banner 728x250

Sekda Pemkab Samosir Diduga Terlibat Pungli Retribusi Wisata Patung Tuhan Yesus

MEDIATRANSPARANCY -Sekretaris Daerah ( Sekda) Pemerintah Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, diduga terima upeti tidak resmi atau Pungutan Liar (Pungli) dari areal wisata Patung Tuhan Yesus, yang berada di Desa Janji Martahan, si bea bea, Samosir.

Keterlibatan Sekda Samosir Jabiat Sagala, ditengarai telah bersekongkol, atau melakukan tindak pidana Korupsi dengan pengurus Yayasan Jadilah Terang Danau Toba selaku pengelola wisata si bea bea, dengan membentuk dan mengorganisir suatu wadah untuk menagih Pungli ber topengkan wisata patung Tuhan Yesus.

judul gambar

Anggaran infrastruktur Pembangunan jalan yang bersumberkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dibawah pengawasan Kementerian PUPR itu, Patung Tuhan Yesus, anak Allah Bapa sang pencipta khalik langit dan bumi, (sang pencipta bukit si bea bea) seharusnya di buat Sakral dan sangat bernilai yang tak terhingga, namun Sekda Samosir hanya menilai patung Tuhan Yesus tersebut jadi ajang bisnis sebatas 20 000 hingga 50.000 saja.

Menurut informasi dari petugas penerima Pungli di pintu masuk wisata si bea bea berinisial SR, bahwa pungutan retribusi itu sudah atas sepengetahuan dan bekerja sama dengan Pemkab Samosir. Kata SR pungutan retribusi yang diduga liar itu dalam rangka promosi wisata patung Tuhan Yesus, ucapnya saat ditemui di Portal Pintu masuk si bea bea Samosir, pekan lalu.
Untuk diketahui, saat dilakukannya Pungli di si bea bea Pemerintahan Pemkab Samosir masih tahap transisi pergantian Bupati, sehingga diduga yang paling bertanggung jawab dalam praktik haram itu adalah Sekda Jabiat Sagala, ucap sumber di Samosir.

Terkait Pungli retribusi tersebut, Sekda dituding telah menghalalkan segala cara bertopeng kan patung Tuhan Yesus, membuat kesepakatan intern dengan pengurus Yayasan Jadilah Terang Danau Toba untuk mengelola Pungli di areal wisata kawasan bukit milik masyarakat di Desa Janji Martahan. Dengan gagah dan beraninya pengelola Yayasan dibawah naungan Sudung Situmorang pejabat Kejaksaan Agung, tanpa payung hukum Peraturan Daerah (Perda) atau paling tidak menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) Kabupaten Samosir sebagai alas hukum untuk memungut upeti tersebut. Akan tetapi hanya menggunakan atribut atau pakaian Dinas Yayasan pihak pengelola sudah berani memaksa pengunjung dengan menyodorkan karcis atau tiket masuk di Posko yang dibuat Portal jalan masuk areal wisata tersebut.

Saat diminta tanggapannya terkait penarikan retribusi liar di areal wisata patung Tuhan Yesus, Sekda Samosir Jabiat Sagala, tidak memberikan jawaban namun mengarahkan ke Dinas Kominfo Kabupaten Samosir untuk menanyakan hal tersebut.

“Tolong dengan Kepala Dinas Kominfo iya pak, mungkin beliau sudah pernah rilis berita tentang objek Wisata Si bea bea”, ucapnya 6/5/2021.

Adanya Pungli di pintu masuk wisata patung Tuhan Yesus, menurut mantan Bupati Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir, Provinsi Sumatera Utara, Rafidin Simbolon, membantah terlibat dan menyetujui penarikan Retribusi di tempat wisata Patung Tuhan Yesus, yang berada di Desa Janji Martahan, Kecamatan Harian Dolok si bea bea, Samosir.

Rafidin tidak setuju dari dulu dilakukan penarikan Retribusi dilahan wisata tersebut karena belum ada dasar hukumnya. Mantan Bupati satu periode tersebut mengaku belum pernah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbub) selama menjabat untuk penarikan Retribusi bagi pengunjung patung Tuhan Yesus.

