Home NASIONAL Tangkap Pelaku Intimidasi Wartawan di PN Cibinong

Tangkap Pelaku Intimidasi Wartawan di PN Cibinong

271
0
Foto : Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) dan Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Harian Bogor mengecam tindakan intimidasi terhadap wartawan .

Bogor, Mediatransparancy.com – Tindak kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi di Kabupaten Bogor, kali ini menimpa Dede Mulyana, 25, wartawan publikbogor.com yang sedang meliput kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah dengan terdakwa, Kades Tlajung Udik di PN Cibinong, Senin (22/08/2016) kemarin.

Maka kami Forum Wartawan Harian Bogor (FWHB) dan Sekretariat Bersama (Sekber) Wartawan Harian Bogor mengecam tindakan intimidasi terhadap wartawan oleh sejumlah pria tak dikenal yang diduga pendukung terdakwa pada pukul 18.30 WIB, Senin (22/08/2016).

Bahkan menurut rekan-rekan wartawan, di lokasi tak hanya Dede Mulyana yang mengalami intimidasi. “Kita sudah izin sama pihak hakim dan Humas PN Cibinong, tapi tiba-tiba ada sekitar lima orang pendukung Kades yang meminta untuk tidak meliput dan menghapus foto-foto persidangan,” ujar wartawan media online lokal itu.

Tak cukup disitu rekan-rekan wartawan lain juga sama diminta menghapus rekaman video dan foto-foto hasil liputan sidang. “Malah saya sempat ditampar oleh salah satu dari mereka berinisial LH,” ujarnya.

Atas tindakan tersebut, rekan-rekan yang telah menjadi korban tindakan kekerasan langsung membuat laporan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bogor. Sementara itu, Ketua FWHB Haryudi mendesak pihak kepolisian untuk segera memproses pelaku, karena selain melanggar UU Pers Nomor 40 tahun 1999 pasal 1 ayat 8. Penyensoran adalah penghapusan secara paksa sebagian atau seluruh materi informasi yang akan diterbitkan atau disiarkan, atau tindakan teguran atau peringatan yang bersifat mengancam dari pihak manapun, dan atau kewajiban melapor, serta memperoleh izin dari pihak berwajib, dalam pelaksanaan kegiatan jurnalistik. 9. Pembredelan atau pelarangan penyiaran adalah penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa atau melawan hukum. “Dalam kejadian itu, pelaku juga telah melakukan tindakan perbuatan tidak menyenangkan dan tindakan penganiayaan sebagaimana tertuang dalam pasal 335 dan 351 KUHP,” tegasnya.

Selain itu, sudah jelas dalam pasal 8 UU Nomor 40 tahun 1999 disebutkan dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. “Kami juga menyayangkan pihak pengamanan PN Cibinong tidak mengantisipasi peristiwa tersebut dengan melakukan pengamanan ekstra karena sidang tersebut kerap melibatkan orang banyak (massa pendukung Kades),” pungkasnya.

Penulis : Wawan Suherman
Editor : Safid Firdaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here