Home DAERAH TERKAIT ALIRAN LUMPUR PASCA SEISMIK, GUBERNUR AKAN PANGGIL ELNUSA

TERKAIT ALIRAN LUMPUR PASCA SEISMIK, GUBERNUR AKAN PANGGIL ELNUSA

217
0
Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) didampingi Bupati Muaro Jambi H.Burhanuddin Mahir meninjau langsung semburan dan aliran lumpur setelah PT Elnusa melakukan kegiatan seismik di Kabupaten Muaro Jambi

Muaro Pijoan, Transparancy.com – Gubernur Jambi, H.Hasan Basri Agus (HBA) menegaskan bahwa dirinya akan memanggil (perusahaan) PT Elnusa terkait semburan dan aliran lumpur setelah perusahaan tersebut melakukan seismik. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh gubernur kepada para wartawan yang mewawancarainya dalam Peninjauan Lokasi Semburan Lumpur Pasca Kegiatan Seismik di Desa Muaro Pijoan Kecamatan Jambi Luar Kota Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (10/10).

Dalam peninjauan ini, gubernur didampingi oleh Bupati Muaro Jambi, H.Burhanuddin Mahir; Asisten II Sekda Provinsi Jambi, Ir.H.Haviz Husaini, MM; Kepala Badan Lingkungan Hidup Provinsi Jambi, Hj.Rosmeli, Kepala Dinas ESDM Kabupaten Muaro Jambi, Camat Jambi Luar Kota, dan Kepala Desa Muaro Pijoan.

Berdasarkan penjelasan Kepala Desa Muaro Pijoan, M.Dhani, terjadi semburan di loksi tersebut pada awal bulan Ramadhan 2014 ini, setelah PT Elnusa melakukan kegiatan seismik di lokasi dimaksud. Semburan terus mengalir sampai sekarang dan mengalir ke Sungai Pijoan. Akibatnya, tanah di lokasi tersebut yang sedianya digunakan untuk membuat batu bata, kini tidak dapat lagi digunakan untuk usaha pembuatan batu bata masyarakat desa setempat. Dan, belum ada langkah yang dilakukan oleh Elnusa untuk menghentikan semburan.

Gubernur menyatakan, “Yang jadi pertanyaan saya, apa sebab Elnusa lambat menangani, oleh sebab itu nanti kita akan memanggil Elnusa, sebagai pihak perusahaan yang melaksanakan eksplorasi di sini. Janjinya setelah lebaran, sampai sekarang belum dilakukan, tetapi memang yang paling penting, juga kita tidak mengkomunikasikannya dengan pihak Pertamina, lambat. Terakhir, dari pertamina, hari ini sudah dapat jawaban dari Pertamina akan turun dari Pusat (Jakarta) untuk mengecek tingkat kerusakan dan tingkat bahayanya, sampai sejauh mana bahaya akibat eksplorasi yang dilaksanakan Elnusa ini,” tutur gubernur.

“Tadi kan saya sampai menanyakan, biasanya kalau melakukan seismik itu sampai berapa meter kedalamannya, kalau ngebor mungkin sampai ratusan bahkan ribuan meter kedalamannya, tapi kalau seismik tadi, menurut informasi, 10 sampai 30 meter, artinya tidak begitu dalam. Nanti kita menunggu hasil penelitian yang dilakukan oleh tenaga ahli dari Pertamina. Tadi juga diinformasikan kepada kita bahwa ternyata nanti ditutup dengan semen ke dalamnya, sudah bisa teratasi, nanti kita tunggu,” lanjut gubernur.

“Yang penting bagi kita adalah hari ini kita mengecek, saya mendapat informasi dari koran dan melihat kondisi di lapangan, sampai sejauh apa kesulitan-kesulitan dan kemungkinan-kemungkinan akan mengganggu kehidupan ekonomi masyarakat, dan sebagainya. Itu yang jadi perhatian utama kita, termasuk juga dari sisi lingkungan hidup, itu sebabnya hari ini BLH (Badan Lingkungan Hidup) juga ikut, mungkin berbahaya bagi tanaman, termasuk kesehatan, itu yang kita cek,” ujar gubernur

“Saya sudah minta juga dengan Pak Kades dan Pak Camat untuk terus melakukan pemantauan tentang seismik yang dilakukan oleh Elnusa ini, yang sekarang kelihatannya, airnya masih terus mengalir. Ini secepatnya harus ditangani. Saya sangat tidak senang dengan kelambatan Elnusa dalam menangani ini, dan akan kita tegur serta kita minta laporannya,” pungkas gubernur.

Kepala Desa Muaro Pijoan, M.Dhani mengemukakan,”Yang jelas, kita sudah melaporkan dari awal, waktu itu awal Bulan Ramadhan, laporkan ke Elnusa. Pertengahan Bulan Ramadhan, memang ada pihak Elnusa datang hanya memoto, kemudian mereka memberikan surat ke kita, namun berhubung lebaran, kegiatan perbaikan rumah ataupun yang lain, dilakukan setelah Lebaran. Saya menunggu setelah Lebaran, ternyata belum juga, saya datang ke kantor Elnusa, satu bulan setelah itu baru Elnusa datang dan langsung menemui tuan rumah dan memberi bantuan berupa selang sepanjang 200 meter (untuk mengalirkan air bersih). Namun, tindakan untuk menghentikan semburan ini tidak ada sampai sekarang, jadi kita terus melaporkan ke Elnusa. Kita juga menyurati ESDM Kabupaten Muaro Jambi pada bulan September 2014, minta tolong difasilitasi,” terang M.Dhani.

M.Dhani mengatakan, lahan yang terkontaminasi akibat semburan ini lebih kurang 1 hektar. “Ini kan payau, jadi mengalir ke Sungai Pijoan. Yang jelas, efeknya di sini, produksi batu bata terganggu. Dan juga efek yang lain, itu yang kita kuatirkan, terutama air bersih dan kesehatan,” ungkap M.Dhani.

Field Manager Pertamina Jambi, Suyitno Salindeho mengakui Elnusa yang melakukan seismik di lokasi tersebut.

Suyitno menyatakan bahwa hari Jumat (10/10 siang) pihak Pertamina dan Elnusa dari Pusat (Jakarta) akan turun dan mengecek lumpur semburan.

“Mereka (tim teknis) akan mengukur apakah ada gas hidrokarbon. Apakah ini crack dari bawah atau dampak seismik, sampel akan dicek,” ujar Suyitno. (lia/hms).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here