banner 728x250

Tanjung Bunga tertimpa Longsor, Satu Unit Rumah Janda 3 Anak HANCUR 

  • Share

SAMOSIR, MEDIA TRANSPARANCY– Warga dikejutkan dengan bencana tanah longsor sekira pukul 23.00 WIB. Tanah longsor memporak-porandakan rumah kediaman keluarga Sigalingging, tepatnya berada dihuta Sigalingging Desa Tanjung Bunga Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir dengan dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut, yakni satu Unit Rumah “rusak parah” pada, Selasa (22/12/2020) malam.

Informasi yang dihimpun awak media dari saksi mata A Novita Sitanggang, dilokasi kejadian Rabu pagi (23/12) bahwa kejadian terjadi pada selasa malam saat Keluarga sudah mulai istirahat dan belum tertidur nyenyak pada waktu itu kebetulan hujan sangat lebat menguyur daerah tersebut.

judul gambar
Korban tanah longsor, Erika Silaban (kanan) yang menanggung beban hidup untuk ketiga (3) Anaknya yang masih kecil-kecil, tampak didampingi seorang putranya di unit ICU pada, Rabu (23/12) saat mendampingi anak yang lainnya saat tengah dirawat akibat tertimpa reruntuhan bangunan ketika terjadi musibah tanah longsor.dok-istimewa

Secara “Tiba-tiba terdengar seperti dentuman bom meledak membuat sontak warga bergegas keluar dari rumah, untuk melihat kejadian tersebut. “Sehingga saat kejadian satu malam kami keluarga tidak dapat tertidur nyenyak lagi, namun korban Jiwa tidak ada hanya satu orang anak kecil patah tulang yang saat ini sudah dirumah sakit Hadrianus Sinaga,” tutur pak Novita.

Novita juga menambahkan bahwa adapun jarak rumahnya dengan Saudara Sigalingging hanya satu meter pada posisi rempet, maka kami terpaksa satu malam harus berjaga jaga takut longsor susulan takut rumah kita ikut menjadi korban longsor berikutnya,” paparnya.

Masih menurut Pak Novita, bahwa Pak Josua Sigalingging pemilik rumah sudah 3 tahun meninggal, sekarang tinggal istrinya yang bernama Erika Silaban yang menanggung beban hidup untuk ketiga (3) Anaknya yang masih kecil-kecil itu.

Adapun yang tinggal, masih kata Novita bahwa orang didalam rumah saat kejadian ada lima orang saudara. “Cuma hanya satu korban tertimbun longsor, yaitu Timoteus Sigalingging (9) yang masih duduk di sekolah tingkat Sekolah Dasar,” ujarnya.

Senada Ernita Silaban (44) pihak korban ketika di Konfimasi Awak Media Rabu (23/12) di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Hadrianus Sinaga Pangururan, membenarkan kejadian bencana tanah longsor tersebut .

Kapolres Samosir yang diwakili Kapolsek Pangururan AKP B. Manurung, SH bersama Jajaran Polres Samosir langsung datang ke lokasi kejadian, dan secara spontanitas mereka langsung membantu warga dalam menolong korban serta memberi Tali kasih Berupa 10 Karung Beras untuk korban musibah tanah longsor tersebut pada, Selasa malam (22/12).dok-istimewa

Ernita Ibu tiga anak ini juga membenarkan bahwa anaknya mengalami patah tulang, di akibatkan runtuhan bangunan rumah menimbun seluruh badan anaknya. “Hanya kepala yang nampak,” lirih Ernita sambil menceritakan kejadian naas pada malam itu.

Ernita juga menjelaskan, “Saya Malam itu sangat gelisah namun anak-anak sudah pada tidur pulas, tiba-tiba bagunan amblas hingga dinding bangunan roboh, saya hanya mampu menyelamat anak paling bungsu ketika itu namun saya menjerit-jerit minta pertolongan, sehingga masyarakat berhamburan datang menolong,” ungkap Ernita.

Disini Timoteus (anak korban tertimbun-red) sudah sempat tertimbun reruntuhan bangunan,untunglah masyarakat dapat mendengar jiritanku hingga bisa cepat menyelamatkan anakku ini hingga membawa kerumah sakit,” pilu Ernita menjelaskan.

Mendengar kejadian itu, Kapolres Samosir yang diwakili Kapolsek Pangururan AKP B Manurung, SH bersama Jajaran Polres Samosir langsung datang ketempat kejadian, dan secara spontanitas mereka langsung memberi Tali kasih Berupa 10 Karung Beras pada keluarga yang tertimpa musibah tanah longsor tersebut.

Kapolsek Pangururan B Manurung sangat prihatin atas musibah yang terjadi serta sangat mengapresiasi sikap warga yang dengan sikap menolong korban. “Hal ini sebuah bentuk sosial kita bentuk kepedulian kepada masyarakat atas kejadian bencana tanah longsor ini, dan bantuan ini merupakan Tali Kasih kami,” tegas Kapolsek mengakhiri.

Hingga berita ini di tayangkan bahwa korban Jiwa tidak ada, hanya luka dan patas tulang terhadap bocah Timoteus Sigalingging (9), serta Satu unit rumah sedang rusak berat akibat longsor tersebut.

Penulis : HSTG
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *