banner 728x250

Terkait Dugaan Penyimpangan Dana BOS/BOP di SDN Semper Barat 13 Purwanto: Jangan Cari-Cari Kesalahan Orang Dan Memblokir WA nya

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Walikota Jakarta Utara, Dr. Ali Maulana Hakim Pada saat acara pelantikan sejumlah pejabat eselon III dan IV di Ruang Bahari Lt 14 Kantor Walikota Jl. Yos Sudarso Tanjung Priok. Jumat (5/3/2021).

Foto: Walikota Jakarta Utara, Dr. Ali Maulana Hakim

Walikota mengatakan, para pejabat yang baru dilantik dituntut bersiap- siaga, berdaya saing, transparan dan akuntabel sehingga dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

judul gambar

Pergantian jabatan dan mutasi adalah hal yang biasa dan lumrah agar tercipta dinamisasi manajemen yang lebih baik, cepat, tepat dan efektik dalam rangka percepatan pembangunan di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Walikota usai pelantikan.

Hanya saja, arahan dan pesan moral yang disampaikan pimpinannya dianggap angin lalu oleh sebagian oknum pejabat di Kota Administrasi Jakarta Utara yang baru seumur jagung menjabat dan digaji dari uang rakyat.

Pasalnya, ketika dipertanyakan terkait ratusan buku pelajaran yang rusak akibat kelalaian pihak sekolah, menggunakan anggaran dana BOS/BOP Tahun 2019/2020. Antara lain:

  1. Pertanyakan terkait Proposal yang diajukan pihak SD Negeri Semper Barat 13 ke sejumlah perusahaan di lingkungan Sekolah antara lain,1). PT.Komatsu. 2). PT.Justus, 3). PT.Trans Maju, 4). PT.Volvo. 5).PT. Super Krane dan juga ke Salah satu BUMN ( PLN) dan juga dengan Dinas LH, Sudin Olah Raga hingga Sudin Pertamanan.
  2. Berdasarkan RKAS Tahun 2020 bahwa anggaran di SD Negeri Semper Barat Rp.1.485,776, 741 dan total belanja murni dan rincian Rp.1.486.676.741. supaya di audit ulang kemana aja penggunaannya.
  3. Untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dan sementara gedung sekolah tidak dilakukan pemeliharaan seperti pengecatan, tampak dinding gedung warnanya sudah pada kropos dan terkelupas, disamping ruangan sekolah tampak kumuh dan plafon juga warna warni bekas genangan air. Lantas dikemanakan anggaran tersebut, untuk pengecatan lapangan sekolah, taman bacaan, Tiang basket, tong sangpah adalah bantuan dari beberapa perusahaan.
  4. Terkait rumah dinas yang berada di kompleks SD Negeri Semper Barat 13,“ rumah dinas tersebut dikomersilkan kepala sekolah dan ironisnya sebagian yang menempati rumah dinas bukan guru yang mengajar disekolah, melainkan diluar guru yang mengajar di SDN Semper Barat 13 dan siapa yang menerima hasil sewa rumah tersebut ?,”ujar sumber dan tidak disebut namanya.

“Kepala sekolah tidak pernah mengemis dan bahkan meminta buku ke perusahaan yang disebut, Sekolah membangun kemitraan dengan perusahaan tersebut dalam melakukan berbagai kegiatan pendidikan. Perusahaan tersebut bersedia menjadi CSR (Corporate Social Responsibility) sebagai bentuk dukungan kepada sekolah yang saat ini sedang mempersiapkan lomba sekolah sehat (LSS),”jawab Purwanto.

“Perusahaan tersebut berada diwilayah sekolah .Bentuk CSR berupa buku cerita. Adapun bukti bentuk kerjasama CSR antara perusahaan tersebut pun berbeda-beda sesuai dengan kemampuan perusahaan.Hanya PT.Komatsu yang memberikan dukungan CSR berupa buku Cerita. Adapun bentuk kerjasama antara perusahaan dengan sekolah menjadi salah satu nilai penting dalam penilaian mutu sekolah,”

“Klarifikasi ratusan buku pelajaran rusak terkena banjir pada Tahun 2019, Buku-buku itu terletak diruangan perpustakaan yang berada di lantai bawah saat banjir, Buku tersebut tidak dapat terpakai karena rusak dan masih dalam pengajuan pemusnahan, SD Negeri Semper Barat 13,” jawab Purwanto melalui screenshot Ade Budiman.

