banner 728x250

Terkait Dugaan Korupsi Dana BUMADES, Kajari Lampura Kembali Tetapkan Satu Tersangka

  • Share

Lampung Utara – Penyidik Kejaksaan Negeri Lampung Utara (Lampura) Kembali menetapkan 1 orang Tersangka berinisial DA selaku Ketua UPK ABT Holding Company dalam dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan pengelolaan Badan Usaha Bersama Milik antar Desa (BUMADES) ABT Holding Company Kecamatan Abung Tengah Kabupaten Lampura Tahun Anggaran 2019 – 2021, Selasa (11/10/2022).

Pada hari ini Selasa (11/10), Tim Jaksa Penyidik Kejari Lampura sebagaimana petunjuk dan arahan Kepala Kejaksaan Negeri Lampura, Mukhzan, SH., MH., melakukan penjemputan terhadap Saksi DA yang berada dirumahnya yang beralamat di Desa Gunung Besar RT. 03 RW 01 Kecamatan Abung Tengah, setelah sebelumnya Saksi DA tidak dapat memenuhi panggilan Penyidik sebanyak 3 kali dengan alasan sakit.

judul gambar

Penyidik mendatangi rumah Saksi DA tersebut sekira pukul 11.00 Wib dengan menghadirkan seorang dokter guna memeriksa kesehatan Saksi DA secara medis dan diperoleh hasil bahwa yang bersangkutan mengalami sakit diabetes dan dalam keadaan yang cukup baik serta layak untuk dilakukan pemeriksaan selaku saksi di Kantor Kejari Lampura.

Kemudian Saksi DA dengan didampingi oleh istrinya dibawa oleh Penyidik ke kantor Kejari Lampura guna dimintai keteranganya dalam kapasitasnya selaku saksi, setelah kurang lebih dilakukan pemeriksaan selama 4 jam, berdasarkan surat perintah penyidikan  nomor:1.f/L.8.13/10/2022 tanggal 11 oktober 2022 tentang penyidikan khusus dugaan tindak pidana korupsi pada Dana Amanah Pemberdayaan Masyarakat (DAPM) eks PNPM Mandiri pada kegiatan pengelolaaan badan usaha bersama antar desa (bumades) ABT Holding Company Kecamatan Abung Tengah Tahun Anggaran 2019-2021, Tim Penyidik sebagaimana Petunjuk Kajari Lampura meningkatkan status Saksi DA selaku ketua UPK menjadi tersangka.

Dengan mempertimbangkan kesehatan Tersangka DA yang sedang mengalami sakit diabetes dan memerlukan perawatan kesehatan secara khusus sebagaimana hasil pemeriksaan medis oleh dokter Yoanne Lisa pada Klinik Pratama Kejaksaan Negeri Lampung Utara serta adanya permohonan dari pihak keluarga, sehingga Penyidik tidak melakukan penahanan terhadap Tersangka DA. “Terangnya.

Lanjutnya, untuk sementara waktu terhadap DA belum dilakukan penahanan, sebab kondisi TSK nya msh jalani perawatan kesehatan yang sifanya rutin, dengan jaminan dari pihak keluarga tetap koperatif (*/Sis).

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.