Home HUKUM Sungai Tercemar Berat, Usaha Cuci Drum Bekas di Komplek Museum Bahari Buang...

Sungai Tercemar Berat, Usaha Cuci Drum Bekas di Komplek Museum Bahari Buang Limbah B3 Sembarangan

887
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Sebuah usaha yang berlokasi di komplek Museum Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara membuang sembarangan limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) berupa air cucian bekas drum-drum dan tangki-tangki cairan kimia.

Pasalnya, limbah cucian tersebut langsung dibuang ke saluran got tanpa ditampung dan diolah terlebih dahulu agar layak untuk dibuang, sehingga tidak mencemari lingkungan.

Aroma menyengat bau cairan kimia pun terhampar di sekitar lokasi itu.

Parahnya, usaha ini masih berjalan lancar dan merasa tenang tanpa takut ditindak oleh instansi terkait khususnya Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Disambangi di lokasi hanya ada beberapa pekerja. Sedangkan pemilik usaha belum bisa ditemui untuk menanyakan kegiatan pembuangan limbah hasil usahanya, karena belum datang ke lokasi.

Salah seorang pekerja mengatakan, air hasil cucian langsung mengalir ke selokan.

“Tidak ada penampungan (air limbah) pak. Airnya ya ke selokan,” ungkap pekerja kepada mediatransparancy.com, Senin (20/7/2020) di lokasi.

Sementara salah seorang warga di sekitar berharap kepada pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar usaha tersebut segera dipindahkan dan tidak berusaha di lokasi itu lagi.

Menyikapi kondisi tersebut, Ketua Umum DPP LSM Gerakan Cinta Indonesia (GRACIA), Hisar Sihotang mendesak Pemprov DKI Jakarta dan DInas Lingkungan Hidup agar secara tegas menindak tegas pemilik usaha tersebut.

“Jika seperti itu proses membuang limbahnya, sudah pasti tidak punya dokumen lingkungan. Sesuai dengan UU 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, bisa dikenai pidana. Itu sudah pencemaran, membuang limbah tanpa izin,” tegas Hisar.

Menurut informasi yang dihimpun, pemilik usaha cucian drum bekas ini masih memiliki hubungan kerabat dengan pemilik usaha cucian drum yang berada di Ruko Mitra Bahari, Penjaringan, Jakarta Utara, yang pada bulan Mei lalu disegel oleh Petugas Satpol PP Jakarta Utara karena telah melanggar PSBB.

Kegiatan usahanya juga dihentikan oleh petugas Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara karena membuang limbah sembarangan, namun hanya diberikan sebatas peringatan.

 

Penulis: MT1 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here