan gambut menjadi sangat sulit dilakukan. Lahan gambut merupakan penyimpan karbon dengan jumlah yang sangat besar. Bencana kebakaran hutan tahun 2015 harus dijadikan momentum dalam menata kembali, melaksanakan moratorium deforestasi, maupun mitigasi sebab-sebab kebakaran hutan di daerah. Dalam rangka mengefektifkan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi, maka Pemda bersama DPRD Provinsi Jambi telah mengesahkan PERDA tentang Pencegahan dan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pada tanggal 26 Desember 2015. Perda tersebut merupakan inisiatif dari DPRD dan merupakan Perda pertama di seluruh Indonesia terkait dengan antisipasi kebakaran hutan dan lahan yang sangat parah/dahsyat beberapa bulan yang lalu. Salah satu pasal dalam Perda tersebut adalah melarang semua pihak untuk membakar hutan dalam pembersihan lahan.
Mengingat bencana asap tidak dapat diselesaikan oleh satu provinsi, maka
Pemerintah Provinsi Jambi juga telah membawa masalah ini di Forum Gubernur Se-Sumatera. Dalam hal ini kedepan akan di bentuk Tim Modifikasi Cuaca (TMC) di masing-masing Provinsi yang tugasnya selain memonitor bencana yang diakibatkan oleh cuaca dan juga untuk memodifikasi cuaca yang berguna untuk peningkatan produksi pertanian dan perikanan. Irman menghimbau kepada para Bupati/Walikota untuk selalu waspada dan tanggap terhadap bencana, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa Elnino akan terus pada level kuat hingga pada bulan Februari 2016 dan akan meluruh pada bulan berikutnya. Pada Bulan April dan Mei berpeluang untuk terjadinya peningkatan curah hujan hingga di atas normal dan sinyal akan adanya La Nina diprediksi akan terjadi pada akhir tahun 2016.
Pada rapat tersebut Ia juga menjelaskan bahwa kita harus siap dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) Tahun 2016 dengan mempersiapkan secara matang sumber daya manusia (SDM) yang baik serta mempersiapkan produk-produk unggulan yang nantinya dapat bersaing dengan negara Asean lainnya.
Pada kesempatan itu juga irman menyatakan bahwa diharapkan Bapak Anies Baswedan yang diwakili oleh Prof. Haris Iskandar selaku Dirjen Paud dan Dikmas dapat mendukung Jambi agar  memiliki SMK dan Politeknik yang berdaya saing sehingga banyak putra-putri Jambi yang dapat bersaing di tingkat nasional dan global. (lia/hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here