Ketika ditanya, Apakah buku pelajaran tersebut menggunakan uang rakyat dan kenapa pihak sekolah tidak langsung mendistribusikan kepada murid/siswa, untuk digunakan dan juga untuk menghindari banjir. Ironisnya, malah meletakkan begitu saja. Artinya pihak sekolah lalai atau membiarkan begitu saja.

“Ini hanya akal-akalan kepala sekolah untuk menutupi boroknya dan tidak masuk akal”. Dengan argumen, dari dulu daerah ini daerah banjir,bukan kali ini aja bahkan tahun 2007 diera Gubernur Fauzi Bowo daerah ini tergenang air kurang lebih 150 cm.

Ketika dipertanyakan, terkait proposal yang dibuat kepala sekolah ke beberapa perusahaan untuk minta bantuan. Apakah anggaran sekolah yang diberikan dari dana BOS/BOP masih kurang?.

Ratusan buku pelajaran yang dibeli dengan menggunakan dana BOS rusak akibat banjir. Bukankah itu merupakan unsur kelalaian dan bagaimana tanggung jawab kepala sekolah, mohon tanggapannya ?

Akibat pertanyaan tersebut dijawab dengan emosi, ”Tolong baca dengan cermat dan fahami,” jawab Purwanto.

Jaya Pos News : “maklum Pak, saya ngga punya pendidikan tinggi seperti bapak. Dijawab “makanya jangan cari-cari kesalahan orang melulu,”ujarnya lagi. Hal tersebut ketika diperjelas lagi,“Maksud bapak ?. Purwanto menjawab,“Mengorek-ngorek sekolah melulu,”ketus Purwanto.

Dan memperjelas yang dimaksud dengan ucapannya, “mengorek-ngorek sekolah melulu dengan mempertanyakan kembali,“ Terus temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan-Red), Perwakilan DKI Jakarta, apakah termasuk juga mengorek-mengorek kesalahan, kalau begitu usulkan aja pak undang-undangnya supaya dihapus.

Purwanto mengatakan, “Kita semua bekerja berdasarkan aturan yang ada termasuk gimana cara belanja, penghapusan, dan lain-lain, ada sistemnya secara digital,” ujarnya mengakhiri dan langsung memblokir percakapan WhatsApp miliknya dan akhirnya putus komunikasi. Jumat.(23/07/2021) tepat pukul 13:45 Wib.

Diwaktu yang berbeda, pengakuan wakil kepala sekolah, “bahwa rumah dinas tersebut jumlahnya 10 unit dan 5 unit ditempati oleh guru yang mengajar di SD Negeri Semper Barat 13, dan untuk yang 5 unit lagi langsung aja dipertanyakan kepada Ibu Kepala Sekolah, saya baru 6 tahun disini,” ujar Suwondo. Kamis.(22/07/2021). tepat pukul 12:03 Wib.

Hasil penelusuran Tim Aliansi di SD Negeri Semper Barat 13 dan pengakuan Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara 2, berbeda dengan fakta dilapangan dan terkesan melindungi bawahannya, dengan pernyataannya, “Hanya PT. Komatsu yang memberikan dukungan CSR berupa buku Cerita,” jawab Purwanto dan tidak menyebut bebarapa perusahaan yang memberikan bantuan terhadap sekolah.

Fakta dilapangan, beberapa perusahaan yang telah memberikan bantuan, ada yang berwujud uang dan ada juga yang memberikan wujud phisik antara lain :

  • Bantuan tiang basket dari PT. Super Krane, melalui proposal yang dibuat Kepala Sekolah sesuai dengan pengakuan beberapa perusahaan.
  • Proposal ke PT. Justus dengan bantuan pembuatan taman bacaan.
  • Proposal ke PT. Lemon dan memberikan bantuan berupa cat lapangan sekolah dan cat dinding sekolah, Pengakuan sumber, “bahwa pihak sekolah juga tidak melakukan pekerjaan ke pihak ketiga CV/PT melainkan dikerjakan sendiri oleh kroni-kroni kepala sekolah dengan menggunakan cat yang diberikan PT Lemon.

Proposal ke Instansi / beberapa Suku Dinas di Jakarta Utara dan Dinas antara lain:

  • Proposal ke Sudin Pertamanan dan memberikan bebera ratusan tanaman dan berupa bunga
  • Proposal ke Sudin Perikanan dan juga memberikan bantuan berupa bibit ikan.
  • Poposal ke Sudin Kebersihan Jakarta Utara dan memberikan Tong sampah.

