banner 728x250

Sosok Raja Napogos Dimata Orang Batak

  • Share
Ket Foto: Berbaju merah Eldarson Sihombing adalah Direktur PT Raja Napogos saat berbincang-bincang di salah satu Hotel di Kabupaten Samosir

KAB SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY – Satu jam bincang-bincang bersama Direktur PT Raja Napogos ditepi Pantai Sialanguan kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir. Rabu (2/12/2020).

Sebagai sumber objek kajian kata ” Raja Napogos ” dan sebuah pertanyaan unik, kosa kata yang sederhana namun punya makna artian luas dalam tatanan kehidupan bangso batak (orang batak-red) yang beradat dan memiliki budaya sebagai makluk sosial dimuka bumi yang kita pijak saat ini.

judul gambar

Wajahnya sangat sederhana dan penuh Wibawa yang bernama Elderson Sihombing Pria Kelahiran Kabupaten Dairi atau tepatnya Enam Puluh Tahun (60) yang silam.

Dan dia juga telah mempersunting Boru Tulang Hutahayan atau (dipaboruhon dari Suku Dayak yang dia cintainya) atau sudah dipestakan sesuai Adat Batak dari Tulang Marga Hutahayan.

Masih ungkapan penuturan bapak yang satu ini bahwa dia juga telah dikarunia Tuhan 3 Anak diantaranya Satu (1) Putri Dua (2) laki laki, Putrinya saat ini bekerja sebagai Dokter Spesialis anak di jakarta dan yang Laki-laki bekerja Wakil Bupati Kabupaten Dairi saat ini , dan anak ketiga masih duduk dibangku disekolah Tingkat menegah Atas atau SMA yang saat ini tinggal didaerah Palangkaraya.

lebih lanjut beliau menceritakan sejarah singkatnya, sehingga pergi merantau dari kampung halaman lebih kurang 40 tahun silam yang saat itu kehidupannya sangat sulit bahkan tidak dibayangkan ungkapnya dan Ia telah melalang melintang hingga sampai ke pulau kalimantan kala itu masih lajang ( Masih Muda).

Hal ini diungkapnya ketika penulis menyambangi tanpa basa basi menyapa beliau sambil ngopi dipagi hari yang cerah yang disambut arus canda ria diwarnai dengan teman temannya yang duduk bareng dilobi hotel.

Penulis pengen berlama-lama berbincang dengan sosok bapak yang satu ini,i ni layak jadi gambaran filosopi kehidupan bagi orang batak yang berjuang keras untuk dapat bertahan hidup, apapun dilakukan pekerjaan asal bisa bertahan hidup apalagi yang hidup diperantaun penuh tantangan dan persaingan ketat.

Prinsip hidup dari sifat karakter rendah hati membuat hati tersentuh hingga kesanubari ketika dia berbicara “kita tak perlu meninggikan diri walaupun sebesar apa hartamu didunia ini, karena harta bukan untuk dibawa mati”, tuturnya tanpa basa basi.

Dimana harta duniawi hanyalah sebuah titipan dari Tuhan yang tidak perlu dibanggakan, hanya saja patut disyukuri saja tak perlu disombongkan, ujarnya.

Bila boleh kita menyadari, dalam kehidupan yang sesaat ini, dimana bila Tuhan mau berkehendak detik ini juga nyawa kita bisa dicabut, tanpa ada yang akan kita bawa dari dunia ini.

Disini Intinya kita patut bersyukur disetiap saat kepada Tuhan, dan semua berkat yang diberikan hanyalah Titipan Sementara, Tutur Elderson mengakhiri.

Hal ini buat penulis merupakan salah seorang yang patut kita tiru, dalam pranata sosial, khususnya bagi orang batak yang telah berhasil diluar sana jangan lupa membangun kampung halaman, sekecil apapun perhatianmu untuk kampung halaman, pasti dapat berkat dari Tuhan

Catatan :Hatoguan Sitanggang
(Pengamat Pinggiran)
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *