Home HUKUM Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Terdakwa Agus Butarbutar Tidak Digubris Mejelis Hakim

Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Terdakwa Agus Butarbutar Tidak Digubris Mejelis Hakim

221
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) pimpinan Agung Purbantoro didampingi Hakim anggota Tugianto dan Dodong, tidak menggubris surat permohonan penangguhan penahanan yang diajukan terdakwa Agus Butar Butar melalui hukumnya Halim SH.

Majelis Hakim yang menyidangkan dan memeriksa berkas perkara pemalsuan akta Nikah antara Basri sudibyo dengan Juniar alias Vero, terkesan tidak perduli dan mengesampingkan surat permohonan penangguhan penahanan Agus Butar butar, hakim fokus terhadap pemeriksaan saksi saksi.

Hingga proses persidangan telah masuk agenda pemeriksaan saksi saksi dan pemeriksaan saksi Mahkota (saksi terdakwa Pdt. M.Husen Hosea), namun Hakim tak kunjung membacakan surat penetapan penangguhan atau peralihan penahanan. Bahkan penasihat hukum terdakwapun tidak mempertanyakan kepada majelis hakim terkait realisasi surat penangguhan penahanan kliennya.

Dalam persidangan sebelumnya, Dakwaan jaksa penuntut umum Suwartin menyebutkan, terdakwa Agus Butar butar (55), Juniar alias Vero (57) serta terdakwa Pdt.M Husen Hosea (68) disidangkan dalam berkas perkara terpisah (displit) tardakwa ditengarai melakukan pemalsuan atau memasukkan data otentik yang seolah olah benar, Almarhum Basri Sudibjo telah menikah dengan Juniar alias Vero sehingga merugikan ahli waris Basri Sudibyo.

Sementara dalam persidangan pemeriksaan saksi Pdt. Husen Hosea mengatakan, pihaknya tidak pernah memberkati pernikahan Basri Sudibyo dengan Juniar alias Vero. Saya menandatangani Akta Nikah atas permintaan Agus Butar Butar, Manurut keterangan Agus Butar butar, katanya Basri Sudibyo dan Juniar sudah menikah di gereja Jakarta tapi karena ada masalah gerejanya surat Nikah tidak dikeluarkan, dimana kejadian itu sekitar tahun 2019 lalu,” ujar Pdt Husen Hosea.

“Agus datang berulang kali kerumah saya meminta supaya dibuatkan Akta Nikah dengan memberikan sejumlah berkas dan foto Basri Sudibyo berdampingan dengan Juniar alias Vero. Dan bu Vero juga datang bersama dua temannya kerumah saya membicarakan surat Akta Nikah.”ujar Pdt Husen Hosea saat menjadi saksi 20/04/20.

Menurut Hosea, pihaknya dibayar oleh terdakwa Agus Butar Butar sebesar Rp 3.750.000 untuk pembuatan dan untuk Administrasi Akta Nikah tersebut. Tiga hari kemudian Akta Nikah selesai lalu diambil oleh Agus Butar Butar. Setelah satu setengah bulan kemudian pihak Agus menjemput saya dari rumah, katanya mau mengajak saya berkunjung kerumah Juniar.

Namum saya tidak di bawa kerumah Juniar melainkan di bawa ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara di jadikan saksi dan disuruh menandatangani pembuatan Surat penetapan Akta pernikahan Basri Sudibyo dengan Juniar alias Vero.”ujarnya Pdt. Husen Hosea dihadapan majelis hakim saat menjadi saksi di persidangan 20/04/20.

(Siantury)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here