banner 728x250

Sempat Viral, Penebangan Pinus di Samosir Ternyata Bukan Kawasan Hutan 

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Sempat jadi tranding di media sosial, penebangan Kayu Pinus di Dusun l Desa Marlumba, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, ternyata bukan kawasan hutan.

Lahan itu merupakan milik dari keturunan Oppung Raja Gumumtam Rumahorbo dan sudah dikuasai selama ratusan tahun atau selama 13 generasi turun-temurun.

judul gambar

Hal tersebut disampaikan  Hoster Rumahorbo selaku humas  yang dipercayakan oleh seluruh keturunan Raja Gumumtam Rumahorbo.

“Bahwa tanah ini adalah tanah milik keturunan Raja Gumumtam Rumahorbo yang sudah dihuni sejak ratusan tahun,” ungkap Hoster Rumahorbo. Jumat (15/10).

Dikatakannya,  bahwa keturunan Raja Gumumtam Rumahorbo akan mendirikan Yayasan Pomparan Raja Gumumtam Rumahorbo dan menyatakan bahwa tanah warisan itu adalah milik bersama yang tujuanya supaya tidak terjadi perselisihan dan saling klaim diantara Pomparan Raja Gumumtam Rumahorbo.

“Berdasarkan Besloit yang sudah ada, yang dihubungkan dengan silsilah atau tarombo Raja Gumumtam Rumahorbo adalah tanah tersebut bukan hutan lindung, tapi milik pomparan Raja Gumumtam Rumahorbo,” bebernya.

Menanggapi berita yang sedang viral saat ini yang menyatakan adanya penebangan liar yang dikerjakan oleh T Sitanggang, Hoster Rumahorbo menganggap itu tidaklah benar.

Sementara itu, T Sitanggang (Parman-red) selaku pengusaha yang mengerjakan, juga mengaku sudah melakukan berbagai tahap untuk memastikan legalitas lahan tersebut, seperti membuat surat perjanjian dengan pemilik lahan dan menyurati beberapa instansi terkait.

“Sebelum pohon Pinus itu kita tebang, sekitar bulan Februari 2021, kita terlebih dahulu menyurati BPN dan tembusanya ke Kepala Desa Marlumba, Camat dan Kapolres Samosir,” ujarnya.

Bukan itu saja, T Sitanggang   mengaku sudah mengajukan permohonan ke Dinas Kehutanan UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan Wilayah Xlll Dolok Sanggul.

“Menanggapi surat saya, pada tanggal 1 Januari 2021 pihak kehutanan sudah melakukan pengecekan dan pengukuran lahan tersebut, dan bukan kawasan hutan negara,” akunya.

Menurut T Sitanggang, kalau menyangkut hutan masyarakat, ada Permen 85 yang turunanya Permen 48 tahun 2019 yang  mengaturnya.

“Jangan karena trending dan viral saya jadi diperiksa terus. Kemarin waktu Pak Luhut datang ke Samosir, kita juga udah diperiksa,” keluhnya.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Haritua Siregar, Kepala UPTD Kehutanan Wilayah Samosir. Dia membenarkan, bahwa lahan penebangan Pinus tersebut tidak berada dikawasa hutan.

“Yang pasti Parman gak ada salah disitu, ya.  Lokasi itu sangat putih,” katanya ketika dikonfirmasi.

Sebelumnya beredar berita tentang penebangan Kayu Pinus di Desa Marlumba, berawal dari salah satu warga yang mengapload video dan gambar dimedia sosial. Jepri Sitanggang

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *