Home NASIONAL Resmikan Bandara Sultan Thaha, Presiden Jokowi : Jangan Sampai Penumpang Meluber

Resmikan Bandara Sultan Thaha, Presiden Jokowi : Jangan Sampai Penumpang Meluber

218
0
Foto : Presiden Jokowi saat mencoba Bandara Sultan Thaha di Jambi (21/7). (Foto: BPMI/Laily).

Jambi, Mediatransparancy.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo meresmikan perluasan pembangunan Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Thaha, Jambi, Kamis (21/7) siang. Bandara yang diresmikan ini merupakan perluasan bandara sebelumnya, yang kini memiliki luas terminal 35.000 m2, dan luas lahan parkir 26.500 m2 dengan kapasitas 436 mobil dan 415 motor.

Pembangunan Terminal Penumpang dan Fasilitas Parkir Bandara Sultan Thaha yang baru itu menelan biaya sesuai nilai kontrak sebesar Rp126 miliar, pembangunan apron Rp110 miliar, pembangunan tower dan gedung operasi Rp16 miliar, dan pembangunan fasilitas pokok serta penunjang lainnya Rp67 miliar.

Dalam sambutannya Presiden Jokowi mengatakan, persaingan global merupakan sebuah keniscayaan yang harus dihadapi oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, pembangunan infrastruktur di Tanah Air sebagai modal menghadapi persaingan tidak dapat ditunda-tunda lagi. “Semuanya adalah pondasi dasar bagi memenangkan sebuah persaingan, memenangkan kompetisi antar negara,” ujarnya.
Untuk mendukung kesiapan Indonesia menghadapi persaingan tersebut, Presiden Jokowi salah satunya meminta dilakukan percepatan pengembangan Bandara Sultan Thaha, Jambi, yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II.

“Persaingan-persaingan seperti itu harus secepatnya diantisipasi. Kalau tidak, ditinggal kita. Oleh sebab itu, Bandara Sultan Thaha di Jambi ini sangat diperlukan untuk diperluas,” terang Presiden.

Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menjelaskan, semula Bandara Sultan Thaha akan dimulai perluasannya pada 2019. Namun, mengingat pertumbuhan bandara ini sebesar 27 persen setiap tahunnya, maka dirinya menginstruksikan Menteri BUMN dan Direktur Angkasa Pura II untuk langsung memulainya pada 2017.

“Jangan sampai penumpang sudah meluber baru dibangun. Diajukan menjadi 2017 awal. Bangun lagi, jangan terlambat,” tegasnya.

Penulis : Chris Muryat/rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here