Pengakuan Kepala Sekolah, “bahwa pekerjaan pemeliharaan SDN SB 13 dipihak ketigakan. Hanya saja ketika ditanya CV/PT apa yang melaksanakan tolong tunjukkan CV/PT nya, siapa yang membuat RAB (Rencana Anggaran Belanja), dan siapa yang menghitung bobot volume pekerjaan.

“Yang membuat bobot volume pekerjaan dan RAB, Bendahara sekolah, namun terkait CV/PT yang melaksanakan kegiatan, tidak di jawab, melainkan dirinya mengatakan mau rapat,” ujar Sri Sumartini,S.Pd.M.Si. Selasa.(22/6/2021).tepat pukul 12:01 Wib.

Ketua LSM Antara, Anton angkat bicara, “Tidak masuk akal, masak tidak tahu kondisi di wilayahnya, apalagi daerah ini daerah banjir, dan beliau mantan Kepala sekolah SDN Sukapura 04, juga tinggal di Sukapura. aneh kecuali beliau tinggal di Pondok Indah,”ujarnya dan tidak segampang itu percaya lantas tanggung jawabnya dimana ?.

Untuk itu, Anton P mendesak Kepala Inspektorat Provinsi dan Kepala Irbanko Jakarta Utara guna melakukan pemeriksaan terhadap kepala Sekolah SDN Semper Barat 13 dan mengusut dugaan penyimpangan anggaran dana BOS/BOP di sekolah tersebut dan juga ratusan buku yang rusak akibat kelalaian tidak merawat dan menyimpan buku pada tempatnya dan juga proposal yang dikirim ke berbagai perusahaan, sementara sekolah tersebut tampak tidak diurus dan terkesan kumuh,” tegas Anton P.

Tidak hanya itu, Herman mengatakan, “kenapa pihak sekolah meletakkan begitu saja, dan kenapa tidak langsung membagi ke murid untuk dipergunakan dan kenapa buku tersebut dibiarkan menumpuk, bukankah buku tersebut untuk dipergunakan murid untuk belajar ?” ungkap Herman kecewa yang mengaku warga Semper Barat, saat ditemuin di samping sekolah.

Berdasarkan fakta dan hasil penelusuran Tim Aliansi, “sesuai RKAS Tahun 2020 belanja kegiatan SD Negeri Semper Barat 13, Sebesar Rp, 1.485.776.741 total belanja murni dan total rincian Rp. 1.486.676.741. Ini hanya tahun 2020, belum lagi untuk Tahun 2919.

Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara 2, Purwanto sepertinya asal terima laporan sepihak (pihak sekolah-Red) , harusnya croschek dulu sesuai dengan fakta yang sebenanya. Ironisnya, malah menutupi kebobrokan bawahannya, jangan-jangan telah terjadi setali tiga uang” ujar Ketua DPD LIPRI. (Lembaga Independen Pemerhati Reformasi Iindonesia).

“Membuktikan mental pejabat zaman now anti kritik dan tidak siap dikritik, Padahal sudah disumpah dengan kitab suci tapi masih korupsi, merekalah penghianat bangsa dan tidak sesuai dengan PP No.53 Tahun 2010 tentang Dispiln PNS, Apakah masih kurang Gajinya dan TKD, Sertifikasi dan lain-lain,”tegas CAS Simanjuntak,Kamis.(23/07/2021).

Judul buku yang berhasi diabadikan photonya, Buku Siswa SD/MI Kls IV. Peduli Terhadap Makluk Hidup. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016.

Berdasarkan laporan pencairan dana BOS Reguler SDN 13 Semper Barat Tahap ke 2 (Kementerian Pendidikan ) Tahun 2020, jumlah siswa kurang lebih 630 membutuhkan buku pelajaran untuk dipergunakan belajar.

Lantas bagaimana nasip murid untuk mengikuti proses belajar kalau tidak memiliki buku pelajarannya. Menurut sumber informasi yang dihimpun,”sebagian murid terpaksa membeli buku dan sebagian lagi mengkocopy buku paket untuk bisa mengikuti proses belajar.

Hingga berita ini diturunkan, Kasatlak Pendidikan Kecamatan Cilincing, Palem. beberapa kali dihubungi mempertanyakan terkait SD Negeri Semper Barat 13, tidak meresponnya dan bahkan memilih bungkam.

( Parulian/Tim ).

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *