Home DAERAH Suherman : LPJK Ibarat Membunuh Anak kandung Sendiri

Suherman : LPJK Ibarat Membunuh Anak kandung Sendiri

225
0
JAMBI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Siapa sangka sosok Suherman ST ME  yang sebelumnya tidak pernah diperhitungkan dan bakal menduduki kursi Ketua Asosiasi Tenaga Ahli Konstruksi Indonesia (ATAKI) Provinsi Jambi akhirnya kemarin secara Aklamasi terpilih menjadi ketua ATAKI Provinsi Jambi  untuk periode 2015-2020.
Menurut pria yang juga masih menjabat sebagai Ketua Forum Jasa Konstruksi  Provinsi  Jambi ini tantangan kedepan khususnya  di Provinsi Jambi masih banyak yang perlu dibenahi terlebih masalah banyaknya Asosiasi Profesi di provinsi Jambi  yang berpindah ke Asosiasi lain dan ini disebabkan oleh biaya pembuatan SKA dan SKT yang terlalu mahal.
Berangkat dari itu Suherman menargetkan kedepannya untuk pembuatan SKA dan SKT ini kita akan melakukan pembinaan dan pelatihan terhadap tenaga kerja.” Sekarang ini kendalanya mengenai biaya yang terlalu tinggi dan aliran dananya hanya masuk ke LPJK sementara asosiasi hanya sekedar verifikasi dan validasi, kalau saya bisa katakan ini sama dengan defkolektor lahir karena PP No 28 tentang usaha dan peran jasa konstruksi dan PP No 92 Tahun 2000.” Ungkap Suherman.    
Suherman menyampaikan bahwa LPJK yang sekarang ini diibaratkan seperti orang tua yang tega membunuh anak kandungnya sendiri apakah ini dalam proses badan usaha atau tenaga kerja yang sesuai dengan amanat UU, hanya saja ini merupakan transisi dimana yang dulunya peredaran uang pada asosiasi kini diambil alih oleh LPJK akibatnya sekarang LPJK banyak pemasukkan.

Ditambahkan Suherman, andai saja proses pembuatan SKT dan SKA lebih dipermudah maka orang Jambi tidak akan membuat di luar Daerah, bayangkan jika rata-rata Rp 500.000/SKT/SKA kita sama ratakan saja jumlahnya pertahun 1000 orang yang membuat SKT/SKA keluar Daerah Jambi sudah berapa PAD Jambi yang keluar berarti Rp 500.000.000 uang Jambi artinya akan mengurangi pendapatan Daerah namun ini tidak menyalahi produk hokum  mungkin uang Rp 500.000.000 ini bisa beredar di Provinsi Jambi dan dinikmati oleh orang Jambi.(lia)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here