Home Berita Terbaru Ratna Sarumpaet Resmi Jadi Tahanan Polda Metro Jaya

Ratna Sarumpaet Resmi Jadi Tahanan Polda Metro Jaya

135
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM -Polisi resmi menahan Ratna Sarumpaet terkait kasus hoax penganiayaan yang di lakukan oleh Ratna, Penahanan dilakukan berdasarkan pertimbangan subjektivitas penyidik.”Penyidik setelah melakukan penangkapan dan mulai malam ini penyidik melakukan penahanan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Argo mengatakan Ratna juga telah menandatangani surat penahanan tersebut.”Dimulai malam ini, yang bersangkutan tersangka sudah menandatangani” ujarnya.

Ratna ditangkap saat hendak terbang ke Chile di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10) kemarin,Polisi juga sempat menggeledah rumah Ratna dan menyita barang bukti.”Yang bersangkutan tadi malam kita tangkap kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya dan dilakukan pemeriksaan, jadi setelah pemeriksaan karena kita mau melakukan penggeledahan, pemeriksaan dihentikan sementara,Setelah itu setelah penggeledahan rumahnya, kita menemukan hasil penggeledahan ada lapptop kemudian ada buku agenda, ada flashdisk kemudian ada baju yang digunakan,” ujar Argo.

Ratna kembali menjalani pemeriksaan lanjutan pada sore ini,selepas pemeriksaan, Ratna resmi ditahan di Mapolda Metro Jaya.

Ratna telah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

“Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 28 ayat 2 UU ITE,” Kasubdit Jatanras AKBP Jerry Siagian mengatakan ,Pasal 14 ayat 1 mengatur, orang-orang yang dengan sengaja menyebarkan berita palsu untuk menyebabkan hukuman hingga 10 tahun,Di ayat 2, menyiarkan berita yang lalai tetapi palsu juga bisa dihukum selama 3 tahun,Pasal 15 ditetapkan, orang-orang yang menyebarkan berita meragukan dan berpotensi penipuan dari orang-orang akan dijatuhi hukuman penjara hingga dua tahun.

Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) memberikan hukuman bagi orang-orang yang mengirimkan informasi tentang pertengkaran terhadap kebencian dan permusuhan berdasarkan etnis, agama, ras, dan antar kelompok (SARA).

Selain brita Hoax Ratna Sarumpaet juga tersandung kasus penipuan,Rekening Ratna saat ini dilacak oleh polisi,Kepala Bagian Humas Humas Polisi Irjen Setyo Wasisto mengatakan masyarakat seharusnya tidak mengumpulkan dana masyarakat tanpa izin,Ini telah diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1961 tentang Uang dan Barang (PUB).

Uang Ratna adalah uang untuk para korban kecelakaan perahu di Danau Toba,Diadopsi oleh usut, akun yang digunakan untuk menyimpang dari penggalangan dana dari kecelakaan kecelakaan adalah akun yang juga digunakan untuk menyimpan uang operasi plastik di wajah Ratna.

“Tentunya itu nanti juga akan menjadi agenda riset dari penyidik,Karena ada juga yang menyampaikan bahwa nomor rekeningnya itu sama dengan waktu kejadian kapal tengggelam di Danau Toba dengan pembayaran di Bina Estetika. Nanti penyidik akan melakukan penyelidikan apakah ditemukan pidana atau tidak di situ,” kata Kepala Humas Polisi Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (5/10/2018).

Sebelumnya, Setyo menjelaskan ada aturan terkait penggalangan dana tersebut,Auditor independen harus dilibatkan,Meski begitu, tidak ada kejelasan apakah uang Ratna adalah uang untuk kecelakaan Danau Toba atau tidak.

“Saya nggak pernah memberikan statement bahwa Ratna Sarumpaet menggunakan uang dana santunan, nggak itu,Hanya rekeningnya sama saja (yang dibayarkan ke RS dengan pengumpulan donasi), tapi saya nggak bilang itu duit dari bantuan,Kalau rekening dari internet bisa dilihat,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto.
(Nurhadi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here