“Iya, saya dari dulu tidak setuju ada penarikan Retribusi mau masuk ke areal patung Yesus sebelum selesai pembangunannya secara menyeluruh selesai. Dan itupun harus punya dasar yang jelas dalam menerapkan Retribusi, harus lengkap dulu peraturan Bupatinya, jadi tidak terkesan liar seperti sekarang ini”, ucapnya 6/5/2021.

Baca Juga

Pemkab Samosir Jadikan Kerangka Patung Tuhan Yesus Ajang Bisnis

 

Ketika menjabat sebagai Bupati, belum pernah menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) perihal Retribusi di wisata Patung Yesus tersebut. Rafidin mengakui bahwa dirinya merupakan salah satu Pembina dalam Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, sebagai Yayasan pengelola wisata patung Tuhan Yesus yang di bangun di bukit si bea bea itu.

Sebagaimana informasi yang dihimpun Media Transparancy.com, bahwa di dalam akte Yayasan Jadilah Terang Danau Toba, selaku pengelola wisata Patung Tuhan Yesus juga ada nama Sudung Situmorang, pejabat Kejaksaan Agung yang masih aktif alias belum pensiun dan sejumlah ASN lainnya.
Rafidin mengaku, “Iya saya sebagai salah satu Pembina, bukan pengurus”, kata Rafidin Simbolon saat diminta tanggapannya terkait penarikan Retribusi yang diduga Illegak ditempat wisata si bea bea Desa Janji Martahan.

Sementara terkait pengadaan lahan asalnya dari mana, menurut pembina dua Yayasan Jadilah Terang Danau Toba Itu mengatakan, Kalau areal itu dapat dari mana, lebih baik itu ditanyakan ke Ketua Yayasan. Menyangkut Izin Mendirikan Bangunan (IMB) itu boleh ditanyakan langsung ke Dinas Perijinan satu pintu. Karena yang tandatangan ijin sudah didelegasikan ke Dinas yang menangani perijinan.

Anehnya, Rafidin Simbolon tidak ingat berapa banyak ASN yang masuk daftar pengurus atau pembina dalam Yayasan pengelola Wisata Patung Tuhan Yesus.
“Saya gak ingat betul apakah ada ASN atau tidak. Kalaupun ada bukan di Pengurus, melainkan dibidang lain seperti Pembina”, ungkapnya menjelaskan.

Menurut pemerhati pembangunan wisata patung Tuhan Yesus, Pius Situmorang, SH, yang juga seorang Advokad itu mengecam keras adanya Pungli di lahan wisata patung Tuhan Yesus di Kabupaten Samosir.

Menurut Pius, adanya penarikan retribusi wisata di patung Yesus tidaklah tepat, apalagi wisata yang membawa agama tertentu, bila perlu digratiskan tanpa ada pungutan apapun, biaya yang sudah dibandrol perlu dipertanyakan, mengenai retribusi wisata ada aturannya.

Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Samosir harus segera bersikap dan membubarkan petugas yang memungut biaya ke wisata tersebut, sebab itu pelanggaran hukum. Tanpa ada alas hukum tidak diperbolehkan undang undang untuk melakukan kegiatan liar, jangan sampai masyarakat akhirnya muak dan enggan untuk datang, karena dipatok biaya yang tidak masuk akal, wisata rakyat berbiaya murah adalah pilihannya, ungkapnya 7/5/2021.

Penulis : P. Sianturi/ Hatoguan Sitanggang

judul gambar
judul gambar

Responses (2)

  1. Saya sangat setuju di pungut retribusi sebagai sosialisasi sambil sambil merumuskan perdanya bekerja sama dengan DPRD Kabupaten Samosir karena tanpa ada Retribusi berarti pendapatan Asli Daerah Kab Samosirtidak akan bertambah maka daerah itu akan susah maju karena Pendapatan Asli Daerahnya minin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *