Home BERITA TERBARU Sidang Kasus Novel Jaksa Tetap Pada Tuntutan Minta Terdakwa Dihukum 1 Tahun...

Sidang Kasus Novel Jaksa Tetap Pada Tuntutan Minta Terdakwa Dihukum 1 Tahun Penjara

62
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Sidang lanjutan kasus penganiayaan penyiraman air keras agenda tanggapan jaksa atas nota pembelaan (Pledoi) terdakwa atau Penasihat hukum terdakwa secara tertulis di bacakan jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, 22/06.

Tim jaksa penuntut umun Satria Irawan, Zainal, pada intinya mengatakan tanggapannya tetap pada surat tuntutan (Requisitor). Dimana sebelumnya dua terdakwa Rahmat Kadir Mahulete dan Rony Bugis yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban Novel Salim Baswedan, menggunakan Air Keras dituntut masing masing satu tahun penjara.

Berdasarkan fakta fakta, keterangan saksi saksi, barang bukti, keterangan ahli dan pengakuan terdakwa dalam persidangan, bahwa perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar hukum sesuai pasal yang didakwakan.

Atas tuntutan jaksa tersebut, Rudy Heriyanto tim penasihat hukum kedua terdakwa dalam nota pembelaan atau pleidoinya mengatakan, terdakwa tidak terbukti bersalah melanggar hukum melakukan penganiayaan terhadap korban Novel Salim Baswedan.

Oleh karena itu, “majelis hakim supaya membebaskan terdakwa Rahmat Kadir Mahulete dan Rony Bugis dari segala dakwaan dan tuntutan jaksa”, ujarnya 15/06.

Semenrara jaksa tidak sependapat dengan penasihat hukum. Dalam replik nya mengatakan, “majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini supaya menghukum terdakwa Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis, masing masing selama satu tahun penjara dan terdakwa tetap berada didalam tahanan”, kata jaksa penuntut umum pada sidang teleconference dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara ke tahanan Brimob Kelapa Dua Depok, 22/06.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Djuyamto didampingi hakim anggota Taufan Mandala dan Agus Darwanta tersebut, usai pembacaan replik Penuntut Umum, memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk membacakan tanggapan atau duplik atas replik Jaksa tersebut.

Kepada penasihat hukum, apakah menyampaikan duplik secara tertulis atau lisan, tanya pimpinan majelis. “Kami akan menyampaikan secara tertulis yang mulia”, kata Penasihat hukum.

Menyikapi hal tersebut, majelis hakim menunda persidangan dan akan digelar kembali Senin 29/06 dengan agenda duplik penasihat hukum.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here