banner 728x250

Terbukti Bersalah Lakukan Penganiayaan,Jaksa Tuntut Andi Cahyadi 1 Tahun Penjara

  • Share

MEDIATRANSPARANCY -Jaksa Penuntut Umum (JPU) Diova dari Kejaksaan Negeri Jakarta Utara (Kejari Jakut), menuntut terdakwa Andi Cahyadi selama 1 tahun penjara, dalam kasus Penganiayaan.

Berdasarkan keterangan saksi saksi dan fakta serta alat bukti yang terungkap dalam persidangan, terdakwa Andi Cahyadi warga Pantai Indah Kapuk, Penjaringan, Jakarta Utara, telah terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar hukum. Melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Wenhai Guan (WNA). “Terdakwa terbukti bersalah sebagaimana dalam dakwaan pasal 351 ayat 1 KUHP, oleh karena perbuatannya majelis diminta supaya menghukum terdakwa Andi Cahyadi sesuai tuntutan”, kata Jaksa Penuntut Umum dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), 12/10/2021.

judul gambar

Jaksa menyebut, “terkait hal hal yang memberatkan atas perbuatan terdakwa, bahwa Andi Cahyadi sudah pernah dihukum, sementara hal yang meringankan terdakwa sopan dalam persidangan”, ucap JPU.

Dalam perkara ini antara terdakwa Andy Cahyady dengan korban Wenhai Guan merupakan perkara saling lapor dan keduanya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Pelapor atau korban Wenhai Guan sudah pernah dijatuhi hukuman dalam kasus yang sama perkara penganiayaan, yakni perkara penganiayaan pelapornya terdakwa Andi Cahyadi juga.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Djuyamto, didampingi hakim anggota Srutopo dan Agus itu, Menurut JPU, bahwa kejadian tersebut terjadi di wilayah Pluit, Penjaringan Jakarta Utara pada tahun 2018 lalu, terjadi penganiayaan terhadap korban Wenhai Guan saat itu pelapor hendak pulang ke China. Atas perbuatan terdakwa patutlah dihukum sesuai hukum yang berlaku, kata Jaksa.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan dan waktu kepada terdakwa dan penasehat hukumnya selama sepekan untuk menyusun atau membuat nota Pembelaan (Pledoi) baik secara pribadi terdakwa maupun Pledoi dari Penasehat hukumnya.

Menurut informasi, kejadian penganiayaan tersebut terjadi karena diawali dengan adanya dugaan hutang piutang antara terdakwa Andy Cahyady kepada pelapor Wenhai Guan yang diduga belum dibayar terdakwa. Hal itu juga disampaikan Andy Cahyadi dalam keterangan Persnya usai pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 12/10/2021.

Dalam keterangannya Andy mengakui, adanya pinjaman uang dari korban namun hal itu sudah selesai dan beda permasalahan, kata Andi. “Saya sudah bayar dengan kompensasi mobil, tapi dia tidak mengakui,” ucapnya, dalam keterangan saat persidangan sebagai saksi pelapor terhadap terdakwa Wenhai Guan, di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada bulan Januari 2021 lalu.

Sementara dalam persidangan kali ini terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya tidak memberikan komentar terkait tuntutan JPU selama 1 tahun penjara terhadap Andy Cahyady.
Saat memberikan keterangan Persnya, terdakwa Andi Cahyadi, terkesan merengek rengek minta keadilan kepada majelis hakim dan seolah olah terdakwa memberikan keterangan pembenaran diri sendiri kepada sejumlah Media usai mengikuti jalannya persidangan pembacaan tuntutan Jaksa.

Oleh karena itu Andi meminta kepada majelis hakim pimpinan Djuyamto, supaya memberikan keadilan terhadap dirinya atas laporan korban yang dinilai ada banyak kejanggalan. Kata Andy, “dirinya sudah pernah dihukum dan sudah selesai dijalani namun kini jaksa menuntut dirinya lagi selama 1 tahun penjara, ada apa JPU.

Sementara korban sudah divonis tapi tidak masuk penjara, bahkan sudah melarikan diri ke China. Hal itu dikatakan Andy sesuai surat dari KemenkhumHAM, bahwa pelapor Wenhai Guan sudah pergi keluar negeri, sembari menunjukkan surat berlogo KemenkhumHAM.

Penulis : P. Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *