banner 728x250

Terali Besi Menunggu Jimmy Dan Alung Bos Kapal Pengangkut BBM Bersubsidi

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.comTerali besi atau rumah tahanan menunggu terdakwa Jimmy dan Alung. Keduanya ditengarai merupakan “cukong” BBM Solar bersubsidi yang saat ini sebagai terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ke dua terdaakwa menyuruh Nakhoda Kapalnya untuk mengangkut, membawa BBM jenis Solar tanpa document resmi dan melakukan perdagangan BBM lintas laut.
Sodikin Nakhoda Kapal Motor (KM) Wijaya III, karyawan terdakwa Jimmy yang mengangkut BBM 88 ton tanpa documen, harus berurusan dengan hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut).

judul gambar

Dalam sidang lanjutan pemeriksaan saksi penangkap dari aparat Kepolisian menyebutkan, Sodikin Nakhoda Kapal didakwa bersama sama dengan bosnya pemilik kapal KM Wijaya III terdakwa Jimmy melanggar undang undang Pelayaran dan Undang Undang tentang Migas. Keduanya duduk di kursi pesakitan berdampingan untuk pertanggung jawaban hukum atas perbuatannya sebagaimana dituangkan dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

Jaksa penuntut umum, Siti dari Kejaksaan Agung RI, dalam dakwaannya yang dibacakan jaksa pengganti Imelda dan Irfano dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, mengatakan, kedua terdakwa di ancam pasal 53 Undang Undang Migas dan Undang Undang Pelayaran.
Terdakwa membawa, mengangkut BBM bersubsidi sebanyak 88 ton setara 88 ribu liter yang diisi dari Pelabuhan Muara Baru Penjaringan Jakarta Utara, menuju Pelabuhan di Ambon.

Karena ketidak lengkapan surat surat kapal tersebut sehingga terdakwa ditangkap aparat Kepolisian Mabes Polri di wilayah Pelabuhan Ambon. Saat diperiksa isi kapal ternyata terdakwa Sodikin Nakhoda KM Wijaya III membawa BBM jenis Solar melebihi keperluan operasional kapal atas perintah bosnya Jimmy, kata Jaksa.

Dalam persidangan melalui Vidio confren dengan saksi penangkap Burhanuddin aparat Kepolisian PolAir Mabes Polri mengatakan, pengangkutan BBM yang diduga illegal dan bersubsidi itu sesuai keterangan Nakhoda kapal saat diperiksa dipenyidikan. Saksi juga mengatakan, BBM yang diangkut kapal terdakwa ditaro di Palka Kapal, ditengki dan droom, atas suruhan bosnya Jimmy, ujarnya, 15/11/2020.

Mendengar keterangan saksi, majelis mempertanyakan kebenaran keterangan saksi, ke ke terdakwa dan Jimmy dan Sodikin mengatakan benar.

Dalam persidangan juga terungkap,
Palka Kapal yang seharusnya tempat ikan hasil tangkapan namun oleh terdakwa  dijadikan tempat BBM Illegal yang diangkut ke Ambon. Palka diisi BBM atas perintah terdakwa Jimmy, pemilik kapal KM Wijaya III, kata saksi saksi dalam persidangan pimpinan majelis hakim DJuyamto SH MH, didampingi hakim anggota Taufan dan Srutopo Mulyono.

Sementara dalam berkas perkara lain, melibatkan terdakwa Alung bos Kapal Motor Neili 8 dan terdakwa Agus Nakhoda KM Neili 8, mengakui perbuatannya mengangkut BBM yang ditangkap aparat Kepolisian di wilayah Teluk Selor Kalimantan.

Sesuai keterangan saksi Fery Jonatan, karyawan di perusahaan terdakwa Alung dan Mustopa bagian Mesin Kapal Neili,
8,dihadapan hakim mengatakan, BBM yang diangkut dalam Palka atas suruhan bos Alung, sembari menunjuk Alung yang sedang duduk di kursi pesakitan PN Jakut.

Menurut Mustopa, KM Neil ditangkap sekitar tanggal 7 Maret 2019. Saat itu Neil 8 mengangkut makanan ringan dan BBM Solar, dimana seluruh BBM yang dibawa dalam kapal sebanyak 105 ribu liter. Dihadapan majelis hakim pimpinan Srutopo Mulyono saksi Mustofa menyebutkan, “BBM Solar keperluan operasional Kapal bolak balik Jakarta Tanjung Selor hanya  40 ribu liter, sisanya untuk kebutuhan kapal lain”, ucapnya.

Penulis  :  P.Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *