banner 728x250

Surat Camat Jagakarsa “Dikacangi” Anak Buah, Irbanko Jaksel: Akan Kita Proses

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Surat Camat Jagakarsa, Alamsah yang ditujukan kepada Kasektor Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Kecamatan Jagakarsa, Budiono, yang secara struktur organisasi kecamatan adalah anak buahnya, mengenai bangunan melanggar yang disoroti Media Transparancy, sama sekali tidak diindahkan alias dikacangi.

Terbukti, hasin pantauan lapangan yang dilakukan, proses pelaksanaan pembangunan bangunan-bangunan  melanggar tersebut masih berjalan hingga detik ini.

judul gambar

Dengan kata lain, Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa, Budiono sama sekali tidak mengindahkan surat atasannya di Kecamatan Jagakarsa.

Tidak adanya action nyata yang dilakukan Budiono terhadap surat Camat Jagakarsa menimbulkan tanda tanya besar.

Dugaan adanya kongkalikong antara oknum CKTRP Jagakarsa dengan pihak pengembang mulai mengemuka ke permukaan.

Ketua LSM KIPAS, Redol yang dimintai komenternya “pembangkangan” yang dilakukan Budiono terhadap atasannya tidak mungkin tanpa alasan yang cukup mendasar.

“Ada beberapa alasan yang bisa dijadikan pijakan mengapa Citata Jagakarsa tidak menggubris surat camat. Yang pertama, Citata Jagakarsa sudah mendapat ‘imbalan’ atas pembiaran mereka terhadap bangunan melanggar tersebut. Kedua, jika tidak ada imbal balik, sudah pasti dirubuhkan itu bangunan. Sederhana kok,” ujarnya.

Dikataka Redol, dari awal proses membangun, Budiono beserta jajarannya sudah mengetahui bangunan-bangunan melanggar tersebut.

“Dari awal mereka sudah tau itu bangunan melanggar, tapi tidak ada tindakan yang berarti. Kalau mereka tidak dapat apa-apa, seluruh proses tindakan pasti berjalan,” sebutnya.

Namun disisi lain jelas Redol, surat Camat Jagakarsa bisa jadi hanya sandiwara belaka.

“Kemungkinan surat itu hanya sandiwara bisa juga. Camat ingin menunjukkan bahwa pihaknya ‘cakap administrasi’. Tapi dilain pihak, camat juga sudah cukup lama tau itu bangunan melanggar berkat laporan-laporan yang masuk,” terangnya.

Secara tingkatan jabatan dan struktur organisasi, tegas Redol, jika berkeinginan melaksanakan dan menjalankan aturan demi ketidaksemerawutan tata ruang di kecamatan yang dippinnya, Camat Jagakarsa tinggal memanggil dan memerintahkan Kasektor Citata untuk melakukan tindakan tegas.

“Camat Jagakarsa memiliki hak dan kewenangan memerintah Budiono untuk melakukan tindakan tegas terhadap seluruh bangunan melanggar di kecamatan yang dipimpinnya. Tapi sayangnya itu tidak dilakukan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang ASN dilingkungan Kecamatan Jagakarsa yang tidak bersedia identitasnya dioublikasikan menyebutkan, bahwa semua bangunan-bangunan melanggar yang tidak ditindak tersebut sudah terproses dengan rapi.

“Semua itu sudah rapi bos. Oknum Citata Jagakarsa sudah beberapa kali ketemu dengan pihak pengembang atau pemilik. Begitu juga sebaliknya, orang suruhan pengembang sudah berapa kali bertemu dengan oknuk Citata,” sebutnya.

Dikatakannya, tidak ada alasan lain bagi Citata Jagakarsa untuk melakukan tindakan atau sanksi tegas.

“Saya bisa bertaruh, tidak akan ada tindakan bongkar untuk bangunan-bangunan melanggar tersebut, terkecuali yang belum koordinasi,” ungkapnya.

Irbanko Jakarta Selatan, Teguh yang diminta komentarnya seputar bangunan-bangunan melanggar tersebut menhatakan akan bertindak tegas.

“Saya akan selidiki. Jika memang ada pelanggaran, saya akan tindak tegas,” ucapnya.

Ketika ditanya terkait dugaan adanya pembiaran dari pihak Citata Kecamatan Jagakarsa sehingga hingga saat ini tidak melakukan tindakan terhadap bangunan-bangunan melanggar tersebut, dirinya mengatakan akan bertindak tegas.

“Akan kita sikat, siapapun tidak jika melanggar,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Jagakarsa, Alamsah maupun Kasektor Citata Jagakarsa, Budiono hingga berita ini dinaikkan tidak bisa dikonfirmasi.

Seperti yang sudah berulangkali diberitakan Media Transparancy, ditemukan beberapa titik lokasi bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa, seperti sekitar 22 unit bangunan rumah tinggal dua lapis di Jl Batu Belah RT 13/05, dimana sebahagian besar tidak ada izin, sekitar 8 unit bangunan rumah kontrakan di Jl Batu Belah I sama sekali tidak ada izin.

Selain itu, juga ditemukan bangunan Town House sekitar 8 unit di Jl Setu Babakan yang diduga melanggar izin, dan puluhan pintu ruko di Jl Moch Kahfi I yang dibangun dengan izin rumah tinggal.

Semua bangunan melanggar ini justru dibiarkan terus membangun oleh Kasektor Citata Kecamatan Jagakarsa, Budiono. Anggiat S

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *